oleh

Tatanan Baru Sensus Penduduk Indonesia

-Opini-329 views

Oleh: Marthin Fernandes Sinaga, SST

Adanya pandemi Covid-19 di tahun ini berpengaruh sangat besar terhadap tata kehidupan umat manusia. Beberapa hal yang dulunya biasa dilakukan menjadi terbatas, begitu pula sebaliknya. Berbagai keterbatasan tersebut membuat orang-orang harus berpikir dan melakukan berbagai hal lain untuk tetap melangsungkan kehidupannya. Hal tersebut kerap disebut sebagai new normal atau tatanan baru.

Pemerintah telah menggaungkan istilah ini sejak beberapa bulan belakangan. Vaksin untuk virus corona memang masih dalam pengembangan dan belum dapat digunakan secara luas. Sementara itu, jika terus hanya berdiam diri dan tidak berupaya untuk beradaptasi juga tidak akan membuat kehidupan menjadi lebih baik. Pilihan untuk tetap produktif dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan adalah inti dari penerapan new normal.

Tahun 2020, Tahunnya Sensus Penduduk

Di tahun 2020 ini, Indonesia sebenarnya sedang melaksanakan sebuah ajang besar setiap sepuluh tahun sekali, yaitu Sensus Penduduk. Tahun ini merupakan tahun ketujuh pelaksanaan Sensus Penduduk sejak Indonesia merdeka. Sensus Penduduk 2020 (SP2020) juga merupakan sebuah sejarah baru bagi bangsa Indonesia. Untuk pertama kalinya, Sensus Penduduk dilakukan dengan menggunakan metode kombinasi memanfaatkan data administrasi kependudukan yang berasal Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kemendagri sebagai basis data penduduk. Hal ini merupakan bagian dari tujuan utama SP2020 yaitu Satu Data Kependudukan Indonesia dan juga penerapan rekomendasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Population and Housing Census.

Selain itu, pelaksanaan SP2020 juga menjadi kali pertama Sensus Penduduk dapat dilakukan secara online. Hal ini merupakan salah satu bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman dengan memanfaatkan teknologi internet. Masyarakat menggunakan data adminduk berupa Nomor KK dan Nomor Induk Kependudukan untuk dapat mencatatkan diri mereka secara mandiri melalui website Sensus Penduduk.

Pelaksanaan Sensus Penduduk secara online tersebut sudah berhasil dilaksanakan pada tanggal 15 Februari hingga 29 Mei 2020. Sejatinya, jadwal SP2020 Online hanya sampai akhir bulan Maret. Namun, dengan adanya pandemi Covid-19 membuat jadwal pelaksanaannya diperpanjang untuk dapat memberi waktu yang lebih panjang kepada masyarakat untuk dapat mengikuti SP2020 Online. Hal tersebut juga merupakan bagian adaptasi terhadap kondisi yang terjadi. Hasilnya, sebanyak 1,003 juta penduduk Nusa Tenggara Timur telah mengikuti SP2020 Online.

SP 2020 Belum Usai

Pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 masih belum usai. Masih terdapat sekitar 4,5 juta penduduk NTT yang belum disensus. Keterbatasan infrastruktur untuk mengakses internet menjadi fakta yang tidak dapat dihindari. Selain itu, kesadaran masyarakat akan pentingnya data bagi pembangunan juga menyebabkan masih banyak penduduk yang belum terdata dalam SP2020 Online. Oleh karena itu, strategi konvensional dengan melakukan pendataan ke warga-warga juga masih akan tetap dilaksanakan.

Pendataan penduduk, yang merupakan kelanjutan dari pelaksanaan SP2020, dilaksanakan pada bulan September 2020. Pada penerapannya, petugas sensus akan turun ke wilayah-wilayah penduduk untuk melakukan pendataan secara menyeluruh. Hal tersebut tak lepas dari prinsip utama sensus yaitu mendata semua penduduk tanpa terkecuali.

