oleh

Mengapa Penduduk NTT itu Miskin?

-Opini-1.118 views

Jika kita mengacu kepada teori tentang kemiskinan, berdasarkan data perekonomian makro Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak dilakukan analisis oleh saya pertama kali pada tahun 1999 sampai sekarang, maka sumber penyebab kemiskinan di NTT itu adalah kombinasi antara perangkap kemiskinan struktural (structural poverty trap) dan perangkap kemiskinan individual (individual poverty trap).

Apa itu Perangkap Kemiskinan Struktural (Structural Poverty Trap) dan Perangkap Kemiskinan Individual (Individual Poverty Trap)?

Perangkap Kemiskinan Struktural (Structural Poverty Trap) adalah keadaan miskin karena kelemahan struktur ekonomi yang tidak memberikan kesempatan kepada masyarakat umum (banyak orang) untuk memperoleh penghasilan yang memadai. Dalam pandangan teori kemiskinan struktural ini, orang-orang berada dalam kemiskinan karena mereka berada dalam sistem ekonomi tidak berkualitas yang menyebabkan pendapatan mereka tidak memadai sepanjang waktu. Berdasarkan pandangan ini satu-satunya cara untuk mengurangi kemiskinan adalah dengan mengubah struktur ekonomi menjadi lebih berkualitas untuk mengurangi perangkap ekonomi bagi orang-orang berpendapatan rendah itu yang terperangkap terus-menerus di dalam struktur perekonomian buruk itu.

Tetapi tanpa mempelajari struktur perekonomian makro NTT, banyak pejabat pembuat kebijakan di NTT dari dahulu sampai sekarang, meskipun pemerintahan telah berganti berkali-kali selalu berpandangan bahwa penyebab kemiskinan di NTT itu merupakan fenomena kemiskinan individu (Individual Poverty Trap) saja. Pandangan berdasarkan teori kemiskinan individual (Individual Poverty) ini selalu menganggap kemiskinan karena masyarakat umum (banyak orang) itu malas, tidak berpendidikan yang cukup, cuek, atau penyakit mental inferior (inferiority complex) dalam beberapa hal. Berdasarkan pandangan ini, maka perubahan mindset dari FIXED Mindset menjadi GROWTH Mindset, merupakan jalan keluar dari perangkap kemiskinan individual itu.

Daripada mempertentangkan kedua pandangan yang sangat ekstrim dan bertentangan ini antara Kemiskinan Struktural vs. Kemiskinan Individual, maka jalan keluar terbaik bagi pembuat kebijakan di NTT adalah melakukan kombinasi perubahan struktural melalui mendesain ulang sistem perekonomian yang membebaskan masyarakat NTT dari perangkap kemiskinan struktural yang memihak kepada masyarakat berpendapatan tidak memadai itu. Jalan keluar mengubah strktur perekonomian tidak berkualitas menjadi lebih berkualitas adalah mengembangkan perekonomian rakyat berbasis koperasi-koperasi produksi terintegrasi yang efektif dan efisien.

Sedangkan perbaikan pada kemiskinan individual adalah melalui mendesain ulang sistem pendidikan berkualitas yang memampukan generasi muda NTT memiliki kemampuan mengembangkan GROWTH Mindset mereka. Sistem pembelajaran tingkat tinggi (HOTS = Higher Order Thinking Skills) akan membebaskan pendidikan tidak berkualitas di NTT menjadi berubah menjadi pendidikan berkualitas berbasis pembentukan dan pengembangan karakter yang kuat, dimulai dari perubahan FIXED Mindset menjadi GROWTH Mindset itu.

Jika kedua kombinasi pendekatan itu (kemiskinan struktural & kemiskinan individual) tidak dilakukan berdasarkan pendekatan sistem terintegrasi, maka tidak akan ada kemajuan berarti sepanjang waktu dalam pemberantasan kemiskinan di NTT.

 

(Penulis adqlah Lean Six Sigma Master Black Belt & Certified Management Systems Lead Specialist)

Komentar

Jangan Lewatkan