oleh

Virus Corona dan Pengaruhnya Dalam Dunia Pendidikan

-Opini-624 views

Oleh: Tiara Dwi Astuti

Pada saat ini dunia tengah menghadapi suatu fenomena yang berbahaya yakni kemunculan sebuah virus yang menular yang bernama Corona Virus Disease 2019. Virus ini muncul pertama kali di Wuhan, Tiongkok pada bulan Desember 2019. Dengan keberadaan virus ini, mengharuskan banyak negara untuk menerapkan lockdown. Lockdown adalah tindakan darurat yang mengharuskan orang-orang untuk sementara waktu dilarang memasuki atau meninggalkan area dan tempat-tempat tertentu selama kurun waktu yang ditentukan. Lockdown menjadi pilihan yang paling bijak untuk dilakukan oleh Negara-negara di dunia sehingga dapat menekan penyebaran dari virus corona ini.

Di Indonesia pemerintah juga menerapkan Lockdown serta Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengurangi dan menekan penyebaran virus ini. PSBB sendiri diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020. Selain itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga telah menerbitkan produk hukum, yaitu PMK Nomor 9 Tahun 2020 tentang pedoman pembatasan sosial berskala besar yang telah mengatur hal tekhnis. Kegiatan PSBB terbagi dari peliburan sekolah, tempat kerja, kegiatan keagamaan, sosial-budaya, fasilitas umum, moda transportasi, dan aspek pertahanan keamanan.

Khususnya dalam hal pendidikan yakni penutupan atau peliburan kepada sekolah-sekolah dan perguruan tinggi juga harus dilakukan. Pemerintah dalam hal ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah menganjurkan penyelenggaraan pendidikan jarak jauh atau online dengan tujuan untuk mencegah meluasnya Covid-19, tetapi  pembelajaran dengan metode online ini tidak efektif sehingga sulit untuk dilaksanakan dengan baik, karena siswa dipaksa untuk mampu beradaptasi dengan keadaan dan sekarang mereka harus mengadakan perubahan yakni dengan belajar online, pembelajaran online seperti ini mengandalkan keberadaan teknologi, sehingga orang yang Gaptek (gagap teknologi) akan susah untuk bisa  beradaptasi dengan alat ini. Jadi hal ini akan menjadi masalah besar yang dialami oleh masyarakat khusunya yang ada di daerah- daerah yang terpencil.

Terlebih lagi jika orang tua atau wali murid tidak mempunyai smartphone untuk mendudukng keberadaan dari pembelajaran online yang dilakukan dengan mengandalkan aplikasi seperti zoom,  google classroom, google meet dan WA. Selain itu juga seperti yang kita ketahui di daerah-daerah yang terpencil sangat sulit sekali untuk menemukan signal atau jaringan internet, sehingga ini juga menjadi masalah yang harus dialami oleh siswa atau mahasiswa yang tinggal di pedesaan.

Maka dari itu untuk memudahkan mereka belajar, guru-guru harus mengambil tindakan secara cepat dan tepat yakni dengan turun lapangan, khususnya di pedesaan atau tempat-tempat yang terpencil yang tidak memiliki akses internet untuk memberikan pembelajaran secara luring. Sedangkan upaya yang hendak dilakukan pemerintah dalam hal ini adalah memfasilitasi para siswa atau mahasiswa seperti memberikan kuota gratis setiap bulannya, memberikan dana atau biaya bantuan kepada warga miskin yang berada di desa agar dapat membeli smartphone untuk memudahkan anak mereka mengikuti sekolah atau pembelajaran online ini. Karena seperti yang kita ketahui di masa-masa seperti ini akan sulit sekali untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, terlebih lagi di derah pedesaan yang sangat terpencil.

Dalam mengatasi penyebaran virus corona ini, tidak hanya menjadi tugas dan kewajiban pemerintah namun masyarakat juga mempunyai andil dan peran dalam menekan penyebarannya. Semoga dengan kita tetap menerapkan dan mengikuti aturan dari pemerintah, virus ini menghilang sedikit demi sedikit sehingga proses belajar mengajar dan tatap muka dapat dilakukan lagi di Tahun depan.

 

Penulis adalah Mahasiswa Universitas Mataram

Komentar

Jangan Lewatkan