oleh

Surya Kebenaran Hukum Berpihak Pada “Iren Surya”

-Opini-2.020 views

Oleh: Sil Joni

Kontestasi Politik Pilkada Manggarai Barat edisi 9 Desember 2020 sudah digelar. Tetapi, kisah di balik ‘dinamika politik elektoral’ itu masih membekas dalam layar memori kolektif publik. Ada banyak fragmen cerita perdebatan yang menguras energi atensi publik dan mungkin tak terlupakan dalam pentas sejarah perpolitikan lokal.

Pilkada adalah momen berkompetisi (bertarung) memperebutkan posisi pemimpin politik di level lokal. Sebagai sebuah ‘pertarungan politik’, maka para kontestan berusaha mempersiapakan ‘senjata politik’ yang efektif untuk ‘menjungkalkan’ para rival politik. Isu hukum, tak bisa dipungkiri bisa berubah menjadi ‘pedang mematikan’ ketika dipakai untuk menjegal langkah lawan politik.

Persis senjata hukum inilah yang dioptimalisasi oleh para aktor politik dalam drama penetapan pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati Manggarai Barat sebelum memasuki babak debat kandidat dan fase ‘pemungutan suara’. Salah satu nama yang layak dicatat dengan dawat kencana dalam menangkis serangan hukum yang berseliweran di pelbagai kanal diskursus publik lokal adalah Irenius Surya.

Selain sebagai Sekretaris Partai NasDem, pak Iren, demikian sapaan akrabnya, dikenal luas sebagai salah satu advokat muda yang berkantor di Labuan Bajo. Beliau dengan sangat cerdas dan taktis ‘meladeni’ setiap perdebatan hukum yang ditiupkan oleh para rival politik terkait keabsahan pencalonan Edi-Weng dalam kontestasi ini.

Sekedar untuk diketahui bahwa dalam kontestasi Pilkada Manggarai Barat, Pak Iren mendapat kepercayaan sebagai Ketua Tim Hukum dari paslon Edi-Weng. Sebagai ketua tim, tentu saja dirinya ‘terpanggil’ untuk meluruskan isu pembelokkan kebenaran hukum yang sengaja dihembuskan oleh para ‘pembela’ yang berafiliasi dengan paslon tertentu.

Publik tentu selalu mengikuti perkembangan telaah hukum dari pak Iren berkaitan dengan ‘persoalan yang dihadapi paslon Edi-Weng’, baik dalam bentuk tulisan di berbagai kanal media sosial, maupun dalam setiap sesi diskusi informal di warung kopi dan rumah pribadi beliau. Dalam pelbagai kesempatan diskusi itu, saya menangkap kesan perihal ‘kegigihan dan kekonsistenan’ beliau terhadap kebenaran hukum yang sedang mereka pertahankan.

Terus terang, secara pribadi saya merasa ‘diperkaya’ oleh beliau terkait dengan substansi dan pelbagai terminologi teknis yang terdapat dalam dunia praksis dan teori hukum (positif). Sebagai orang yang ‘awam’ dengan dunia hukum, saya tak sungkan untuk ‘mengorek’ isi kepala beliau berkaitan dengan isu hukum yang sedang hangat diperbincangkan oleh ‘para pakar hukum’ di jagat maya.

Sebagian artikel opini saya di berbagai media online yang membahas isu hukum, terinspirasi oleh diskusi simpatik bersama beliau. Kajian hukumnya sangat sederhana, to the point, jernih dan berbasis logika yang kuat. Tidak sulit untuk ‘menangkap’ poin utama yang ditekankan dalam setiap diskusi tersebut.

Saya kira, sampai detik ini, kita mesti mengakui bahwa argumentasi hukum yang ‘disuarakan’ oleh pak Iren cuma suis dalam ruang publik, mengadung sinar ‘surya kebenaran hukum’ yang tak terbantahkan. Perjuangan politik lewat jalur hukum yang ditempuh oleh kelompok politik tertentu, akhirnya ‘kandas’. Pak Iren, terbukti tak pernah ‘tersesat’ dalam membentangkan kebenaran hukum yang bersifat obyektif itu.

Sebagai ‘advokat’ yang dipercayai sebagai ketua ‘tim hukum’, kiprah pak Iren dalam panggung politik kontestasi Pilkada Manggarai Barat menuai kesuksesan. Kisah sukses di bidang hukum itu, saya kira berimbas juga pada keberhasilan politik elektoral dari paslon yang beliau dukung saat ini.

Kemenangan paslon Edi-Weng, tentu saja, sebagiannya berkat ‘kepiawaian’ figur ini dalam mengemban tugasnya, baik sebagai ketua tim hukum, maupun sebagai ‘aktor intelektual’ dalam setiap pergerakan politik dari paslon ini. Karena itu, secara pribadi, melalui tulisan ini, saya ingin menyampaikan apresiasi kepada beliau. Tidak semua orang memiliki ‘bakat’ untuk menjadi figur berpengaruh dalam ‘mengatur dinamika’ politik baik dalam internal paslon maupun yang berkembang luas dalam ruang publik.

Pak Iren jugalah yang menguatkan dan membesarkan ‘hati saya’ untuk mendukung paslon Edi-Weng dalam kontestasi ini. Analisis perdiktif dari beliau memberikan optimisme kepada saya bahwa paslon ini punya kans yang besar untuk menjadi ‘pemenang’.

Satu hari sebelum pencoblosan, pak Iren sudah mebuat semacam ‘prediksi’ perolehan suara dari paslon Edi-Weng. Dengan sangat meyakinkan, beliau menegaskan bahwa dalam kontestasi ini, paslon Edi Weng akan mendapat suara sebanyak 45.000 atau sekitar 35% dari total wajib pilih yang menggunakan hak pilih mereka.

Ternyata prediksi pak Iren ini, tidak berbeda jauh dari perolehan suara sebenarnya dari paslon itu berdasrakan perhitungan cepat (quick count) saat ini. Sampai pada titik ini, Pilkada 9 Desember 2020 ini seolah menjati ‘tahun penuh keberuntungan’ dari pak Iren. Dan, yang paling fenomenal adalah perdebatan hukum di level lokal menjadi lebih dinamis dan berbobot sebab pak Iren selalu menggotong ‘surya kebenaran’ dalam setiap tilikan hukumnya. Selamat dan profisiat bro Iren. (*)

 

Penulis adalah Pemerhati Masalah Sosial dan Politik tinggal di Labuan Bajo

Komentar

Jangan Lewatkan