oleh

Pembangunan Berbasis Data, Masyarakat Wajib Sensus Online di tengah Pendemi

-Opini-570 views

Oleh : Nurul Imani

Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) resmi memperpanjang pelaksanaan Sensus Penduduk Online. Semula pelaksanaan sensus penduduk online dijadwalkan terlaksana pada tanggal 15 Februari – 31 Maret 2020 diperpanjang hingga 29 Mei 2020. Perpanjangan waktu tersebut dikarenakan Indonesia sedang dilanda pendemi penyebaran virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19. World Health Organization (WHO) telah menetapkan status pandemi global akibat virus. Hal tersebut karena virus ini menyebar sangat cepat ke berbagai negara di belahan bumi dan tingkat keparahannya yang sangat mengkhawatirkan. Di Indonesia, kasus covid-19 pertama kali di umumkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 2 Maret 2020 dengan jumlah kasus positif sebanyak 2 orang. Namun per hari ini tanggal 10 Mei 2020 jumlah kasus tersebut telah meningkah. Menurut data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 bahwa hingga tulisan ini dibuat pada tanggal 10 Mei 2020 pukul 10:08 WITA rata-rata peningkatan jumlah kasus positif di Indonesia setiap harinya adalah sebanyak 201 orang.

BPS memperpanjang waktu sensus penduduk online ini dengan harapan jumlah penduduk yang berpartisipasi kian meningkat. Namun, ditengah harapan besar tersebut masih banyak masyarakat yang belum memahami apa itu kegiatan sensus penduduk, kenapa harus sensus penduduk Online dan bagaimana dengan keamanan dan kerahasian data yang telah diberikan oleh masyarakat?

Sensus Penduduk Online 2020

Sensus penduduk adalah pencacahan atau pendataan seluruh penduduk Indonesia untuk memperoleh data jumlah dan karakteristik dari penduduk pada waktu tertentu. Kegiatan ini rutin dilaksanakan oleh BPS tiap 10 tahun sekali pada tahun yang berakhiran 0 (nol). Pada tahun 2020 pelaksanaan sensus penduduk merupakan pelaksanaan yang ke tujuh sejak Indonesia merdeka dimana sensus penduduk pertama kali dilaksanakan pada tahun 1961. Selain memperoleh data jumlah dan karakteristik dari penduduk Indonesia, tujuan lain dari pelaksanaan sensus penduduk adalah untuk menyediakan parameter demografi dan proyeksi penduduk (fertilitas, mortalitas, dan migrasi) serta karakteritstik penduduk lainnya untuk keperluan proyeksi penduduk atau indikator SDGs dan sebagai upaya perwujudan menuju satu data kependudukan Indonesia dengan menggunakan data administrasi kependudukan dari Ditjen Dukcapil sebagai basis data dasar yang kemudian dilengkapi pada seluruh rangkaian pelaksanaan sensus penduduk 2020.

Ada yang berbeda pada pelaksanaan sensus penduduk tahun ini, yaitu adanya terobosan baru atau sistem baru dalam pendataan yang belum pernah dilakukan pada tahun sebelum-sebelumnya. Terobosan baru ini guna menunjang pelaksanaan kegiatan sensus penduduk dan memperoleh data yang berkualitas, seperti : mengatasi responden yang tidak tersentuh oleh petugas sensus, menghemat anggaran dalam mencetak kuesioner dan perekrutan petugas yang berlebih, dan mengefisiensi penggunaan waktu dan tenaga dalam pelaksaan sensus. Terobosan baru tersebut dikenal dengan istilah “Sensus Penduduk Online 2020”. Dilansir dari situs resmi BPS, sensus penduduk online 2020 ini ada karena untuk memudahkan masyarakat mengupdate data dirinya kapan saja secara mandiri menggunakan gadget yang dimiliki seperti smartphone, tablet, laptop, maupun komputer yang terhubung dengan sinyal internet selama periode pelaksanaan sensus penduduk berlangsung, terlihat bahwa literasi masyarakat terhadap penggunaan teknologi informasi yang semakin baik, dan menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang arti penting data, dimulai dari informasi pribadi dalam data kependudukan. Tatacara mengupdate data diri pada sensus penduduk online 2020 adalah :

