oleh

Kesadaran dan Kedisiplinan Kita, Memutuskan Mata Rantai Covid-19

-Opini-865 views

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk, M. Pd

“Untuk menikmati kesehatan yang baik, untuk memberikan kebahagian yang nyata di dalam keluarga, untuk membawa damai, pertama-tama, seseorang harus disiplin dan mengendalikan pikiran mereka sendiri. Jika seseorang bisa mengendalikan pemikirannya dia bisa menemukan jalan keselamatan. Dan semua kebijaksanaan dan kebaikan akan datang sendirinya kepada mereka.”…Buddha

“Jika anda tidak bisa disiplin, maka anda akan membawa ke tidak teraturan dalam hidup anda”

Badai pandemic Covid-19 yang telah melanda sebagian besar negara di dunia, tak terkecuali Indonesia, telah menelan begitu banyak korban jiwa. Bahkan terkini jumlah korban terbanyak adalah Italia, Ekuador melebihi jumlah negara asal Covid-19, yakni Wuhan. Konon kabarnya, Italia dan Ekuador menelan banyak korban akibat Covid-19, dikarenakan tingkat kesadaran dan kedisiplin warganya sangat rendah. Himbauan ataupun anjuran dari pemerintah, aparat keamanan, tokoh atau pimpinan agama tidak dihiraukan oleh warganya, seperti: social distancing/physical distancing, isolasi ataupun karantina mandiri di rumah tidak diindahkan. Begitu banyak warga yang BANDEL, KERAS KEPALA, TIDAK SADAR, TIDAK DISIPLIN, akibatnya banyak nyawa yang melayang. Terkadang penyesalan itu, selalu datang kemudian, dan menyesal kemudian tidak ada gunanya, maka sebelum terlambat kita harus tingkatkan KESADARAN dan KEDISIPLINAN kita terhadap himbauan atau anjuran pemerintah, aparat keamanan, tokoh atau pimpinan agama, sebab bisa jadi himbauan, anjuran dari mereka adalah TITAH dari Tuhan. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi kita untuk MEMBANDEL, MEMBANGKANG, KERAS KEPALA, TIDAK PATUH. Dan sesungguhnya kita sendirilah yang mau hidup, yang mau bebas dari terjangkitnya Covid-19 ini. Sebaliknya, seharusnya kita berterima kasih kepada pemerintah, kepada apparat, kepada tokoh atau pimpinan agama kita, yang memiliki kepeduliaan, perhatian terhadap keselamatan kita warga atau umatnya.

Sesungguhnya, kita sendirilah yang harusnya SADAR dan DISIPLIN akan keselamtan diri dan hidup kita. Dan saatnya sekarang ini, kita harus meningkatkan adrenalin AWEARNES and DICIPLINE kita untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19. Sebab, kalau bukan KITA siapa lagi dan kalau bukan sekarang KAPAN lagi. INILAH SAATNYA KITA MEMUTUSKAN MATA RANTAI PENYEBARAN COVID-19, JIKA TIDAK INGIN MEMAKAN KORBAN JIWA YANG BANYAK SEPERTI DI NEGARA ITALIA DAN EKUADOR, DAN JIKA TIDAK INGIN WABAH COVID-19 LEBIH LAMA DI NEGARA KITA, YAKNI DENGAN MEMATUHI TITAH DARI PARA PEMIMPIN KITA, YANG BISA JADI MERUPAKAN TITAH DARI TUHAN UNTUK SOCIAL DISTANCING/PHISICAL DISTANCING, ISOLASI ATAU KARANTINA MANDIRI ATAU STAY AT HOME.

Kita harusnya belajar banyak dari negara Italia dan Ekuador, yang karena rendahnya tingkat KESADARAN dan KEDISIPLINAN warganya, yang mengakibatkan banyak warganya yang menjadi korban covid 19. Apakah negara, propinsi, daerah kita, ingin seperti negara Italia dan Ekuador yang menyaksikan mayat-mayat yang tergeletak di mana-mana, bak binatang yang kena wabah penyakit? Memang sangat ironis, maksud baik para pemimpin kita, terkadang kita tidak bisa menerimanya dengan sikap hati dan akal yang sehat, sehingga terwujud dalam sikap dan perilaku yang tidak taat atau tidak patuh. Padahal andai semua kita DISIPLIN, maka badai Covid-19 ini pasti akan segera berlalu. Mungkin ada yang bertanya, apa sih disiplin itu? Kata disiplin berasal dari bahasa Latin “DISCIPULUS” yang berarti mengajari atau mengikuti pemimpin yang dihormati (Kenneth, 2005: 12) Kedisiplinan merupakan suatu hal yang sangat mutlak dalam kehidupan manusia, karena seorang manusia tanpa disiplin yang kuat akan merusak sendi-sendi kehidupan yang akan membahayakan dirinya dan manusia lainnya, bahkan alam sekitarnya (Hani, 2008: 17). Apalagi di tengah situasi badai Covid-19 ini, yang dibutuhkan adalah kedisiplinan warga bangsa. Sebab hanya dengan DISIPLIN DIRI, DISIPLIN SOSIAL, badai Covid-19 ini, akan berakhir. Tetapi jika tidak, maka akan tetap lama mewabah di negeri kita.

