oleh

Ekonomi Pancasila

-Opini-148 views

Oleh: Okto Ikun

Jauh sudah sekian lama Indonesia resmi menjadi suatu Negara, yakni mendapat pengakuan dari Negara-nagara lain, sistem perkonomian Negara ini selalu berubah. Dalam hal ini, selain iklim perekonomian masyarakat selalu berubah, sistem perekonomian yang digunakan pun selalu berubah. Barang kali sistem perekonoianlah yang dapat menjadi salah satu faktor penentu tingkat  perekonomian masyarakat Indonesia.

Indonesia pada tahap pertama yaitu lima tahun setelah merdeka, menerapkan sistem perekonomian liberalisme. Yaitu sistem perekonomian dari teori atau ajaran Adam Smith. Namun Negara Indonesia  tidak hanya sampai pada sistem ini saja. Banyak pergantian sistem perekonomian pun dilakukan. Pergantian sistem perekonomian yang terus menerus merupakan suatu usaha dari para pemimpin untuk menemukan suatu sistem yang cocok bagi Indonesia demi mencapai kesejahteraan masyarakat secara ekonomi, dalm hal kemerataan atau pun paling tidak, terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan pokok  masyarakat secara menyeluruh.

Pergantian demi pergantian pun terus dilakukan. Hingga pada akhirnya sampailah Indonesia pada suatu sistem yang disebut ekonomi pancasila dan sampai saat ini pun masih terus digunakan oleh Indonesia. Pilihan sistem yang demikian tidak hanya sekedar memberi nama pancasila pada sistem yang dibuat. Hal-hal mendasar pada pancasila pun selalu ada kaitan dengan sistem ekonomi. Intinya adalah pancasila yang dengan asas-asas yang terdapat di dalamnya, selalu menjiwai perekonomian yang dijalankan di Indonesia.

Setelah sekian tahun Indonesia menerapkan sistem ini, kemajuan-kemajuan masyarakat pada bidang ekonomi pun makin nampak. Namun tidak semuanya mengalami kemajuan. Rakyat Indonesia masih berada pada posisi yang tidak seimbang dalam bidang ekonomi. Sebab tidak sedikit orang yang telah mengalami kemajuan dan tidak sedikit pula yang masih berada pada tingkatan yang paling dasar yaitu kebutuhan-kebutuhan pokok dalam hidup pun masih sulit untuk dipenuhi. Kenyataan demikian menunjukkan suatu persoalan yang sangat serius. Pemanfaatan sumber daya alam Indonesia tidak dinikmati secara merata oleh semua elemen masyarakat. Hal demikian jelas menunjukan suatu penyimpangan terhadap nilai keadilan pancasila dalam berekonomi.

Akibatnya pengelompokan masyarakat yaitu yang miskin dan kaya pun semakin serius dan lebih cepat menjalar. Hal konkret lain yang tidak membutuhkan analisis atau perhitungan lainnya adalah kenyataan bahwa masih ada bengitu banyak rakyat Indonesia yang miskin. Inilah suatu bukti kegagalan akan  sistem ekonomi yang sementara dijalankan di Indonesia. Peryataan-pernyataan yang menyatakan kegagalan itu akan menimbulkan berbagai pertanyaan. Apakah sistem yang diterapakan itu benar-benar sistem yang sesuai tidak cocok  untuk masyarakat Indonesia? Atau mungkinkah juga roda perekonomian yang masih mengalami keganjalan yaitu pada saat pelaksaannya!

Sistem ekonomi panacasila adalah sistem yang tepat dan sesuai dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam artian bahwa sistem ekonomi ini berusaha untuk mennyejahterakan masyarakat dengan memperhatikan semua asas-asas yang terkandung dalam pancasila. Dengan demikian maka sudah pasti bahwa sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia yaitu ekonomi pancasila merupakan suatu sistem yang tepat dan mampu menjawabi semua persoalan ekonomi yang terjadi di Indonesia karena spritit yang terkandung dalam sistem ini telah merangkum semua solusi yang tepat untuk segala persolan.

Dengan demikian maka, hal yang menjadi kendala dalam terwujudnya kesejahteraan masyarakat secara umum adalah kurangnya penghayatan akan nilai atau semangat yang terdapat pada pancassila. Hal ini menjadi sangat penting karena hanya akan menjadi sesuatu yang hampa kalau hanya sebatas menamainya sistem ekonomi pancasila kalau dalam pelaksanaanya nilai-nilai yang terdapat dalam pancasila benar-benar dikesampingkan. Kekurangan yang demikian diibaratkan dengan manusia yang menjalani kehidupan tanpa roh yang menggerakkannya.

Seorang guru besar ilmu ekonomi yang bernama Kenneth Boulding menguraikan ilmu ekonomi. Uraian yang dimaksud adalah bahwa ilmu ekonomi adalah gabungan dari beberapa cabang ilmu. Dalam hal ini ekonomi tidak hanya sebatas pada hasil perhitungan pasti untuk mengukur tingkatan ekonomi dalam masyarakat dan perhitungan lainya atau tidak hanya sekedar pemanfaatan sember-sumber daya yang dimiliki untuk kesejahteraan rakyat. Namun ilmu-ilmu lain pun harus disertakan untuk membetuk suatu ilmu ekonomi demi tercapainya suatu kepenuhan. Dalam hal ini segala aspek kepribadian manusia bisa terbentuk melalui suatu ilmu.  Misalnya ilmu-ilmu social,  moral, perilaku, politik dan lainnya. Ilmu-ilmu ini harus disertakan dalam suatu ilmu ekonomi untuk membentuk suatu ilmu ekonomi yang benar-benar memiliki tujuan demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat.

Pemahaman akan pengelompokan seperti inilah yang barang kali dijadikan dasar untuk memahami ilmu ekonomi pancasila. Bila mana pada pemahaman ilmu ekonomi pancasila, Asas-asas yang terkandung dalam pancasila yaitu pada sila (1) Ketuhanan, (2) Kemanusiaan (3) Nasionalisme (4) kerakyatan/demokrasi (5) Keadilan merupakan pedoman atau pun semangat yang menjadi pegangan dalam melaksanakan sistem ekonomi pancasila di Indonesia.

Kebijakan pemerintah dengan menerapkan sistem ekonomi pancasila ini tidak boleh dilihat hanya sebatas kepada suatu formalitas dengan pemahaman bahwa pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia. Namun lebih jauh dari itu, menjadikan nilai-nilai pancasila sebagai suatu spirit utama dalam melakukan semua kegiatan ekonomi adalah suatu tuntutan mutlak yang harus dipenuhi demi tercapai ekonomi yang berketuhanan, berkemanusiaan, nasionalis, demokratis dan merata bagi semua masyarakat Indonesia. Dengan demikian maka kelas-kelas sosial dalam masyarakat yang terbentuk akibat perbedaan ekonomi pun akan teratasi secara perlahan dan akhirnya menuju pada suatu masyarakat yang sejahtera, adil dan merata.

Komentar