oleh

Aset Digital: Seberkas Cahaya Terang di Tengah Kegelapan Pandemi Korona

-Opini-1.374 views

Oleh: Petrus Plarintus, S.S.

Pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) yang melanda seluruh negeri di jagat ini, belum menunjukkan titik kulminasi persebarannya.

Bahkan kalaupun saat ini angka kenaikan penderita positif Covid-19 bisa ditekan, namun efek pandemi ini membutuhkan waktu lima sampai 10 tahun ke depan untuk penataan kembali berbagai bidang kehidupan manusia yang telah porak poranda akibat pandemi tersebut.

Malahan di beberapa daerah di Indonesia, kenaikan angka penderita positif Covid-19 lebih disebabkan oleh transmisi lokal yang menandai adanya gelombang kedua yang secara epidemologi bisa lebih membahayakan daripada gelombang pertama.

Efek pandemi Covid-19 yang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan ekonomi, penurunan produksi dan pembatasan sosial dalam berbagai skala ini, oleh lembaga keuangan dunia (IMF) disebut sebagai the great lockdown.

Efek lanjut dari the great lockdown ini adalah akan lahir resesi dunia secara besar-besaran. Namun resesi ini pertama-tama tidak disebabkan oleh kenaikan harga kebutuhan pokok, tapi lebih disebabkan oleh turunnya daya beli sebagai akibat dari hilang atau berkurangnya pendapatan masyarakat.

Berbagai argumentasi atas fakta di atas bisa didiskusikan, namun realitas akan tetap problematis karena pandemi Covid-19 tidak saja mengancam kesehatan dan perekonomian masyarakat dunia, namun juga bisa mengancam kehidupan manusia beberapa generasi sekaligus.

Dengan kata lain, ancaman terhadap nyawa manusia tidak hanya datang dari adanya pandemi Covid-19, namun ancaman itu bisa datang karena masalah ekonomi dan sosial lainnya sebagai efek domino dari pandemi Covid-19.

Semua kondisi ini, harus bisa diantisipasi lebih awal sebelum efek paling buruk terjadi dan melanda kehidupan dunia.

Namun ada sebuah fenomena menarik ditengah pandemi Covid-19 ini. Fenomena ini bisa disebut sebagai blessing in disguise.

Dikatakan demikian karena pemakai fasilitas yang berkaitan dengan digital meningkat secara tajam.

Di lembaga pendidikan misalnya, proses belajar tatap muka ditiadakan dan diganti dengan belajar online. Banyak acara pertemuan yang melibatkan banyak orang diganti dengan zoom meeting, google meet ataupun jitsi meet dan lain sebagainya.

Dengan kata lain pandemi corona melahirkan sebuah relasi sosial gaya baru yang serentak dengan itu meningkatkan pemakaian alat-alat digital.

Dan kondisi ini mendorong Digital Asset Academy (DAC) untuk menyajikan solusi dengan menggandeng mitra sebuah perusahaan global yang berpusat di Madrid, Spanyol.

Perusahaan Impact Crowd Technology dari Spanyol ini membangun bisnisnya digital berupa aplikasi super multifungsi dengan sitem kemitraaan dimana keuntungan dari penjualan produk dan pemakai aplikasi digitalnya akan dibagikan kepada para member seluruh dunia.

Mitra-mitra yang bergabung menjadi pemilik hak franchise bisnis digital dan berhak mendapatkan keuntungan penjualam paket produk digital yang dihitung tiap detik sehingga para member bisa mendapatkan bonus uang tunai sehari-hari. Selain itu para member juga bisa mendapatkan loyalitas, bagi hasil bulanan dan pembagian hasil usaha tiap tiga bulan sekali.

Dalam kaitan dengan bagi hasil, hal ini mirip dengan sistem yang dianut di koperasi pada umumnya. Namuan kalau koperasi sitim bagi hasil dibuat setahun sekali, maka di Impact Crowd Technology ini member bisa mendapatkan sampai empat kali dalam setahun.

Saat ini, perusahaan Impact Crowd Technology telah memiliki jaringan di 200 negara seluruh dunia dengan jumlah member lebih dari 21 juta orang.

Dengan sitem bagi hasil yang lebih besar bagi para member ini, maka bisnis aset digital yang diusung Digital Asset Academy (DAC) merupakan solusi finansial paling tepat dimasa pandemi.

Untuk itu, bagi masyarakat yang saat ini mengalami masalah finansial karena terbelit utang, kesulitan menyiapkan dana pendidikan untuk anak-anak ataupun untuk kebutuhan dana pensiun, aset digital adalah pilihan yang paling tepat.

Para member di Indonesia, kini telah menikmati hasil dari pengembangan jaringan aset digital ini, mulai dari ratusan ribu sampai pada ratusan juta. Aset digital telah banyak memberi bukti dan tidak hanya sekedar janji belaka.

Asalkan memiliki pengetahuan dan pengalaman memilih aset digital yang benar, maka cahaya harapan itu akan segera tiba.

Komentar

Jangan Lewatkan