oleh

Peningkatan SDM Kaum Muda Penunjang Pariwisata Alor

-Opini-315 views

Oleh: Nius Manimau

Potensi pariwisata kabupaten Alor beberapa tahun belakangan ini mulai menjadi sasaran kunjungan para wisatawan, mulai dari wisatawan tingkat lokal, nasional hingga manca negara. Wilayah Nusa Kenari ini memilki keberagaman wisata yang unik dan menarik.

Mulai dari suguhan alam yang masih alami, wisata budaya, wisata religi, wisata kuliner dan keindahan wisata bahari yang eksotik dari setiap pulau dalam wilayah kabupaten Alor. Semua keunikan ini membuat Alor dijuluki “surga di timur matahari”.

Semua keberagaman wisata di atas merupakan anugerah yang patut diterima dan disyukuri. Namun, semua tidak hanya sebatas berpuas diri atas julukan terhadap keindahan dan daya tariknya yang memukau, sebab keberagaman wisata harus dikemas dan dikelola sedemikian mungkin menjadi pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism), agar dapat memberikan daya tarik lebih untuk mendatangkan sebanyak mungki wisatawan dalam jangka waktu panjang.

Namun untuk mengemas dan mengelola setiap keberagaman di atas menjadi suatu daya tarik dan nilai jual yang dapat mendatangkan pendapatan asli daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemerintah daerah secara khusus dinas pariwisata dan masyarakat yang turut menikmati semua itu tidak hanya sekedar mendatangkan wisatawan dari waktu ke waktu. Tetapi ada hal urgen yang perlu diperhatikan bersama demi keberlangsungan dan keberlanjutan daerah tujuan wisata (DTW) adalah bagaimana mendongkrak dan memainkan peran sumber daya manusia (SDM) yang kreatif dari kaum muda sebagai tonggak penerus di sekitar objek wisata.

Hal ini sangat diperlukan karena pariwisata tidak hanya dengan mengandalkan keunikan destinasi semata.

Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah SDM dan kreativitas kaum muda di kabupaten Alor telah siap untuk menghadapi dan bersaing mengemas, mengelola serta mempromosikan destinasi-destinasi kebanggaan daerah? Tentunya telah siap, tetapi membutuhkan bimbingan ekstra untuk lebih terampil dalam mengemas dan mengelola.

Hal ini mulai tergambar dengan bermunculannya banyak objek wisata belakangan ini yang turut merias wajah pariwisata Alor berkat kreativitas kaum muda. Sebagai contoh yakni, wisata puncak Rolmelang Likutau dan wisata puncak Badoe Hulnani.

Mengapa Kaum Muda?

Kaum muda memilki peran penting yang sangat dibutuhkan dalam sebuah bangsa, karena mereka menempati posisi paling sentra dalam kelompok masyarakat yang berperan sebagai agen of change dan penerus cita-cita bangsa. Mereka adalah individu yang secara fisik sedang mengalami pertumbuhan jasmani dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional (munasya.com).

Oleh karena itu, penulis melihat kaum muda sebagai kelompok dalam masyarakat yang tepat dan tidak boleh dibiarkan terbuai untuk menghabiskan masa muda mereka dengan hal-hal yang dapat menyia-nyiakan masa perubahan pertumbuhan ini, melainkan harus memaksimalkan waktu untuk menanamkan nilai-nilai kretaivitas secara khusus dalam pengembangan kekayaaan wisata daerah yang melibatkan instansi pemerintahan terkait dan semua stakeholder yang berkepentingan dalam mengemas dan mengelola wajah pariwisata kabupaten Alor.

Bakat Kaum Muda Sebagai Potensi Unggul

Menurut Prof. Dr. R.B Soemanto, M.A pariwisata adalah kegiatan multiusaha atau mencakup bermacam-macam bidang kegiatan. Keragaman bidang kegiatan tersebut ditunjukkan dalam bentuk industri/usaha berskala besar, sedang maupun kecil. Semua bidang tersebut tergambar dalam bentuk produk pelayanan jasa dan barang untuk memenuhi kebutuhan kepariwisataan.

Melihat betapa luasnya lapangan kerja dan usaha yang ditawarkan oleh sektor pariwista, penulis sebagai generasi muda Alor melihat ini merupakan gold change bagi kaum muda Alor untuk menunjukkan dan mengembangkan bakat dalam diri sebagai potensi dan sebagai bentuk pengekspresian diri yang dapat menarik income bagi daerah dan kesejahteraan individu maupun masyarakat luas di sekitar objek wisata.

Namun untuk merangsang bakat-bakat dari kaum muda memang bukanlah sebuah perkara yang mudah. Hal ini harus ditunjang dengan sumber daya manusia yang memadai.

Sumber Daya Manusia Untuk Pariwisata Bagi Kaum Muda

Mengemas dan mengelola wajah pariwisata kabupaten Alor sangat memerlukan tenaga yang kompeten dan profesional. Atau sekurang-kurangnya memiliki paham tentang konsep dan mekanisme bagaimana mengambil bagian dalam mengubah dan memajukan sebuah objek wisata di daerah tempat tinggal. Namun agar hal ini terealisasi secara efekif dan efisien, kuncinya adalah dengan membina dan mengembangkan SDM kaum muda dan masyarakat di sekitar destinasi wisata.

Secara khusus untuk pariwista bagi kaum muda merupakan kebutuhan yang tidak perlu ada tawar menawar. Mau tidak mau, suka tidak suka, kaum muda sebagai agen of change tidak hanya menjadi penonton yang mengagumi kemajuan pariwisata dari luar daerah Alor, melainkan harus bisa membuka diri untuk terus belajar dari semua kemajuan itu untuk diterapkan dalam proses pembangunan pariwisata daerah .

Pembinaan dan pengembangan SDM untuk pariwisata bagi kaum muda seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah kabupaten Alor secara khusus instansi Dinas Pariwisata, mengingat Alor memiliki potensi pariwisata yang sangat menjanjikan.

Oleh karena itu, apa bila kaum muda lebih berani lagi membuka diri dan mengenal diri untuk tahu potensi yang dimiliki akan sangat membantu dalam proses belajar dan ebih terarah untuk dikontrol dan pemerintah daerah lebih serius lagi melihat bakat-bakat sebagai potensi dan memberikan pelatihan secara intensif, maka dampak dari peningkatan ini akan memacu kaum muda untuk semakin kreatif dan mendorong diri mereka untuk melangkah lebih jauh dari lingkaran angka pengangguran dan menata destinasi-destinasi wisata yang belum tersentuh.

Wadah bagi Kaum Muda

Pemanfaatan bakat sebagai potensi unggul, peningkatan SDM dan harapan akan lahirnya kreatifitas dari kaum muda dalam mengemas dan mengelola wajah pariwisata Alor harus mendapat perhatian dan tempat khusus. Hal ini diperlukan agar proses pendampingan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, dibutuhkan wadah atau organisasi khusus yang terstruktur mulai dari tingkat lingkungan di sekitar destinasi hingga ke tingkat daerah. Dengan begitu hadirnya wadah atau organisasi dapat memberikan fungsi kontrol dan bimbingan secara langsung dan berkesinambungan.

 

Penulis adalah Alumni SMK Katolik Kusuma Atambua, Tinggal di rumah Soverdi Dharma Wacana Yogyakarta

Komentar

Jangan Lewatkan