oleh

Corona Virus vs Corona Yesus

-Opini-1.570 views

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk

Dunia kita saat ini, sedang dilanda pandemic COVID 19. Virus corona baru yang disebut-sebut sebagai penyebab COVID-19 ini telah menjadi momok yang menakutkan, yang membuat manusia panik, cemas di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia. Pasalnya telah merenggut banyak nyawa dan penyebarannya yang cepat.

Menurut laporan, pertama kali virus corona baru ini, ditemukan di Wuhan, China. Namun kini telah menyebar dan menjangkiti berbagai negara. Pertanyaannya adalah apakah benar, covid 19 ini berasal dari wuhan china? Lalu dari manakah asal muasal penyebab sehingga muncul covid 19 ini? Amerika Serikat dan China sempat saling tuding soal asal usul pandemi Corona COVID-19. Presiden Donald Trump menyebutnya sebagai ‘Chinese Virus’ alias virus dari Tiongkok.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian bikin geger saat mengatakan, “bisa jadi tentara AS yang membawa epidemi itu ke Wuhan”.

Namun, hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal ilmiah, Nature Medicine mematahkan anggapan China maupun kubu Donald Trump, sekaligus membantah teori konspirasi yang menyebut virus pemicu COVID-19 atau SARS-CoV-2 adalah buatan manusia atau senjata biologis yang sengaja diciptakan.

Seperti dikutip dari situs www.sciencedaily.com, Rabu (18/3/2020), hasil analisis data publik terkait sekuens atau urutan genom (genome sequence) dari SARS-CoV-2 dan virus terkait, tidak ditemukan bukti bahwa virus tersebut diciptakan di laboratorium.
“Dengan membandingkan data sekuens genom yang tersedia untuk strain coronavirus yang telah diketahui, diyakini bahwa SARS-CoV-2 berasal dari proses yang alami,” kata Kristian Andersen PhD, associate professor imunologi dan mikrobiologi di Scripps Research, yang menjadi salah satu penulis laporan studi tersebut.

Selain Andersen, sejumlah ilmuwan lain juga ikut andil dalam studi dan penulisan makalah berjudul, ‘The proximal origin of SARS-CoV-2’ itu. Termasuk, Robert F. Garry dari Tulane University, Edward Holmes dari University of Sydney, Andrew Rambaut dari University of Edinburgh, dan W. Ian Lipkin dari Columbia University. Virus Corona (coronavirus) adalah keluarga besar (famili) virus yang dapat menyebabkan penyakit dengan tingkat keparahan yang luas, yakni Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang mulai menjadi epidemi di China pada 2003. Lalu ada wabah Middle East Respiratory Syndrome (MERS) yang bermula di Arab Saudi pada 2012. Dan, pada tanggal 31 Desember 2019, pihak berwenang China memberitahukan pada Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengenai wabah virus corona baru yang menyebabkan banyak jiwa yang melayang, yang kemudian dinamai .SARS-CoV-2. Hingga kini, virus tersebut memicu pandemi COVID-19 yang menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Namun, terlepas dari mana asal usul COVID 19, apakah dari hasil buatan manusia atau hasil proses alami, tetapi satu yang pasti munculnya COVID 19 yang membuat seluruh umat manusia takut, panik, cemas dan kuatir, bisa jadi merupakan teguran dari Tuhan untuk kita manusia yang barangkali terlalu banyak berbuat dosa, dosa lewat pikiran, dosa lewat perkataan dan dosa lewat perbuatan-perbuatan kita. Oleh karena itu, COVID 19 memberi pesan kepada kita untuk segera BERTOBAT dalam hal pikiran yang selalu bepikir negatif, yang selalau curiga, yang selalu berprasangka buruk, atau dalam hal perkataan, yang selalu menyakiti serta melukai hati dan perasaan, yang selalu memfinah, yang selalu menjelek-jelekkan, yang selalu menyindir, yang selalu mencemooh, yang selalu mencibir, yang selalu menyebarkan hoax, yang selalu menebarkan ujaran kebencian, yang selalu menghujat, yang selalu kritik tanpa data dan tanpa solusi, atau dalam perbuatan yang selalu berbuat jahat, selalu berbuat keji, selalu bertindak kriminal, selalu berbuat curang: seperti korupsi, mencuri, memperkosa, berbuat brutal, berbuat anakis, berbuat cabul, merusak rumah Tuhan, dll, yang melanggar ajaran dan perintah Tuhan untuk saling mengasihi, saling mencintai, untuk hidup dalam kerukunan dan kedamaian, untuk hidup saling mengampuni dan saling berdampingan satu dengan yang lain, baik terhadap pemerintah, tokoh umat dan sesama umat. Juga COVID 19 seolah mau menginsyafkan kita bahwa kita ini adalah rapuh, lemah tanpa Tuhan. Dan yang pasti COVID 19 ini, telah menelan atau merenggut banyak korban jiwa dihampir semua negara di dunia, termasuk Indonesia. Itu artinya CORONA VIRUS telah membawa malapetaka, telah membawa bencana kemanusiaan, telah melumpuhkan kehidupan social, ekonomi, politik dan kegiatan ritus keagamaan.

