oleh

Refleksi HUT Kemerdekaan RI Dalam Bingkai Pembangunan NTT

-Opini-56 views

Oleh : Alexander Take Ofong

Sebagaimana Kemerdekaan RI bukan sesuatu yang terberi, bukan suatu hadiah dari bangsa mana pun, melainkan sesuatu/momentum yang diperjuangkan dan diperebutkan dengan keringat, darah dan air mata, demikianpun sikap dan perilaku dalam mengisi dan mempertahankan kemerdekaan, tentu membutuhkan pengorbanan yang luar biasa dari seluruh Anak Bangsa. Itulah makna dan refleksi atas ulang tahun kemerdekaan yang kita rayakan setiap tahun, khususnya tahun 2019 ini, yang dikemas dalam tema: “SDM UNGGUL, INDONESIA MAJU”.

Dalam bingkai refleksi demikian, saya menyoroti pembangunan di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang saat ini digerakkan oleh kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat dan Josef A. Nae Soi. Bahwasannya, dalam hampir setahun kepemimpinan mereka, NTT sesungguhnya sedang bergeliat maju. Dengan spirit yang digerakkan oleh Visi Besar NTT Bangkit menuju Sejahtera, mereka telah dan sedang melakukan banyak hal yang luar biasa. Hal itu dilakukan baik melalui maksimalisasi pemanfaatan APBD sebagai stimulans, maupun melalui jejaring yang dimiliki baik dalam dan luar negeri untuk memastikan investasi di NTT.

Pariwisata sebagai prime mover sungguh digalakkan dengan perspektif yang komprehensif serta pendekatan yang berbasis masyarakat. Bahwa Pariwisata bukan hanya persoalan penataan Atraksi untuk destinasi wisata, tetapi terutama memastikan Aksesibilitas melalui komitmen menyelesaikan semua jalan propinsi dan jalan-jalan strategis ke destinasi wisata dan kantong-kantong produksi; memastikan Akomodasi dan Amenitis yang nyaman bagi wisatawan yang mendatangkan kemanfaatan bagi masyarakat, melalui upaya pemanfaatan sumber daya dan potensi lokal; serta memastikan partisipasi yang tercipta akibat Awarenes masyarakat dan semua pemangku kepentingan.

Pembangunan dan pengembangan pariwisata secara komprehensif berbasis masyarakat inilah yang memungkinkan bergeliatnya sektor perikanan/kelautan, pertanian dan peternakan, serta industri kreatif termasuk kerajinan dari bahan lokal khususnya tenunan NTT yang kaya motif, pun pula produksi Sophia dari bahan dasar minuman Sopi, Arak, Moke yang diproduksi masyarakat dengan tata kelola dan niaga yang dilindungi.

Bersamaan dengan itu, dilakukan pula ikhtiar serius untuk menurunkan dan mengatasi Stunting. Pengembangan kelor dan bahan bergizi dari pangan lokal sedang giat dilakukan untuk memastikan anak-anak dan ibu-ibu yang sedang mengandung dan menyusui memiliki asupan gizi memadai, selain untuk mendatangkan nilai tambah ekonomi.

Untuk menunjang pembangunan sektor-sektor strategis dan prioritas itu secara profesional, maka memastikan SDM yang berkualitas adalah conditio sine qua non. Karena itu, sambil menata pendidikan formal sesuai kewenagan, Gubernur dan Wagub sedang memastikan pengembangan kemampuan dan keterampilan generasi muda NTT di bidang kepariwisataan serta pertanian dan perikanan/kelautan melaui pendidikan vocasi dlm dan luar negeri.

Untuk memastikan agar kebijakan serta program/kegiatan dan gerakkan di atas dapat berjalan sinergis dan sukses, maka membangun kohesivitas dengan semua pemangku kepentingan dan dengan Bupati/Walikota sampai Camat dan Kepala Desa, adalah keniscayaan. Karena itulah selama setahun ini Gubernur sangat giat berkordinasi sambil membangun kesepahaman pembangunan dengan Para Tokoh Agama, Perguruan Tinggi, Kelompok kreatif dan swadaya masyarakat, juga mengajak para bupati dan walikota serta camat dan kepala desa untuk berkolaborasi sinergis membangun NTT dari apa yang dimiliki masing-masing dalam bingkai NTT Bangkit menuju Sejahtera.

Semua upaya ini didukung penuh oleh DPRD secara kelembagaan sesuai fungsi dan tugas, dalam kemitraan sebagai sesama penyelenggara pemerintahan daerah. Sejak Perubahan APBD 2018 mengalokasikan anggaran 5.3 Triliun lebih, APBD 2019 dan Perubahannya sebesar 5.7 Triliun lebih, serta KUA-PPAS yang akan dilanjutkan dengan RAPBD 2020 pada Oktober-November 2019 nilai mencapai 6 Triliun lebih, prioritas alokasi diarahkan untuk membiayai kebijakan serta program dan kegiatan untuk memastikan Visi NTT Bangkit Sejahtera berjalan efektif dan sukses. ***

 

Penulis : Wakil Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur periode 2014-2019

Komentar

Jangan Lewatkan