oleh

“Sport Tourism” Bukit Kelimara

-Opini-960 views

Semarak perhelatan pelangi nusantara di Kabupaten Ende pada 12 Agustus 2020 lalu masih membekas sampai saat ini. Atraksi paramotor dan paralayang yang dilakukan oleh TNI AU di atas puncak bukit Kelimara menjadikan event tersebut sangat spesial karena menjadi atraksi dirgantara yang pertama di Ende. Banyak pihak mengunggah dan memposting atraksi tersebut di berbagai media sosial, serta menyebarluaskannya. Kekaguman dan kebanggaan banyak pihak terhadap atraksi ini karena dilandasi oleh terpilihnya Kota Ende sebagai tempat kedua perhelatan Pelangi Nusantara setelah Kota Manado dan sekaligus mengukuhkan Kelimara sebagai salah satu destinasi wisata olahraga di Kabupaten Ende.

Berbicara tentang wisata olahraga (Sport Tourism), tidak terlepas dari aktivitas olahraga sebagai daya tarik utama atraksi wisatanya. Pariwisata olahraga adalah bagian dari pariwisata yang dilakukan melalui integrasi antara olahraga dan pariwisata. Pariwisata olahraga berkembang dan membuka lapangan kerja baru di industri pariwisata. Di berbagai kota dan berbagai negara, pariwisata olahraga digunakan untuk mendorong dan mempromosikan pariwisata, maupun menggunakan olahraga atau pertunjukkan/pertandingan olahraga sebagai kendaraan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi (Nicolau dkk, 2017; Yeh dkk, 2016).

Bukit Kelimara adalah salah satu lokasi paralayang di Indonesia. Ada banyak lokasi paralayang di Indonesia seperti Bukit Paralayang di Yogyakarta, Gunug Banyak di Batu, Bukit Tibis di Bali dan lokasi-lokasi lainnya di Indonesia. Namun Bukit Kelimara menjadi spot yang berbeda dan unik karena disuguhi hamparan laut dan pemandangan kota Ende. Bukit Kelimara berbeda dengan lokasi lain karena terletak dekat dengan Kota sedangkan lokasi lain berada jauh dari pusat kota. Hal ini diutarakan oleh Asisten Potensi Dirgantara (Apotdirga) Marsekal Irwan Nurhadi mewakili TNI AU saat menghadiri perhelatan Pelangi Nusantara tesebut.

Bukit Kelimara sebagai salah satu potensi objek daya tarik wisata olahraga memerlukan pengembangan berkelanjutan. Pengembangan potensi wisata olahraga tersebut meliputi infrastruktur, Sumber Daya Manusia, kebijakan dan strategi pengembangan pariwisata. Ada dua hal yang menjadi pokok perhatian terkait objek wisata olahraga Bukit Kelimara yakni sebagai promosi wisata daerah, dan penguatan ekonomi, sosial dan budaya.

Promosi Wisata Daerah

Kabupaten Ende memiliki banyak potensi wisata. Potensi daya tarik wisata yang terdata adalah sebanyak 108 buah dengan rincian 62 buah wisata alam, 31 buah wisata budaya dan 15 buah wisata buatan. Objek wisata unggulannya yakni Danau Kelimutu dan Situs peninggalan Bung Karno. Selebihnya objek wisata tersebut masih belum berkembang signifikan dan bersifat lokal.

Promosi pariwisata diperlukan untuk memperkenalkan objek wisata kepada wisatawan yang akan datang berkunjung. Berbagai strategi promosi wisata dilakukan salah satunya melalui Event pariwisata nasional seperti Festival Parade Pesona Kebangsaan (BT: 2020). Akan tetapi event tersebut belum cukup menunjang peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Data dari BPS tahun 2019 menyebutkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Ende sebanyak 86.439 orang. Bandingkan dengan Labuanbajo yang jumlah kunjungan wisatawannya sebanyak 176.835 orang. Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Ende belum mampu mencapai target yang diharapkan oleh Dinas Pariwisata sebanyak 92.248 orang di tahun 2019.