Namun, terlepas dari dampaknya bagi manusia, yang telah menelan banyak korban jiwa, dan dari mana asal usul COVID 19, apakah dari hasil buatan manusia atau hasil proses alami, tetapi satu yang pasti munculnya COVID 19 yang membuat seluruh umat manusia takut, panik, cemas dan kuatir, lalu APAKAH akan membuat MANUSIA BERTOBAT?MENGAP? SEBAB, bisa jadi COVID 19 merupakan teguran dari Tuhan untuk kita manusia yang barangkali terlalu banyak berbuat DOSA, dosa lewat pikiran, dosa lewat perkataan dan dosa lewat perbuatan-perbuatan kita. Oleh karena itu, COVID 19 memberi pesan kepada kita untuk segera BERTOBAT dalam hal PIKIRAN yang selalu bepikir negatif, PIKIRAN yang selalu curiga, PIKIRAN yang selalu berprasangka buruk, atau dalam hal PERKATAAN, yang selalu menyakiti serta melukai hati dan perasaan, KATA yang selalu memfinah, KATA yang selalu menjelek-jelekkan, KATA yang selalu menyindir, KATA yang selalu mencemooh, KATA yang selalu mencibir, KATA yang selalu menyebarkan hoax, KATA yang selalu menebarkan ujaran kebencian, KATA yang selalu menghujat, KATA yang selalu kritik tanpa data dan tanpa solusi, atau dalam PERBUATAN yang selalu berbuat jahat, selalu berbuat keji, selalu bertindak kriminal, selalu berbuat curang: seperti korupsi, mencuri, memperkosa, berbuat brutal, berbuat anakis, berbuat cabul, merusak rumah Tuhan, dll, yang melanggar ajaran dan perintah Tuhan untuk saling mengasihi, saling mencintai, untuk hidup dalam kerukunan dan kedamaian, untuk hidup saling mengampuni dan saling berdampingan satu dengan yang lain, baik terhadap pemerintah, tokoh umat dan sesama umat.

LALU BAGAIMANA DENGAN CORONA YESUS? CORONA YESUS tidak lain adalah MAHKOTA DURI yang dianyam membentuk lingkaran yang ditaruh ke kepala Yesus sebelum Ia disalibkan. Mahkota duri diameternya lebih kecil dari kepala Yesus sehingga menyebabkan luka dan rasa sakit yang amat sangat. Mahkota duri ialah lambang kemiskinan. Setelah peristiwa penyaliban itu, nama latin tanaman tersebut dikenal sebagai “Paliurus Spina Christi
LALU: APA MAKNA DAN PENTINGNYA MAKHKOTA (CORONA) DURI YESUS?
Bagi orang Kristiani, MAHKOTA (CORONA) DURI YESUS adalah peringatan akan dua hal: (1) YESUS MEMANGLAH RAJA. Suatu hari nanti, seluruh alam semesta akan tunduk di hadapan Yesus sebagai “RAJA SEGALA RAJA dan TUAN DIATAS SEGALA TUAN (Wahyu 19:16). Apa yang dimaksud para prajurit Romawi sebagai hinaan, malah mewakilkan kedua peran Yesus, yakni HAMBA YANG MENDERITA (Yesaya 53), dan SANG MESIAS YANG RAJANI (Wahyu 19). (2) YESUS BERSEDIA MENANGGUNG PENDERITAAN, EJEKAN DAN HINAAN, semuanya DEMI KITA. MAHKOTA (CORONA) DURI, serta kesakitan ketika dipasang, sudah lama SIRNA, dan Yesus sekarang telah MENERIMA MAHKOTA (CORONA) yang selayaknya Ia terima.

Adapula makna lain yang dikandung dalam MAHKOTA (CORONA) DURI YESUS. Ketika Adam dan Hawa berdosa, dan mendatangkan kejahatan dan kutukan di atas dunia ini, satu bagian dari kutukan atas umat manusia berbunyi “…terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu SEMAK DURI dan RUMPUT DURI yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu…” (Kejadian 3:17-18 . Secara tidak sadar, para prajurit Romawi mengambil obyek kutukan itu dan menjadikannya sebagai MAHKOTA bagi DIA yang membebaskan kita dari kutukan itu. “KRISTUS telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: ‘Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” (Galatia 3:13). Kristus, dalam pengorbanan pendamaian-Nya yang sempurna, telah membebaskan kita dari kutukan dosa, yang diwakilkan oleh simbol DURI. Walaupun dimaksud sebagai ejekan, MAHKOTA (CORONA) DURI sebaliknya menjadi pertanda yang baik akan jabatan Yesus dan apa yang telah Ia karyakan di bumi. Jadi, MAHKOTA (CORONA) DURI YESUS itulah, yang telah MEMBEBASKAN dan MENYELAMATKAN kita manusia dari dosa.

Demikianlah CORONA VIRUS yang telah banyak membawa kematian bagi manusia, sedangkan CORONA YESUS, yakni MAHKOTA DURI YESUS justeru sebaliknya, MENYELAMATKAN atau MENGHIDUPKAN JIWA MANUSIA, melalui SENGSARA, melalui WAFAT, melalui MAKAM yang gelap, melalui KEBANGKITAN-NYA dan itulah PERISTIWA PASKAH. SELAMAT PESTA PASKAH, JADILAH MANUSIA PASKAH.

 

(Penulis adalah Komunitas Frateran BHK Ndao Ende)

Komentar

Jangan Lewatkan