Hal senada disampaikan oleh pakar kesehatan masyarakat, Prof. Hasbullah Thabrany, dalam tulisanya tanggal 15/04/2020, menilai rendahnya disiplin masyarakat dalam menjalankan serta mematuhi pembatasan social dapat menambah atau menaikan kasus-kasus Covid-19 dalam waktu yang lebi lama. Menurut beliau, tantangannya bagi kita adalah kar DIRIena Covid-19 ini, menular dari manusia ke manusia, sementara itu, kita memiliki masalah yang besar di Indonesia bahwa DISIPLIN masyarakat kita sangat rendah. Dia mengatakan, bahwa masyarakat kita tidak memiliki DISIPLIN yang tinggi seperti rakyat Korea Selatan, Jepang dan China. Selain itu, rakyat Indonesia juga bukan termasuk rakyat yang pauh pada aturan atau patuh pada anjuran pemerintah atau tokoh agama. Dengan kondisi seperti ini, maka bukan tidak mungkin wabah Covid-19 ini, akan terus berlangsung untuk waktu yang lama dinegeri kita, dibandingkan negara-negara lainnya yang tingkat ke-DISIPLINAN warganya tinggi, karenanya kasus Covid-19, mengalami penurunan. Lihat saja negara yang pernah menjadi episentrum Covid-19, seperti Iran, Korea Selatan, Tiongkok, dan Jepang.sudah mengalami penurunan, sedangkan di Indonesia mengalami peningkatan. Oleh karena itu, jika kita ingin badai Covid-19 ini cepat berlalu, maka sangat diperlukan sinergi dan komitmen yang kuat untuk BERDISIPLIN DIRI dan DISIPLIN SOSIAL, baik itu pemerintah terlebih warganya. ApalagI, ke-DISIPLINAN merupakan salah satu karakter bangsa kita yang saat ini sedang di gaungkan dan diimplementasikan pada satuan pendidikan kita, melalui kegiatan KETELADANAN dan PEMBIASAAN hidup yang baik dan benar. Oleh karena itu, ketika warga bangsa menunjukkan sikap ke-DISIPLINAN, maka “MATA” dunia, akan melihat kita sebagai bangsa yang BERKARAKTER DISIPLIN-nya tinggi dan sudah pasti disegani.

“Kedisiplinan berat pada awalnya, tetapi menjadi menyenangkan jika sudah menjadi kebiasaan”.

“Kedisiplinan membutuhkan pengorbanan, tetapi kedisiplinan selalu membawa kebaikan yang lebih besar”.

Demikianlah tulisan ini, semoga dapat menggugah kesadaran, dan nurani kita akan pentingnya ke-DISIPLINAN DIRI dan SOSIAL, untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 yang sedang melanda negara kita ini. Ingat dan sadarilah bahwa dengan kita DISIPLIN, maka tidak saja diri kita yang selamat dari wabah Covid-19 saat ini, tetapi juga akan menyelamakan banyak nyawa, sembari menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sekali lagi slogan berikut baik untuk di renungkan “kalau bukan kita yang mendisiplinkan diri kita siapa lagi, dan kalau bukan sekarang saatnya, kapan lagi”. Akhirnya dari tulisan ini, baiklah direnungkan ungkapan ini, bahwa ”Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu selalu biru, bunga selalu mekar, dan mentari selalu bersinar. Tetapi ketahuilah, bahwa Dia selalu memberikan pelangi disetiap badai, senyum didisetiap air mata, berkat disetiap cobaan, dan jawaban disetiap DOA”. JADILAH PRIBADI YANG BERDISIPLIN… KARENA DENGAN BEGITU ANDA DISEBUT SEBAGAI MANUSIA YANG BERAKAL BUDI YANG BERKARAKTER BAIK.

 

(Penulis adalah Komunitas Frater BHK Ndao Ende)

Komentar

Jangan Lewatkan