oleh

Merebut Peluang Perubahan

-Opini-790 views

Oleh: Muhammad Husen Db, M.Pd

Kondisi pandemi Covid-19, dalam masa transisi di era kenormalan baru, hampir semua orang memilih ikut berubah. Ikut menyesuaikan diri, karena hanya perubahan yang bisa memperbaiki nasib. Keputusan bergegas maju hanya karena tidak ingin di tinggal oleh perubahan zaman yang memaksa. Zaman dimana ancaman hidup sesak terhimpit, tetapi saat yang bersamaan sejuta harapan peluang di depan mata. Peluang bagi mereka yang menyesuaikan diri dalam perubahan, dan ancaman bagi mereka yang tidak mampu menyesuaikan diri dalam gelombang perubahan itu. Tergilas dan tertindas bagi mereka yang pasrah dan tidak peduli, tetapi cahaya bagi mereka yang bergerak maju dan menerima sinar perubahan. Perubahan hanya bagi orang yang dengan cepat menyesuaikan, tidak hanya karna takut gagal lantas tidak berusaha.

Percepatan pembangunan menuntut semua orang untuk bertindak lebih cepat sesuai kondisi zaman. Zaman dimana hampir semua kebutuhan di dapat dari informasi berbasis online. Peluang ini memberikan ruang lebih bagi kaum milineal. Anak muda progresif. Masyarakat milineal diasumsikan dengan mereka yang berumur muda dan punya kreativitas tak terbatas. Kompetensi ini yang di buru oleh anak zaman sekarang. Semua online. Pemenang adalah siapa yang memiliki kreativitas dan skill yang melampaui yang lain. Kompetisi kreativitas. Siapapun yang hanya bertahan dalam monotonistis, maka akan tertinggal dari semua tumpukan peluang kesuksesan di depan mata. Flores Timur harus berubah.

Manifesto Peluang Perubahan

Pentingnya keberpihakan kepada perubahan disebabkan perubahan adalah rumah penyelamatan. Tidak bisa tidak. Karena hanya perubahan yang bisa menyelamatkan. Bagaimana mungkin kita ingin sejehtera tetapi tidak mampu bersaing. Bagaimana mungkin kita ingin maju tetapi tidak mampu mengejar ketertinggalan. Bagaimana mungkin kita ingin sejajar dengan daerah lain, tetapi kita tidak mampu merubah pola kerja. Kita harus berubah. Sejak lama Flores Timur dikategorikan sebagai daerah tertinggal. Dasar penentuan sebuah daerah sebagai daerah tertinggal memiliki beberapa kriteria, diantaranya; perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, kemampuan keuangan daerah, aksesibilitas, karakteristik daerah. 62 Tahun terhitung per tanggal 20 Desember 2020, adalah hitungan tahun yang cukup panjang. Lantas, apakah tidak ada cara lain untuk keluar dari kondisi saat ini?.

Apakah tidak ada peluang untuk bangkit dari ketertinggalan?. Jika tidak ada cara efektif, apakah tidak ada juga cara ekstrim untuk melakukan pola perubahan sosial. Perubahan yang punya daya dorong lebih atas perbaikan. Jawaban dari semua pertanyaan ini adalah Flores Timur, masih punya banyak cara. Flores Timur punya anak muda yang hebat. Salah satu sumber daya yang punya peran besar adalah anak muda produktif yang memiliki cara sendiri dalam mendorong perubahan dan perbaikan. Kemauan dan kemampuan dalam mengelola gerakan anak muda produktif harus lebih diprioritaskan. Melihat perkembangan zaman yang membuka ruang terhadap perubahan dan perbaikan, Flores Timur masih punya peluang besar untuk bisa maju sejajar dengan daerah lain. Pandangan hidup, pendirian hidup dan perilaku hidup harus menjadi serasi dalam praktik keserasian dalam mengikuti peluang perubahan. Tidak ada yang tidak mungkin, semua butuh proses, semua butuh usaha maksimal. Kesadaran atas pentingnya merebut peluang perubahan, sama pentingnya dengan kesadaran kita membenci kebodohan, kemiskinan dan ketertinggalan.

