oleh

Kapsul Nasi dan Air Minum Bervitamin Jadi Gaya Hidup Baru Pasca Covid-19

-Opini-992 views

Oleh : Max Umbu Hina

Gaya hidup pasca Covid-19 sudah segera akan berubah. Sebuah respon wajar namun bisa menjadi sebuah kejutan bagi mereka yang belum bersikap atau disiapkan.

Prediksi angka natalitas pasca Covid-19 juga diperkirakan makin meningkat tajam, melebihi angka mortalitas global. Ketersediaan sumber pangan, secara kualitas dan kuantitas serta kontinuitasnya mengalami hambatan besar. Permintaan meningkat. Terjadi selisih yang begitu tajam. Harga dan spekulasi akan meningkat di mana-mana.

Kita tetap berharap, dalam suasana yang semakin kurang kondusif tersebut tingkat kepercayaan rakyat terhadap para pemimpin dan penguasa akan tetap terjaga.

Menjual ginjal hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sudah mulai terlihat (di Jawa Tengah). Penumpukan sembako secara individu maupun kelompok organisasi sudah mulai meningkat. Namun kontrol masih belum dapat menjadi input untuk pengambil kebijakan.

Ketahanan pangan Global serta status gizi masyarakat Global sedang dipertaruhkan untuk suatu masa yang belum bisa diperkirakan

Para ahli hitung mencoba mereka-reka trend wabah. Lalu akhirnya mereka berperang sendiri satu dan yang lainnya karena soal validitas data. Mengurangi energi serta fokus untuk melawan Covid-19. Media massa mainstream tidak kalah serunya meniup-niup anomali yang ada hanya untuk menjadi bahan berita

Biaya operasional berbagai perusahaan, institusi dan lembaga swasta di berbagai sektor juga mengalami sedikit anomali. Butuh adanya semacam insentif untuk melakukan rescheduling kewajiban terhadap mitra.

Kini kita disadarkan untuk membangun ketahanan pangan individu keluarga kelompok negara dan global secara lebih responsif.

Gaya hidup astronot kini sudah bisa kita tarik ke bumi. Mengkonsumsi kapsul dengan kandungan nutrisi yang lengkap sudah bisa diproduksi dan disebarluaskan.(perlu ada langkah-langkah perencana terutama dari pemerintah untuk proses penetrasi teknologi baru ini).

Nutrisi dalam kapsul pengganti nasi sudah mengandung mineral mikro, makro serta trace element. Disamping itu ditambahkan enzim tertentu, juga vitamin yang terbilang lengkap, mulai dari vitamin yang sifatnya larut dalam air dan larut dalam lemak.

Sebagai medianya digunakan biopolimer yang water bonding capacitynya besar, itu penting untuk kapasitas mengikat air sehingga manusia tidak cepat dehidrasi, sekaligus memperbaiki kebutuhan Dietary fiber minimum manusia.

Mungkin oleh para awam gaya hidup baru ini dianggap sebagai gaya hidup mahal, padahal sebaliknya. Karena selain murah juga mudah serta efektif. Karena tantangan yang sesungguhnya adalah pembiasaan. Kemauan kuat serta kebijakan pemerintah penting untuk kondisi situasi. Jangan sampai terlambat.

Karena perubahan gaya hidup (gaya makan) sebenarnya telah melewati beberapa perubahan yang secara diam-diam lewat begitu saja tanpa kita sadari.

Dari yang biasanya kita harus pulang makan ke rumah setiap hari dari tempat pekerjaan hanya untuk makan siang misalnya sudah berubah dengan cara makan saja di warung, dan lalu berubah lagi ketika manusia mengenal sistem katering (antar jemput paket makanan), dan sekarang sudah ada yang namanya go-food. Jadi bukan manusia yang datang dan mencari makan tetapi makanan yang datang menghampiri manusia!

Bukankah ini sebuah arah yang berbalik 180 derajat? (pada intinya kita sedang diperhadapkan pada ketersediaan bahan pangan yang semakin langka dan dengan harga yang fluktuatif, dan lalu kita harus menjawabnya dengan melakukan adaptasi pola makan, dan bahkan mungkin bisa menyasar sampai kepada waktu makan yang akan lebih fleksibel), semuanya ini juga pada akhirnya akan melahirkan dampak tertentu yang harus sejak sekarang sudah mulai coba diprediksi. Dunia tidak perlu lagi harus terlalu sering dikejutkan oleh perubahan yang terasa tiba-tiba datangnya. (bersambung)

 

(Penulis adalah Peneliti Bidang Teknologi, tinggal di Bandung)

Komentar

Jangan Lewatkan