  1. Masuk pada laman sensus.bps.go.id
  2. Memasukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK).
  3. Isi kode yang muncul di bawah kotak no KK, lalu cek keberadaan.
  4. Buat Password dan pilih pertanyaan keamanaan. Masuk dan Mulai Mengisi.
  5. Ikuti petunjuk pengisian dan Jawablah pertanyaan dengan jujur dan benar.
  6. Setelah semua pertanyaan terjawab dan tidak ada yang terlewat, status seluruh anggota keluarga “Sudah Update” maka Klik Kirim.
  7. Setelah berhasil terkirim, download bukti pengisian.

Keamanan dan kerahasiaan data yang diberikan masyarakat pada sensus penduduk dilindungi oleh Undang-Undang No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik, tepatnya pada pasal 21 yang berbunyi “Penyelenggara kegiatan statistik wajib menjamin kerahasiaan keterangan yang diperoleh dari responden” dan pasal 24 yang berbunyi “Ketentuan mengenai jaminan kerahasiaan keterangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 berlaku juga bagi petugas statistik”.

Partisipasi Masyarakat

Sebanyak 35.888 penduduk Kabupaten Sumba Timur atau sekitar 13,88% dari jumlah penduduk telah berpartisipasi dalam sensus penduduk online per tanggal 09 Mei 2020 pukul 23.59 WITA. Jumlah tersebut meningkat apabila dibandingkan dengan jumlah per tanggal 13 April 2020 yang tercatat sebanyak 30.935 partisipan namun peningkatan tersebut terbilang sedikit lambat. Hal tersebut dipengaruhi oleh letak geografis Kabupaten Sumba Timur dan fasilitas yang terdapat di dalam wilayah ini. Secara geografis Kabupaten Sumba Timur memiliki luas 63,65% dari luas pulau Sumba. Artinya Kabupaten Sumba Timur adalah kabupaten terluas di daratan Pulau Sumba dengan jumlah kecamatan sebanyak 22 Kecamatan yang terdiri dari 156 Desa/Kelurahan. Ketersediaan sinyal internet di Kabupaten ini belum merata. Berdasar data Statistik Potensi Desa Kabupaten Sumba Timur tahun 2018, sebanyak 22 Desa/Kelurahan yang dijangkau oleh sinyal 4G/LTE, 42 Desa/Kelurahan yang dijangkau oleh sinyal 3G/H/H+, 25 Desa/Kelurahan yang dijangkau oleh sinyal 2G/E/GPRS, dan 36 Desa/Keluarahan yang tidak terjangkau oleh sinyal internet. Berdasarkan data yang sama, Kecamatan yang lebih dari 50% jumlah desa/kelurahannya terjangkau sinyal 4G/LTE dan 3G/H/H+ adalah Kecamatan Kota Waingapu, Kambera, Kanatang, Lewa, Nggaha Ori Angu, Lewa Tidahu, Kahaungu Eti, Pahunga Lodu, Rindi, Umalulu, dan Pandawai.

BPS Kabupaten Sumba Timur memberikan harapan kepada kecamatan-kecamatan yang terjangkau sinyal 4G/LTE dan 3G/H/H+ untuk partisipasinya disisa-sisa waktu pelaksanaan sensus penduduk online yang tersisa 19 hari lagi, tanpa mengurangi harapan kepada kecamatan lainnya. Di tengah fokus pemerintah dan tenaga medis dalam menangani pademi penyakit covid-19, tetaplah di rumah aja, jaga jarak/kontak langsung dengan orang lain, hindari perkumpulan dan keramaian. Walaupun #DiRumahSaja, kita tetap dapat ikut berpartisipasi dalam #MencatatIndonesia. Update data diri pada #SensusPendudukOnline2020. Data itu mahal, namun membangun negeri tanpa data jauh lebih mahal.

 

(Penulis adalan ASN di BPS Kabupaten Sumba Timur – NTT)

Komentar

Jangan Lewatkan