Dalam pelaksanaan pendataan penduduk, kabupaten/kota di NTT akan terbagi menjadi dua zona. Pertama adalah Zona DOPU (Drop Off-Pick Up), dimana petugas sensus akan melakukan pemeriksaan Daftar Penduduk dengan basis data dari Dirjen Dukcapil dan verifikasi lapangan penduduk yang tidak dikenali bersama ketua/pengurus RT. Kemudian petugas menyerahkan (drop off) kuesioner kepada penduduk yang belum SP Online untuk diisi oleh penduduk. Setelah terisi, petugas sensus lalu akan mengambil (pick up) kuesioner.

Kedua yaitu Zona Non DOPU, dimana tetap akan dilakukan pemeriksaan Daftar Penduduk oleh petugas sensus bersama ketua/pengurus RT. Selanjutnya, petugas sensus akan melakukan verifikasi lapangan untuk konfirmasi keberadaan penduduk yang tinggal di wilayah RT tersebut secara door-to-door bersama dengan ketua/pengurus RT. Lima wilayah di NTT yaitu Kab. Manggarai, Kab. Lembata, Kab. Ngada, Kab. Timor Tengah Selatan dan Kota Kupang termasuk dalam Zona Non DOPU. Selain wilayah-wilayah tersebut, pendataan penduduk dilakukan dengan metode DOPU.

Pelaksanaan Sensus di Tengah Pandemi

Situasi pandemi virus corona tidak bisa dianggap sepele. Hingga saat tulisan ini dibuat, sudah lebih dari 150 ribu kasus positif Covid-19 di Indonesia. Dalam pelaksanaan Sensus Penduduk pada bulan September, berbagai protokol kesehatan harus diterapkan, antara lain penggunaan masker dan hand sanitizer, penerapan physical distancing, tidak melibatkan anak-anak atau lansia, hingga setiap petugas sensus yang harus lolos rapid test Covid-19 menjadi hal wajib sebelum pelaksanaan turun lapangan. Hal tersebut juga menjadi bagian dari adaptasi dalam bentuk new normal di kala pandemi seperti saat ini.

Pelaksanaan SP2020 tidak hanya menjadi kewajiban dan tanggung jawab dari Badan Pusat Statistik selaku pelaksana, melainkan juga seluruh penduduk di Indonesia, khususnya provinsi NTT. Aparat pemerintahan, baik mulai level gubernur, bupati/walikota, camat, lurah/kepala desa hingga ketua-ketua Rukun Tetangga (RT) memegang peranan yang sangat vital dalam mencapai hasil yang maksimal.

Ketua-ketua RT menjadi salah satu kekuatan utama dalam pelaksanaan pendataan penduduk dan akan secara langsung bekerjasama dengan petugas sensus. Sebab, ketua RT diasumsikan mengetahui banyak mengenai wilayah RT maupun penduduk yang tinggal di dalam wilayahnya. Setiap masyarakat juga memegang peranan yang tak kalah penting. Inisiatif dan keterlibatan masyarakat dalam memberikan data secara jujur akan sangat berkontribusi terhadap tercapainya tujuan Satu Data Kependudukan Indonesia.

Data merupakan komoditas yang sangat penting di era sekarang. Kualitas dan ketersediaan data yang baik akan sangat berkontribusi terhadap pembangunan. Sensus Penduduk merupakan kegiatan yang teramat penting, sebab data yang dihasilkan nantinya akan digunakan dalam dasar kebijakan-kebijakan oleh pemerintah.

Di fase new normal seperti saat ini, Sensus Penduduk tetap berjalan dengan adaptasi berbagai hal. Kesuksesan pelaksanaannya sangat bergantung pada seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, mari tetap berkontribusi dengan terlibat dalam upaya #MencatatIndonesia di Sensus Penduduk pada bulan September 2020.

 

(Penulis: Fungsional Statistisi Ahli Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumba Timur)

Komentar

Jangan Lewatkan