oleh

Fitur Kepemimpinan Flores Timur

-Opini-815 views

Oleh : Muhammad Husen Db, M.Pd

Flores Timur bukan hanya milik satu orang, dua orang, satu suku dua suku, satu kerajaan dua kerajaan, satu pulau dua pulau. Flores Timur Milik Kita Semua.

Tema fitur kepemimpinan ini tidak hanya penting bagi pemimpin, tetapi penting bagi semua orang. Alasan sederhananya, agar dari hari ke hari kita tetap menjaga untuk meningkatkan kapasitas leadership kita sendiri. Kemampuan kita dalam memimpin. Kita banyak yang terlena dengan siklus kehidupan, seperti lahir, berkembang biak dan mati. Kita jarang sekali melihat secara baik potensi kita yang ada di dalam diri kita.

Indonesia ialah Negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alam, luas teritorial, serta corak kebudayaan yang beraneka ragam. Pun demikian dengan Flores Timur, sebuah daerah yang terletak di ujung timur pulau Flores ini memiliki kekayaan alam serta kearifan lokal (local wisdom) seperti kebanyakan daerah pada umumnya.

Kendati demikian, pengelolaan sumber daya di daerah ini belum sepenuhnya dikelola dengan baik oleh para pemangku kebijakan dari generasi ke generasi.

Rendahnya sumberdaya manusia akibat taraf pendidikan yang sulit dijangkau menyebabkan pengentasan kemiskinan belum mampu diatasi hingga berdampak pada kurangnya pemerataan pembangunan.

Padahal, potensi untuk mendongkrak pemasukan (income) bagi pendapatan asli daerah (PAD) seperti keunikan budaya, ratusan daerah pesisir pantai yang dijadikan destinasi wisata sangat mungkin dicapai mana kala pemimpin lokal yang visioner dan berinovasi tinggi.

Karenanya, lewat perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2022 mendatang merupakan momentum yang paling tepat bagi masyarakat Flores Timur agar menentukan pilihan yang tepat pula, sehingga membawa perubahan dan kemajuan bagi daerah ini.

Gambaran kriteria para kandidat sebagaimana diuraikan dalam latar belakang masalah di atas harus lah berwawasan luas, mengingat kehidupan sosial kemasyarakatan Flores Timur merupakan masyarakat yang plural (majemuk), maka dibutuhkan sosok muda progresif dengan sederet prestasi dan kemampuan leadership dan managerial yang mumpuni.

Dengan demikian, transisi (peralihan) kepemimpinan dari kaum tua ke kaum muda bukan hanya sekedar mitos, tetapi menjadi sebuah keniscayaan dan bukti nyata. Hal itu ditandai ketika pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT tahun 2018 lalu berhasil menggeser pasangan kaum tua kemudian dimenagkan oleh pasangan muda, Viktor B. Laiskodat-Josef A. Nae Soi (Victory-Joss).

Merujuk dari panggung politik Internasional dari berbagai Negara di belahan dunia, trend politik memang sudah bergeser. Misalnya, Obama memimpin Amerika Serikat ketika usianya masih 47 tahun, Justine Trudeau Perdana Menteri Kanada berusia 43 tahun, Emmanuel Marcon menjadi presiden Perancis berusia 39 tahun, dan masih banyak lagi geliat kader muda menguasai panggung politik.

Oleh karena itu, kehadiran pemuda di panggung politik kian dibutuhkan. Sebab, gaya kepemimpinan kaum tua (old generation) sudah tak lagi kompatibel dengan keadaan zaman. Selain itu, ada proses peremajaan dan regenerasi kepemimpinan.

Saatnya kader muda tampil dengan wajah baru mewarnai kontestasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur yang akan datang. Di tangan anak muda, Flores Timur memiliki kans (peluang) besar menuju perubahan besar nan gemilang, karena pemuda menjanjikan masa depan yang lebih panjang.

Ada tiga aspek penting dalam diri kita yang sejatinya menjadi sumber untuk meningkatkan kompetensi kita dalam merebut perubahan dan tantangan global. Jika pemimpin menyadari kompetensi ini maka akan ada perubahan yang signifikan atas sebuah daerah.

Pertama, Fisik. Kita harus menyadari bahwa kekuatan fisik menjadi modal dasar untuk bertahan dari sisi ancaman fisik lawan atau musuh. Kedua, Pikiran. Kita bisa memilih menjadi pintar atau bodoh. Kita juga bisa memilih mau maju mengejar ketertinggalan atau bertahan dengan kepasrahan. Pikiran ini yang akan merubah gaya kepemimpinan kaum muda. Ketiga, Jiwa. Soul, rohani, spiritualistik. Semakin kenal pemimpin dengan jiwanya, jiwa daerahnya, jiwa masyarakatnya, akan melahirkan perubahan yang tidak ada tandingannya. Pemimpin-pemimpin besar seperti Simon Sinek, Brian Tracy memberikan penegasan soal bagaimana pemimpin mengambil langkah yang taktik stratejik.

Pemimpin harus punya visi. Visi besar yang menggerakkan secara kolektif dan massif. Pemimpin harus punya keberanian, keberanian yang menjadi pembeda antara pemimpin dan bukan. Pemimpin ketika menyampaikan pandangan adalah untuk memberi arah. Pemimpin harus punya strategi plan, pemimpin harus fokus, pemimpin harus tau kerja sama. Pemimpin harus punya pola strategik skill, human relation skill, dan technical skill. Setiap ada masalah pemimpin tidak hanya menambal masalah itu, tetapi jauh dari itu, pemimpin menyadarkan dan menggerakkan serta mengkonsolidasikan semua untuk bersama menuntaskan masalah.

Pemikiran besar ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam rangka mendorong perbaikan dan perubahan Flores Timur. Semakin cepat kesadaran kolektif bisa terkonsolidasikan, semakin cepat Flores Timur bangkit dan maju mengejar ketertinggalan. Flores Timur akan menjadi bagian inspirasi bagi kabupaten lain di Indonesia, karena Flores Timur layak mendadaptkan prestasi dan kesempatan itu. Dengan semangat ayo kita semua berpikir maju dan berjiwa pemimpin, merebut prestasi di depan mata. Kita yang menentukan nasib kita lima atau sepuluh tahun ke depan. Tidak boleh lagi terlena dan terpaku, kita harus mengambil bagian.

Perubahan yang kita ciptakan sendiri dengan menggerakkan semua potensi yang kita punya. Kita akan bertemu di ujung lorong dengan cahaya perbaikan yang kita ciptakan di sepanjang lorong ini. Bersama kita di Jalan Baru Flores Timur.

 

(Penulis adalah Tenaga Ahli Badan Sosialisasi MPR RI)

Komentar

Jangan Lewatkan