oleh

Pancasila: Nilai Luhur Budaya Bangsa

-Opini-219 views

Oleh: Maria Roswita Boe

Pancasila sejak tahun 1945 sebagai dasar Negara kemudian menjadi rujukan berjalannya Negara Indonesia. Sebagai Ideologi Pancasila pada hakekatnya bukan merupakan hasil pemikiran seseorang atau sekempok orang sebagaimana ideologi lain, namun Pancasila diangkat dari nilai-nilai adat istiadat, nilai-nilai kebudayaan yang terdapat dalam masyarakat Indonesia. Nilai-nilai itu adalah hasil pikiran-pikiran dan gagasan dasar bangsa Indonesia tentang kehidupan yang dianggap baik. Mereka menciptakan tata nilai yang mendukung tata kehidupan sosial dan tata kehidupan kerohanian bangsa yang memberi corak, watak dan ciri masyarakat dan bangsa Indonesia yang membedakannya dengan masyarakat atau bangsa lain. Kenyataan demikian merupakan suatu kenyataan objektif yang merupakan jati diri bangsa Indonesia.

Pancasila dirumuskan dari nilai-nilai budaya bangsa Indonesia yang terdiri dari nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, kerakyatan dan keadilan sosial. Dalam kaitannya dengan Ketuhanan, sejak dahulu kala bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius dalam pengertian bangsa yang percaya kepada Tuhan penciptanya. Hal ini terbukti dengan adanya kepercayaan dan agama yang ada di Indonesia (Fil. Pancasila). Fakta sejarah misalnya zaman megalitikum ditemukan peninggalan yang berupa menhir” sejenis tiang atau tugu dari batu” , Punden berundak-undak, di Pasema yaitu wilayah antara Palembang dan Jambi, setelah zaman itu di Muntilan peninggalan candi Borobudur, di Yogyakarta candi Prambanan dan lain sebagainya (Fil. Hukum Pancasila). Selain itu ada juga keyakinan akan yang Maha Kuasa yakni orang yang meninggal dunia disebut berpulang atau kembali kepada Sang Penciptanya (Fil. Pancasila).

Selanjutnya Ideologi bangsa Indonesia Pancasila juga menjunjung tinggi nilai-nilai hak dan kewajiban asasi manusia dalam struktur kehidupan sosialnya seperti hak untuk memilih dan melaksanakan ibadah sesuai dengan kepercayaannya. Eksistensi setiap manusia sebagai makhluk pribadi sekaligus makhluk sosial diakui, dihargai dan dihormati dalam kaitannya dengan hakikat sila ke dua’Kemanusiaan yang adil dan beradab. Nilai- nilai itu tercermin dalam dalam sikap tolong menolong, menghormati manusia lain,bersikap adil dan menjunjung tinggi kejujuran dan lain-lain. Apa yang dilakukan oleh manusia Indonesia tidak hanya untuk dirinya sendiri melainkan juga demi kepentingan manusia lain dan masyarakat serta pengabdiannya kepada Tuhan yang Maha Esa (Fil. Pancasila).

Lebih lanjut terdapat cita- cita terwujudnya hubungan yang harmonis dan serasi antara manusia dengan dirinya sendiri, antara manusia dengan sang Penciptanya yaitu Tuhan yang Maha esa. Keselarasan dan keharmonisan tersebut sebagai makna dari ungkapan keadilan dan kebenaran manusia.Cita-cita dan kesatuan tercermin dalam berbagai ungkapan dalam bahasa- bahasa daerah di seluruh nusantara sebagai budaya bangsa, seperti pengertian- pengertian atau ungkapan- ungkapan ‘ tanah air’ sebagai ekspresi pengertian persatuan antara tanah dan air, kesatuan wilayah yang terdiri atas pulau- pulau, lautan dan udara: ‘tanah tumpah darah’ yang mengungkapkan persatuan antara manusia dan alam sekitarnya, kesatuan antara orang dan bumi tempat tinggalnya; ‘bhinneka tunggal ika’ yang mengungkapkan cita- cita kemanusiaan dan persatuan sekaligus. Perwujudan dari cita-cita persatuan kesatuan ini terungkap dalam sejarah bahwa adanya kerajaan yang dapat digolongkan bersifat ‘nasional’ yaitu Sriwijaya dan Majapahit.

Semangat gotong royong, tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain, mengutamakan musyawara dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama,semangat kekeluargaan, menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawara dan sebagainya, merupakan cita- cita kerakyatan, kebersamaan dan solidaritas sosial. Dengan demikian dapat di lihat bahwa negara menempatkan diri di atas golongan dan bagian masyarakat, dan mempersatukan diri dengan seluruh lapisan masyarakat. Dengan berpangkal tolak dari struktur sosial dan struktur kerohanian bangsa Indonesia ini maka hubungan antara hak,kewajiban serta kedudukan yang seimbang merupakan cita-cita keadilan sosial. Demikialah secara umum dapat kita lihat bahwa bangsa Indonesia yang berideologi Pancasila adalah bangsa berbudaya yang tidak menutup diri dalam pergaulan budaya antar bangsa di dunia sebab nilai-nilai budaya yang ada pada bangsa Indonesia bersifat terbuka.

Dari sebab itu sebagai warga Negara Indonesia patutlah kita bersyukur atas para pendiri Negara kita yang telah mengambil Pancasila sebagai dasar Negara  di mana Pancasila memberikan pedoman, pandangan hidup, nilai-nilai luhur bagi seluruh rakyatnya yang beragam dalam budaya, agama, suku dan lain sebagainya untuk berprilaku dalam kehidupan. Sehingga keberagaman itu bukanlah menjadi perbedaan yang memisahkan tetapi menjadi sumber motivasi  atau suatu tekad untuk berjuang mencapai cita- cita ‘berbeda- beda tetapi tetap satu’ Bhinneka tunggal ika.

HIDUP PANCASILA, HIDUP INDONESIA…!!!

Komentar

Jangan Lewatkan