oleh

Sensus Penduduk Online di Tengah Pandemi Corona

-Opini-524 views

Oleh : Marthin Fernandes

Dunia saat ini mengalami pandemi penyakit akibat penyebaran virus Corona atau biasa disebut dengan penyakit COVID-19. Penyakit ini pertama kali ditemukan terjangkit pada tubuh manusia di Kota Wuhan, China. World Health Organization (WHO) telah menetapkan status pandemi global akibat virus ini sejak 11 Maret 2020. Status pandemi global ini sebagai akibat dari penyebaran ke berbagai negara di belahan bumi yang terjadi begitu cepat. Hingga tulisan ini dibuat pada tanggal 24 Maret 2020 pukul 13.00 WITA, sudah terdapat sekitar 381.755 kasus positif COVID-19 di 195 negara di dunia, dimana jumlah kematiannya mencapai 16.558 jiwa atau sekitar 4,33 persen dari jumlah kasus positif.

Virus Corona sebagai Penyebab Penyakit COVID-19

Menurut WHO, masa inkubasi dari virus Corona diperkirakan antara 1-14 hari. Masa inkubasi merupakan selang waktu dari paparan virus hingga timbulnya gejala klinis. Penyakit ini menginfeksi organ pernafasan dimana resiko kematian akan lebih tinggi jika pasien telah lebih dulu mengidap suatu penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi.

Secara umum, gejala orang yang terinfeksi virus Corona adalah demam dengan suhu di atas 38 derajat, batuk kering secara berulang-ulang, bersin-bersin, sesak nafas hingga mengalami pneumonia. Sementara itu, penularan virus Corona dapat terjadi melalui berbagai hal seperti tetesan cairan yang berasal dari batuk dan bersin, kontak pribadi seperti saling bersentuhan atau berjabat tangan, hingga menyentuk benda yang telah terkontaminasi virus kemudian menyentuh mulut, hidung atau mata sebelum mencuci tangan.

Kasus Corona di Indonesia

Kasus positif COVID-19 di Indonesia pertama kali ditemukan pada 3 Maret 2020. Menurut data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, hingga kondisi terakhir pada 23 Maret 2020 pukul 13.00 WITA, jumlahnya sudah meningkat sebanyak 579 orang yang tersebar di 22 provinsi di Indonesia, paling banyak di Provinsi DKI Jakarta sebesar 353 kasus. Angka kematian COVID-19 sudah mencapai 49 jiwa (8,46 persen dari total kasus positif). Jumlah ini juga masih bisa bertambah mengingat penyebaran virus Corona yang begitu masif.

Sementara itu, untuk provinsi NTT, kondisi terakhir pada 23 Maret 2020, sebanyak 101 orang yang berstatus ODP (Orang Dalam Pengawasan) COVID-19 yang tersebar di 15 kabupaten/kota. Untuk diketahui, terdapat empat istilah sebutan terhadap orang yang diduga terinfeksi virus Corona. ODP yaitu orang yang baru melakukan perjalanan ke negara terjangkit, PDP (Pasien Dalam Pengawasan) adalah orang yang memiliki gejala terjangkit virus Corona, suspect yaitu PDP yang memiliki gejala serta pernah melakukan kontak dekat dengan pasien positif COVID-19, dan terakhir dinyatakan positif COVID-19 jika sudah terkonfirmasi dengan pemeriksaan klinis dan laboratorium.

Saat ini, vaksin virus Corona masih belum ditemukan sehingga pencegahan agar virus ini tidak makin menyebar harus menjadi prioritas utama dan menjadi kewaspadaan dari masing-masing individu. Banyak hal yang dapat dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan virus Corona, antara lain mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun maupun disinfektan/hand sanitizer, menggunakan masker jika sedang sakit atau berada di tempat yang berisiko terpapar virus Corona, menjaga daya tahan tubuh dengan makanan yang sehat dan suplemen penambah imun ataupun meminimalisir kontak.

