oleh

‘New Normal’ di NTT sebagai Implementasi Kebebasan Bertanggung Jawab

-Opini-1.241 views

Oleh: Ando Rodja Sola

Usaha untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus corona di NTT hingga saat ini masih terus berjalan. Pemeritahan provinsi dan pemerintahan kabupaten/kota serta seluruh lapisan masyarakat NTT saling bekerjasama demi menanggulangi perkembangan virus corona yang kian meningkat. Dalam beberapa bulan terakhir ini, wilayah provinsi NTT menerapkan kebijakan social distancing, dengan tetap memperhatikan keseimbangan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat. Ada pun kebijakan lain dari masing-masing pemerintahan daerah, semisalnya dengan menutup wilayah perbatasan antar kabupaten. Kebijakan yang selama ini diterapkan oleh pemeritah dibuat berdasarkan kebutuhan masyarakat, dengan tetap memperhatikan protokoler kesehatan penanggulan pandemi virus corona. Pola kerjasama seperti ini akan terus berjalan hingga pandemi virus corona berakhir.

Berbagai kebijakan yang telah ditempuh oleh pemerintah, pada dasarnya merupakan bentuk keprihatinan dan perhatian mereka terhadap kenyamanan kehidupan masyarakat di tengah pandemi virus corona ini. Kenyamanan masyarakat yang dimaksudkan di atas berbasis pada kebutuhan ekonomi, sosial, dan pendidikan. Untuk menjamin tercapainya tujuan mulia ini, pemerintah mencanangkan pola hidup baru yang disebut new normal. New normal dipahami sebagai pola hidup baru dari pola kehidupan sebelumnya. Pola hidup new normal pada dasarnya menekankan normalisasi kehidupan masyarakat dari berbagai aspek kehidupan. Itu berarti, masyarakat kembali menjalankan aktivitas seperti biasanya, dengan tetap meningkatkan produktivitas perekonomian yang selama ini mengalami degenarasi (kemerosotan) akibat pandemi virus corona. Pemahaman tetang pola hidup baru atau new normal, juga dipahami sebagai kesempatan masyarakat untuk bebas melakukan segala sesuatu dan serta mengembalikan kebiasaan pola hidup yang selama ini dikekang oleh pandemi virus corona. Oleh karena itu, kebijakan new normal yang akan diterapkan oleh pemerintahan provinsi NTT pada 15 juni mendatang (Gubernur NTT, berita Media Okezone, Kamis, 28 Mei 2020) menjadi salah satu harapan terbesar bagi seluruh lapisan masyarakat NTT untuk memperbaiki situasi hidup yang selama ini berjalan tidak normal.

New normal Berpotensi Melahirkan Kecemasan Baru Bagi Masyarakat NTT

Kebijakan new normal yang dicanangkan oleh pemerintahan pusat, membawa harapan besar bagi seluruh masyarakat Indonesia dan masyarakat NTT pada khususnya. Pola hidup baru yang dimaksudkan dalam kebijakan new normal, menekankan pada pembaharuan pola hidup masyarakat yang selama ini rusak karena pandemi virus corona. Pembaharuan pola hidup kemasyarakatan mencakupi sektor perkonomian, sanitasi kemasyarakatan, mobilitas masyarakat, dan sektor pendidikan bagi para pelajar. Sektor-sektor yang disebutkan ini menjadi titik pembaharuan yang akan diperhatikan selama masa new normal berlangsung. Meskipun kebijakan new normal menekankan pada perubahan baru bagi kehidupan masyarakat, namun perkembangan virus corona tetap menjadi prioritas utama yang selalu diperhatikan. Oleh karena itu, pembaharuan terhadap pola hidup masyarakat atau new normal harus tetap dipahami sebagai salah satu upaya untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus corona.

Kebijakan new normal memang sangat baik untuk memperbaiki kemerosotan yang selama ini terjadi, tetapi tidak menutup kemungkinan keleluasaan dalam era new normal menjadi pintu masuk baru bagi penyebaran virus corona dengan skala yang lebih besar lagi. Ketika konsentrasi seluruh masyarkat NTT hanya ditujukan pada pembaharuan berbagai sektor kehidupan, pada saat yang sama kemungkinan untuk mengikuti protokoler kesehatan dan Perpu yang telah dicanangkan oleh pemerintahan pusat bisa saja diabaikan. Kebijakan new normal tidak hanya bertujuan untuk mengembalikan stabilitas kehidupan masyarakat, tetapi juga lebih dari itu, yaitu dengan adanya kebijakan new normal ini, menjadi salah satu bentuk antisipasi jangka panjang untuk menutup penyebaran virus corona ke level yang lebih tinggi. Oleh karena itu, pemerintah, dan seluruh gugus tugas yang bekerja, serta seluruh masyarakt NTT, hendaknya menanggapi era new normal ini sebagai bentuk perlawanan terhadap virus corona, dengan tetap menjalankan kententuan-ketentuan yang sudah berlaku sebelum kebijakan new normal diberlakukan secara resmi.

