oleh

Merawat Kelestarian Alam untuk Menunjang Pariwisata

-Opini-262 views

Oleh: Yulus Mantaon

Sering pembawa acara dari Pemkab Alor menyapa tamu-tamu Pemerintah dengan sebuah sapaan yang cukup indah yang juga merupakan perkenalan nama ALOR (Alamnya Lestari Orangnya Ramah). Bagi saya nama pulau yang juga nama Kabupaten ini sangat bernuansa promotif karena dan menyentuh hati mereka yang ingin mencari ketenangan batin. Di tengah kegalauan umat manusia yang setiap saat berpikir untuk berkompetisi dalam perjuangan hidup ini maka untuk mendapat kebahagian abadi orang mencari SORGA SEMAWI dan untuk mendapat kebahagiaan sementara orang akan mencari Alor. Untuk maksud tersebut kiranya upaya pelestarian alam Kabupaten Alor mendapat perhatian masyarakat secara swadaya di samping dari pemerintah.

Ada sejumlah julukan misalnya pulau KENARI yang dipermasyurkan oleh tulisan Romo Maxi Un Bria, PULAU SERIBU MOKO oleh Tulisan seorang perempuan Alor yang sangat inspiratif Lodia Lahtang dan oleh nenek moyang kita OMBAY yang arinya Paman yang Baik atau The Loving Uncle (Inggris) atau Tiu Amora (Portugis) yang kemudian dalam sebutan sehari-hari TIMOR. Sungguh indahnya nama Kabupaten ini sejak dahulu kala yang kita tidak menyadari para leluhur kita menyebut demikian karena di dalam alam kepulauan ini mengandung kekayaan yang besar yang dapat mensejahterakan penghuninya dan menyenangkan bahkan membahagikan umat manusia yg berkunjung ke Alor ini.

Oleh karena itu sudah saatnya kita harus merubah tradisi atau pola bertani kita TEBANG , BAKAR , TANAM yang dilakukan sejak dahulu kala tetapi dampak ekonominya tidak berarti apa yang dapat kita lihat dari taraf hidup petani kita, dengan paradigma baru pertanian : Sekali menanam dan berkali-kali menuai. Saya sanģat yakin dalam waktu yang relatif tidak lama taraf hidup masyarakat akan meningkat. Jenis tanaman untuk itu adalah : Kenari, Kemiri, Kopi, Vanili, Mangga, Nangka, Pisang, Nenas, Durian, Rambutan dan lain-lain.

Keutungan yang sudah pasti adalah alam kita lestari, mengurangi erosi yang mengikis kesuburan tanah kita, kebutuhan pangan selalu tersedia, kemudian cita rasa dan aroma pangan kita misalnya kopi yang telah beberapa kali dibawa pada event Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional sungguh diminati orang, tetapi kesulitan kita adalah keterbatasan stok sehingga sulit menjamin keberlangsungan, di samping itu waktu petani lebih efisien dan juga menjadi daya tarik wisatawan baik domestik maupun manca negara.

Selain di bidang pertanian/perkebunan juga kehutan misalnya bambu yang beraneka macam untuk buat sovenir yang indah-indah termasuk menanam pohon lontar dan enau. Dengan makin pesatnya kemajuan teknolagi komunikasi dan informasi maka saya serukan kepada semua warga Kabupaten Alor di manapun saudara saudari dorang berada untuk bahu membahu promosikan ALOR NUSA KENARI, NUSA OMBAY dan PULAU SERIBU MOKO.

 

(Penulis adalah Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Alor)

Komentar

Jangan Lewatkan