Physical-Distancing

Beberapa negara sudah melakukan lock-down di beberapa wilayahnya untuk membatasi akses keluar masuk dari dan ke dalam negara tersebut dan menerapkan aturan yang membatasi penduduknya dalam beraktifitas di luar rumah sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona yang semakin luas. Saat ini, pemerintah Indonesia masih belum mengambil kebijakan untuk menerapkan lock-down. Sebagai gantinya, pemerintah menginstruksikan untuk melakukan karantina maupun isolasi diri serta membatasi aktivitas di luar rumah jika tidak dalam keadaan yang mengharuskan.

Presiden Jokowi telah menginstruksikan untuk kerja dari rumah, belajar dari rumah, dan ibadah dari rumah. Hal ini disebut social-distancing (menjaga jarak sosial) yang kemudian baru-baru ini diubah penyebutannya menjadi physical-distancing yang pada intinya merupakan sebuah tindakan yang bertujuan mencegah kontak dengan orang-orang yang berisiko menularkan penyakit maupun menghindari perkumpulan banyak orang dengan menjaga jarak minimal 1 meter.

Gubernur NTT, Victor Laiskodat, telah mengeluarkan surat edaran tentang pencegahan COVID-19 yang pada intinya sejalan dengan pemerintah pusat untuk menerapkan berbagai upaya pencegahan virus Corona dan melakukan physical-distancing. Memang untuk saat ini belum terdapat penduduk NTT yang dinyatakan sebagai suspect maupun positif Corona. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat kita tidak tahu kemungkinan penyebaran virus ini di hari-hari ke depan.

Sensus Penduduk 2020

Di tengah fokus pemerintah dan masyarakat terhadap virus Corona, negara kita juga sedang menggelar Sensus Penduduk dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik RI yang bertujuan menghasilkan satu data kependudukan dengan menggunakan data administrasi kependudukan sebagai data dasar. Harapannya, data yang dihasilkan ini dapat digunakan pemerintah sebagai dasar pengambilan kebijakan. Sensus Penduduk 2020 (SP2020) juga merupakan pelaksanaan sensus yang ketujuh sejak Indonesia merdeka. Setiap penduduk memiliki hak untuk tercatat dan juga berkewajiban untuk ikut serta dalam mengisi Sensus ini, sebab setiap penduduk di Indonesia harus tercatat.

Namun, ada yang berbeda dalam pelaksanaan SP2020 ini. Sensus Penduduk 2020 untuk pertama kalinya dilaksanakan dengan 2 cara yang berbeda yaitu Sensus Penduduk Online (SP Online) pada 15 Februari sampai 31 Maret 2020 dan Sensus Penduduk Wawancara pada bulan Juli 2020. Adanya opsi SP Online ini dapat memfasilitasi masyarakat untuk ikut sensus di tengah pandemi virus Corona yang membatasi pertemuan tatap muka.

Pelaksanaan SP Online dilakukan dapat dilakukan secara mandiri menggunakan gadget yang dimiliki seperti smartphone, laptop, tablet, maupun komputer yang terhubung dengan internet, kemudian mengakses website SP Online di sensus.bps.go.id. Masyarakat perlu memasukkan NIK dan No. KK yang dimiliki untuk dapat bisa masuk ke dalam kuesioner sensus untuk kemudian menjawab pertanyaan tentang data kependudukan seperti tanggal lahir, suku, pendidikan, alamat, hingga status pekerjaan.

Bela Negara di Kondisi Sekarang

Di tengah perang terhadap pandemi virus Corona ini, membatasi diri untuk pergi kemana-mana merupakan hal yang sangat membantu, sembari berharap pemerintah dan tenaga medis dapat bersinergi dalam mengatasi penyakit ini. Tidak hanya itu, masyarakat juga masih bisa ikut bela negara, khususnya dalam penyediaan data statistik kependudukan yang lebih baik, dengan ikut serta mengisi Sensus Penduduk Online yang tersisa waktu kurang dari seminggu lagi sebelum bulan Maret berakhir. Mari menjaga kesehatan dan mencatatkan diri melalui SP Online. Mari #MencatatIndonesia dengan tetap #KawalCovid19 dan tetap berharap keadaan lekas membaik, serta jangan lupa, batasi diri jika tidak ada kegiatan yang mengharuskan ke luar dengan tetap #DiRumahAja.

Komentar

Jangan Lewatkan