Masyarakat NTT boleh saja menjalankan kebijakan new normal dengan bebas dan kembali membuat normalisasi terhadap pola hidup lama, tetapi harus tetap waspada, tetap menjaga jarak, menggunakan masker, dan lebih banyak melakukan aktivitas di dalam rumah. Kesempatan untuk menjalankan hidup normal tidak dipergunakan untuk melampiaskan kebebasan yang selama ini terkurung, tetapi memperbaiki pola hidup untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus corona di seluruh wilayah NTT. Oleh karena itu, pemerintahan NTT serta seluruh masyarakat NTT mempunyai tanggung jawab besar hingga berakhirnya virus corona ini.

New normal sebagai Implementasi Kebebasan yang Bertanggung Jawab

Konsep kebebasan dipahami sebagai hak kodrati manusia untuk mengatur hidupnya sesuai dengan tujuan dan cita-cita hidupnya. Kebebasan melegalkan tindakan kreativitas manusia tanpa tekanan dan dorongan dari pihak lain. Kebebasan yang mutlak mengandaikan bahwa manusia mampu berinteraksi secara leluasa dengan realitas yang dihadapainya. Artian ini menghantar masing-masing individu pada pelaksanaan kebutuhan hidup yang secara hakiki hadir dalam kehidupan manusia. Fakta sosial ini, pada akhirnya menjelaskan kebebasan sebagai sikap bebas manusia tanpa tekanan dari pihak lain, untuk menemukan makna hidupnya. Tujuan akhir dari pelaksanan kebebasan individu ialah selalu mengarahkan manusia pada kebaikan dalam kehidupan bersama (bonum commune). Untuk mencapai tujuan ini, maka kebebasan individu akan sangat memberikan pengaruh besar kepada individu-individu lain. Ketika kebebasan ini dilaksanakan dengan baik, dan bertanggung jawab, maka tujuan akhir dari nilai kebebasan ini bisa dicapai dengan baik pula. Nilai kebebasan pada dasarnya membentuk karakter individu sebagai pribadi yang bertanggung jawab dengan kebebasannya sendiri.

Pelaksanaan kebijakan new normal yang dicanangkan pemerintah pada dasarnya melegalkan tindakan kebebasan bagi masyarakat Indonesia pada umumnya dan bagi masyarakat NTT pada khususnya. Era new normal memberikan kesempatan yang bebas bagi masyarakat NTT untuk mengubah pola hidup ke arah yang lebih baik. Masyarakat NTT kembali beraktivitas secara bebas dan diharapkan mampu memperbaiki aspek-aspek kehidupan yang selama ini mengalami kemerosotan. Kesempatan ini diharapkan mampu menciptakan kenyamanan dan kesejahteraan bagi masyarakat NTT. Masyarakat NTT harus mampu membuat perubahan besar, sebagai upaya normalisasi kehidupan akibat pandemi virus corona. Meskipun era new normal melegalkan kebebasan, masyarakat NTT diharapkan mampu mengoptimalkan kesempatan ini sebagai aplikasi kebebasan yang bertanggung jawab. Konsep ini mengahantar masyarakat NTT untuk selalu sadar, bahwa kebebasan dalam era new normal harus selalu dipahami sebagai upaya menanggulangi penyebaran virus corona. Sikap tanggung jawab hendaknya menjadi sikap yang mesti ditanamkan dalam diri masing-masing. Upaya perbaikan pola hidup bisa saja dilakukan dengan bebas, tetapi harus tetap memperhatikan aturan pemerintah tentang antisipasi penyebaran virus corona dan protokoler kesehatan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan pemerintahan pusat.

Menanamkan sikap tanggung jawab dalam diri merupakan bentuk partisipasi secara individual untuk turut memutuskan mata rantai penyebaran virus corona di wilayah NTT. Kesadaran untuk menjalankan kebebasan yang bertanggung jawab dalam era new normal ini, mempunyai nilai tersendiri ketika itu dilakukan dengan serius oleh seluruh masyarakat NTT, demi tercapainya kesejahteraan hidup seluruh masyarakat.

 

(Penulis adalah Mahasisiwa SFTK Ledalero-sekarang menetap di Wisma Agustinus Seminari Tinggi Santu Paulus Ledalero)

Komentar

Jangan Lewatkan