oleh

Mudahkan Impor atau Kita Harus Siapkan Eskavator

-Opini-256 views

Oleh: Adian Napitupulu

Epidemik Corona diperkirakan akan memuncak di antara bulan Mei-Juni. Jika negara masih lambat bergerak dan penuh dengan birokrasi yang berbelit jangan kaget jika antara Mei dan Juni nanti bisa jadi negara harus siapkan banyak eskavator karena ribuan mungkin belasan ribu orang akan meninggal dunia lalu escavator akan bekerja siang malam menggali kuburan.

Kuburan massal harus dicegah dengan segala cara, salah satunya adalah dengan membuka keran impor untuk alat alat medis baik utuh maupun bahan baku terkait virus corona apakah itu masker, apd, thermometer, sarung tangan, sanitizer, disinfektan bahkan hingga alat test (Rapid Test). Semua pihak yang sanggup mengimpor alat alat tersebut selama kriteria dan uji alatnya layak “harus” diberi extra kemudahan impor bila perlu sementara waktu “dibebaskan dari bea import dan pajak” agar alat alat itu menjadi murah di beli siapapun.

Membebaskan semua pihak yang akan memasukan alat alat medis terkait Corona dari birokrasi impor akan membuat semua alat medis itu akan membanjiri indomart, carefour, alfamart hingga apotik, toko obat bahkan bisa jadi membanjiri warung warung klontong di perkampungan dan pasar pasar tradisional. Dalam situasi ini, “kebanjiran lebih baik daripada kekurangan.” Tugas pemerintah menjadi lebih ringan karena peran mengadakan alat medis yang tadinya dimonopoli penuh baik anggaran maupun distribusinya oleh pemerintah, berikutnya di ambil alih oleh banyak orang, dan “pemerintah mengambil peran sebagai pengontrol kualitas dan membuat patokan Harga Eceran Tertinggi” untuk setiap jenis alat medis itu.

Kalau negara bisa memanfaatkan para importir dan pedagang maka alat medis itu bisa sampai ke seluruh pelosok pedalaman dengan harga murah tanpa menguras anggaran pemerintah.

Selanjutnya Pemerintah bisa menghemat anggaran yang ada untuk digunakan fokus pada hal lain seperti membangun RS untuk karantina, mensubsidi obat dan alat medis untuk orang orang yang benar benar tidak mampu, lansia, tuna wisma dan lain-lain.

Dalam situasi darurat Corona seperti saat ini “biarkan saja importir mendapat sedikit untung”, pedagang bahkan apotik, warung warung juga mendapat sedikit untung, itu tidak masalah karena masalah mendesak dan terpenting saat ini adalah, Rakyat selamat!

Wabah Corona bukan seperti tsunami atau banjir atau gempa atau jenis bencana alam yang terlokalisir di satu tempat. “Wabah corona bisa mengorbankan siapa saja, kapan saja dan dimana saja di seluruh belasan ribu pulau di Republik ini.” Satu satunya cara memenangkan perang melawan virus Corona hanya bisa dilakukan dengan “membangun perlawanan Rakyat secara bersama sama.”

Ketika Apotik, Indomart, Alfamart, Toko Obat memiliki stock berlimpah akibat kran impor alat alat medis itu dibuka luas dan mudah maka berikutnya bisa saja “bidan dan perawat di pelosok kampung membeli APD dan rapid test lalu membuka layanan rapid test corona di teras rumahnya”, warga satu RT bisa urunan membeli disinfektan untuk menyemprot seluruh RT, di kampus kampus mahasiwa dengan APD yang mereka dapat di Indomart bisa membuka layanan rapid test yang mereka beli dari Alfamart.

Para relawan dan donatur bisa urunan membeli alat medis dari importir dan membagikannya ke puskemas puskesmas. Jangan kaget juga ketika tukang sayur yang berkeliling dengan motor dan gerobak sayurnya berikutnya tidak hanya menjual sayur tapi juga menjual masker dan berbagai jenis APD.

 

(Penulis adalah Politisi PDI Perjuangan)

Komentar

Jangan Lewatkan