Flores Timur ingin daerahnya maju, masyarakatnya sejahtera, perekonomiannya berkembang, anak mudanya kreatif, hasil alamnya melimpah dan daya jualnya baik. Anak mudanya produktif dan berdaya saing serta pembangunan daerahnya tumbuh dan berkembang. Visi misi pembangunan harus menjadi kerjaan bersama, pemerintah merumuskan lantas bersama masyarakat menjalankan. Visi misi tidak hanya sebagai program politik, tetapi berlandaskan kebutuhan dasar masyarakat. Indeks pembangunan manusia bisa menjadi dasar peningkatan kualitas masyarakat. Pendidikan, kesehatan dan ekonomi adalah prasyarat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam proses peningkatan pemberdayaan masyarakat, batasan elitis yang renggang harus dileburkan. Program prioritas yang digagas oleh pemerintah harus secara sadar memberikan peluang kepada masyarakat untuk paham dan tahu harus berbuat apa. Dimana letak tugas masyarakat untuk ikut membantu pemerintah agar semua tugas dan tanggungjawab perubahan tidak hanya dipikirkan dan dikerjakan oleh pemerintah sendiri. Pelibatan masyarakat untuk tahu visi misi yang telah dituangkan dalam sistem kerja harus disampaikan kepada masyarakat untuk tahu dan paham. Jangan sampai masyarakat sangat tidak paham apa program kerja pemerintah. Dalam bahasa sederhana disebut dengan transparansi. Membuka secara lebar apa yang dikerjakan bersama agar Flores Timur bisa maju dan berkembang.

Masyarakat Flores Timur berkarakter akomodatif. Senang bersama, suka membantu, terbuka kepada kondisi apapun. Ini adalah peluang yang bisa digerakkan untuk keluar dari ketertinggalan. Salah satu alasan mengapa Flores Timur belum berkembang baik karena belum optimal pelibatan masyarakat dalam pergerakan perubahan. Pendampingan terhadap peluang perubahan harus terus dilakukan dan secara berkelanjutan. Mengajarkan masyarakat yang sejak lama masih menggunakan pola lama butuh kesabaran yang tinggi. Tidak satu kali, dua kali, tetapi harus dengan sistem terus menerus untuk didampingi cara kerja. Poin penting dari ingin memajukan Flores Timur dengan melibatkan masyarakat dengan pola transparansi dan pendampingan. Kita bisa melihat beberapa daerah kabupaten kota lain di Indonesia. Tidak usah jauh, kita sebut saja Bandung, Jawa Barat. Jika kita coba telusuri kota bandung dan sekitarnya, anak mudanya sangat kreatif. Berusaha sejak usia muda untuk berjualan, berdagang, berwiraswasta, berusaha mandiri dan segudang usaha lainnya. Ini yang masih belum banyak dilakukan oleh anak muda Flores Timur. Berjualan berpenghasilan sendiri masih sangat sedikit. Anak muda Flores Timur masih terjebak pada euforia yang menghabiskan banyak waktu untuk sekadar hura hura tanpa punya tujuan yang jelas. Dalam teori perubahan, tidak boleh lagi karakter lama dipakai untuk mengikuti ritme perubahan. Akan terus stag dan tidak jalan, bahkan akan lebih mundur. Maka momentum perubahan yang sangat baik di depan mata, harus diambil sebagai bagian dari cahaya perubahan yang selama ini dinanti oleh semua warga Flores Timur.

Rekomendasi terhadap perubahan dan perbaikan Flores Timur diantaranya; Pertama, pendampingan masyarakat untuk tahu visi misi pembangunan daerah dan paham melakukan apa dan bagaimana caranya. Pendampingan terus menerus hingga tercapai programnya. Kedua, kreatifitas anak muda saat ini harus dikonversikan sebagai kekayaan. Kekayaan yang tidak hanya punya nilai seni tetapi juga mendatangkan nilai jual. Nilai jual yang berdampak pada dua hal, satu untuk pelaku seni itu sendiri, termasuk untuk menjebatani kreativitas anak dan saat yang bersamaan menjadi jalan pengurangan pengangguran. Ketiga, jaringan anak muda Flores Timur produktif yang saat ini sedang berkarier di luar Flores Timur, bisa dijembatani untuk ikut membantu mengangkat Flores Timur untuk lebih maju. Keempat, pemerintah harus mampu meleburkan keakuan dalam kekitaan. Flores Timur bukan punya satu suku, bukan punya satu ras, satu agama, satu kelompok, satu pulau, tetapi Flores Timur punya kita semua. Flores Timur harus lebih baik, karena Flores Timur ingin maju dan berkembang seperti daerah lain. Karena Flores Timur punya kesempatan dan peluang itu.

(Penulis adalah Tenaga Ahli Badan Sosialisasi MPR RI)

Komentar

Jangan Lewatkan