oleh

Nilai-Nilai Pancasila Dalam Budayaku

-Opini-241 views

Oleh: Sr LusiaTael, SSpS

Indonesia adalah negara yang kaya akanetnis, suku, agama, termasuk budaya. Kekhasan keberagaman budaya Indonesia meliputi budaya tari, musik, adat, bahasa, dan lain sebagainya. Secara etimologis, kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta ”budhayah” yang merupakan bentuk jamak dari kata budhi yang berarti budi atau akal, dalam kamus besar Indonesia (Balai Pustaka,1995).  Kata kebudayaan sendiri dalam bahasa Latin cultura yang berasal dari kata kerja latin colere yang berarti mengolah, mengerjakan, memelihara dan mengembangkan (menurut: Wilhelm Wundt dalam kultur und Geschhichte-1920).

Dengan perkembangan dunia yang semakin modern dan pengaruh arus globalisasi yang  meningkat, sebagian besar budaya di setiap suku dan daerah Indonesia umumnya masih menghayati, menghidupi dan mengembangkan nilai kebudayaan ini dalam kesehariaan dan dalam tradisi yang diwariskan  turun-temurun. Semuanya ini telah Nampak dalam budaya kita  di Kabupaten Timor Tengah Utara-Wilayah Kecamatan Miomafo Timur. Masyarakat disana umumnya masih bertakwa dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan kepercayaan masin-masing, akan Usi Neno (Tuhan) yang mereka imani dari masing-masing suku yang ada.

Hal ini terlihat secara jelas dan nampak dalam kehidupan kepemimpinan maupun kemasyarakatan di sekitarnya. Adanya saling bergotong-royong yang melambangkan persatuan dalam budaya dan suku-suku setempat, agar tidak adanya putus hubungan dengan suku-suku dan budaya lain yang datang dan menempati daerah “Atoin Pah Meto” wilayah Kecamatan Miomafo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara.

Masyarakat Miomafo Timor memiliki jiwa yang merangkul dan menjadi tempat berteduh dan perlindungan bagi setiap suku-suku dan budaya yang ada. Hal ini nampak dalam setiap relasi dan keramahan dengan sesama yang bukan penduduk asli. Dengan setiap kekhasan yang ada para pimpinan sangat menghargai dan bijaksana dalam membantu dan mengembangakan budaya-budaya yang ada, agar tidak punah tetapi semakin berkembang secara turun-temurun.

Contohnya seperti di sekolah-sekolah mulai dari TKK, SD, SMP, SMA maupun SLTA diwajibkan agar adanya satu hari khusus mengembangkan nilai-nilai budaya yang ada agar tidak punah dan tidak cepat terpengaruh dengan arus globalisasi yang setiap hari ada perkembangan di media-media sosial dan lain sebagainya. Ini melambangkan suatu nilai kemakmuran dan kesejahteraan dalam hidup kepemimpinan maupun dalam hidup bermasyarakat.

Nilai-nilai budaya seperti, adat istiadat yang merupakan kepercayaan sangat tinggi akan nilai ketuhanan, adanya nilai gotong royong antar setiap suku dan melambangkan nilai kemanusian, bersatu dalam menghidupi nilai-nilai budaya yang ada di setiapsuku yang ada dengan saling menghargai satu sama lain sebagai saudara yang melambangkan nilai persatuan, memiliki relasi yang intim dengan sesama dan ramah terhadap semua orang yang bukan penduduk asli.

Hal ini melambangkan suatu nilai kerakyatan yang adil dalam hidup bermasyarakat dan masyarakat Miomafo Timur selalu menciptakan nilai keadilan antar setiap suku yang ada, baik terhadap pimpinan tertinggi maupun masyarakat di sekitar dan menciptakan keadilan dengan sesame sebagai pendatang. Ini melambangkan keadilan dan kemakmuran dalam berbudaya di setiap suku. Nilai-nilai keadilan yang ada dalam budaya, semuanya terjabar dalam lima dasar pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang memiliki fungsi sangat fundamental.

Menghantar pandangan hidup masyarakat Indonesia untuk selalu berakar pada budaya dan nilai-nilai religius. Sebagai masyarakat yang multikultural, bangsa Indonesia perlu mengekspresikan dan mengembangkan secara terus-menerus akan nilai-nilai kebudayaan yang ada di setiap daerah, suku, dengan kebudayaan masing-masing.

Namun pada saat ini seperti yang kita ketahui bersama, bahwa dengan adanya teknologi yang canggih, sebagian masyarakat Indonesia kurang menghargai dan kurang suka akan budaya sendiri melainkan mereka suka akan budaya-budaya asing. Sehingga kesannya kurang menghayati dan menghargai budaya sendiri, terlihat sangat bedah dengan zaman dahulukalah yang adanya gotong royong antar tetangga, saling menyapa satu sama lain yang menjadi tradisi masyarakat Indonesia, sekarang semuanya ditinggalkan bhakan dilupakan. Kebanyakan masyarakat Indonesia lebih suka menghargai dan mencintai budaya lain dengan segala kekhasannya dari pada budaya sendiri.

Dan adanya juga perkembangan dunia yang semakin moderen, sehinngga orang-orang muda jaman sekarang lebih suka dan lebih gemar menonton drama Korea, mengikuti trend baju dan lain sebagainya yang membuat merekakurang adanya relasi yang intim dengan sesame dan kurang menghargai dan menghayati budayanya sendiri. Inilah yang menjadi tantangan dunia saat ini bagi setiap, suku dan daerah yang ada di Indonesia. Maka dari itu sebaiknya para muda-mudi di zaman ini semakin tekun dalam mempelajari dan menghargai kebudayaan yang ada di daerah kita masing-masing. “Jayalah Bangsa dan Daerahku Yang Kaya Akan Budaya”

 

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widyamandira Kupang

Komentar

Jangan Lewatkan