Atraksi wisata olahraga paralayang di Bukit Kelimara bisa menjadi bentuk promosi wisata daerah. Bukit Kelimara memiliki potensi wisata yang besar dan dapat berkembang menjadi destinasi favorit wisatawan. Daya tarik objek wisata olahraga ini dapat menjadi salah satu bentuk promosi wisata daerah dan bisa berkembang dengan baik jika mendapat dukungan beru­pa sumber daya alam yang baik, sumber daya manusia yang berkualitas, infrastruktur yang bagus, serta organisasi pengelola wisata yang jelas. Pada akhirnya jumlah kunjungan wisatawan yang ingin datang ke Bukit Kelimara dapat bertambah dan dikenal luas. Hal ini berpengaruh terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan sebagai salah satu tujuan promosi wisata daerah.

Penguatan Ekonomi, Sosial dan Budaya

Pariwisata tidak terlepas dari tiga aspek utama yakni ekonomi, sosial dan budaya. Penguatan secara ekonomi merujuk kepada peningkatan pendapatan masyarakat lokal yang berada di sekitar lokasi objek wisata. Penguatan secara sosial berkaitan dengan interaksi wisatawan dengan masyarakat lokal dan penguatan secara budaya merepresentasikan kesiapan budaya lokal terhadap nilai-nilai pariwisata. Ketiga aspek ini menjadi faktor penarik minat masyarakat lokal untuk berpartisipasi dalam pengembangan objek wisata setempat dan faktor pendukung bagi wisatawan untuk datang berkunjung.

Potensi untuk menggerakkan ekonomi lokal bagi masyarakat sekitar diwujudkan lewat berbagai cara seperti adanya kios dan warung seputar objek wisata, petugas parkir, layanan pemandu wisata, layanan kendaraan menuju lokasi dan lain sebagainya. Masyarakat lokal dapat menangkap peluang ekonomi tersebut dengan cara berperan dan berpartisipasi secara aktif untuk mengelola objek wisata tersebut.

Pengaruh secara sosial budaya bisa ditemukan lewat interaksi masyarakat lokal dengan wisatawan. Interaksi sosial ini dapat dibentuk dengan pelayanan pariwisata yang sesuai standar kepariwisataan. Pembelajaran sosial budaya bisa diaplikasikan lewat atraksi tambahan seperti pementasan tarian daerah dan makanan khas lokal bagi wisatawan. Hal-hal menarik dan khas kedaerahanlah yang dapat menarik minat wisatawan dan menjadi nilai tambah bagi objek wisata tersebut dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat lokal lewat jasa-jasa yang ditawarkan kepada wisatawan.

Objek wisata Bukit Kelimara dapat menjadi objek wisata olahraga unggulan apabila ada strategi pengembangan pariwisatanya. Strategi pengembangan yang bisa dilakukan yakni: pertama, penyelenggaraan event tahunan yang inovatif dengan memanfaatkan potensi wisata untuk menarik kunjungan wisatawan, sehingga akan siap dalam menghadapi persaingan antar objek wisata; Kedua, bekerjasama dalam hal pengelolaan kawasan dengan dinas-dinas terkait seperti Dinas Pariwisata terkait pengelolannya dan Dinas PUPR dalam hal kesiapan infrastruktur; Ketiga, melibatkan seluruh stakeholder pariwisata seperti para pelaku pariwisata dan para akademisi dalam mencari bentuk dan solusi terbaik untuk pengembangan objek wisata; dan keempat, pengembangan kawasan pariwisata olahraga paralayang dilakukan dengan prinsip berkelanjutan.

Objek daya tarik wisata olahraga (Sport Tourism) Bukit Kelimara diharapkan menjadi objek wisata favorit dan menjadi atraksi wisata olahraga yang menarik bagi wisatawan. Ende bisa lebih dikenal luas lagi bukan hanya karena adanya Danau Kelimutu dan tempat lahirnya Pancasila tetapi sebagai salah satu tujuan wisata olahraga paralayang terunik di Indonesia.

 

(Penulis adalah Alumnus Magister Kajian Pariwisata UGM)

Komentar

Jangan Lewatkan