oleh

Peran OMK Membantu Perkembangan Iman Umat di Masa Pandemi Covid-19

-Opini-243 views

Oleh: Guido Armindo Fufu

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat banyak perubahan dalam pola kehidupan bermasyarakat. Orang-orang dipaksa untuk tinggal di rumah demi memutus penyebaran virus. Tempat-tempat ramai ditinggalkan orang. Rumah-rumah ibadah ditutup sementara. Pekerjaan-pekerjaan kantor dilakukan secara daring. Begitupun dengan sekolah-sekolah.

Pandemi Covid-19 melanda Indonesia sejak Maret 2020. Sejak itu pula giat diserukan penerapan protokol kesehatan bagi setiap orang; memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Pembatasan sosial yang berjilid-jilid pun diberlakukan dengan berbagai perubahan nomenklatur, yang diharapkan mampu membawa dampak yang baik.

Di gereja-gereja, penerapan protokol kesehatan dan pembatasan sosial pun dilakukan dengan ketat. Pelayanan umat dibatasi. Perayaan ekaristi dijadwalkan secara luring namun kuota umat yang hadir dipangkas. Beberapa gereja merayakan misa secara daring, tetapi umat yang tidak memiliki kuota internet tak bisa mengikutinya.

Sesuai sharing yang penulis peroleh di Paroki St. Gregorius Agung Oeleta, umat mengaku tidak mendapatkan pelayanan di masa pandemi ini karena semua kegiatan gereja dibatasi demi menghentikan penularan virus corona. Umat merasa haus akan sabda Allah yang setiap hari minggu mereka dengarkan dan renungkan. Kegiatan-kegiatan peribadatan di KUB-KUB pun otomatis terhenti.

Sejak awal Gereja mengajarkan pentingnya keterlibatan awam dalam tugas-tugas Gereja dan dalam kerja sama langsung dengan para gembala umat. Salah satu pelayanan yang perlu dibuat oleh kaum awam adalah pelayanan sabda. Secara khusus dalam hal ini, Orang Muda Katolik (OMK) juga bertanggung jawab untuk membantu memelihara iman umat melalui ibadat sabda.

Peran Kreatif OMK Melalui Ibadat Sabda

OMK adalah tulang punggung Gereja. Partisipasi dan keterlibatan aktif dalam memerangi masalah ini juga dimiliki oleh kaum muda melalui bakat-bakat dan kreativitas mereka untuk bertanggung jawab (Paus Fransiskus: 2018). Orang Muda Katolik tidak semata-mata penerima tujuan kegiatan pastoral. Mereka adalah anggota-anggota hidup dari satu tubuh Gereja, yakni pribadi-pribadi yang dipermandikan yang di dalamnya Roh Tuhan hidup dan berkarya. Mereka adalah masa sekarang Gereja dan bukan hanya masa depan.

Kaum muda dipanggil untuk memberikan kesaksian akan injil di mana saja. Kaum muda perlu menghidupi kebenaran itu dan menghayatinya dalam diri, lalu berubah dan berbuah dalam Kristus. Menjadi murid bukan hanya membawa obor di tangan dengan cahayanya tetapi harus menjadi cahaya itu sendiri bagi orang lain terutama dalam keluarga masing-masing. Tuhan mengundang kaum muda untuk menjadi misionaris-misionaris yang tidak takut di mana saja berada sehingga dalam situasi apa pun mereka dapat membagi kegembiraan injil.

Kaum muda adalah orang-orang kreatif dan inspiratif dalam banyak kegiatan Gereja. Mereka mampu memberikan pelayanan-pelayanan sabda secara kreatif. Upaya pewartaan sabda Allah pun bisa dilakukan di masa pandemi ini secara khusus dengan memimpin ibadat sabda di rumah mereka masing-masing. Pelayanan dalam keluarga adalah bagian dari tanggung jawab orang muda untuk membantu perkembangan iman umat di masa pandemi ini.

Keluarga adalah wadah bagi orang muda untuk dapat berkreasi untuk menunjukkan bakat-bakatnya, terutama melayani bersama Gereja dalam kesatuan dengan Kristus dan tetap kokoh dalam iman. Orang muda sejak awal dilatih untuk dapat memimpin ibadat dalam keluarga mereka dan saling melayani dalam Gereja mini. Demi mewujudkan tugas luhur ini dituntut peran kreatif dari OMK.

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Paroki Oeleta menunjukkan bahwa peran pewartaan sabda melalui ibadat keluarga ini dapat dilaksanakan oleh OMK. Mereka dapat terlebih dahulu dibekali pemahaman tentang panggilan dan peran orang muda dalam karya pastoral Gereja. Selanjutnya mereka diberikan pembekalan mengenai ibadat sabda di rumah dalam kondisi pandemi Covid-19. Dengan pembekalan ini, OMK diharapkan mampu memimpin ibadat sabda di rumah sehingga pemeliharaan iman umat tetap berjalan, meskipun di tengah situasi wabah corona.

Isi dari pelayanan sabda adalah pewartaan pastoral. Kaum muda sesuai cirinya berpartisipasi dalam tugas kenabian Kristus. Mereka diangkat menjadi saksi-saksi-Nya dan dibekali oleh iman dan rahmat sabda. Oleh karena itu, OMK juga dapat memimpin ibadat sabda demi pelayanan terhadap satu misi itu. OMK Paroki Oeleta sebagai misionaris lokal telah membuktikan bahwa pewartaan injil tetap dapat dilakukan secara kreatif dalam situasi apapun, termasuk situasi pandemi ini.

Justeru situasi ini mengharuskan OMK untuk ikut ambil bagian dalam pelayanan sabda, ketika ibadat di gereja tidak memungkinkan. Solusi ibadat di rumah adalah pilihan terbaik. OMK Paroki Oeleta yang dibekali dengan pemahaman dan keterampilan memimpin ibadat sabda, ternyata mampu memainkan peran mereka dengan penuh tanggung jawab dan membawa sukacita bagi keluarga. Mereka menjadi misionaris-misionaris yang berani memberi diri untuk pelayanan pewartaan injil di tengah pandemi Covid-19, dengan kreativitas yang cerdas.

 

Penulis adalah Mahasiswa Semester 8 Fakultas Filsafat Unika Widaya Mandira Kupang

Komentar

Jangan Lewatkan