oleh

Perilaku Masyarakat NTT pada Masa PPKM Darurat

-Opini-459 views

Oleh: Marthin Fernandes Sinaga, SST.

Situasi perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia belakangan semakin memprihatinkan, tak terkecuali di Provinsi NTT. Dikutip dari laman Gugus Tugas Penanganan Covid-19 NTT, hingga 14 Agustus 2021, jumlah kasus positif yang terkonfirmasi mencapai 48.554 kasus dengan jumlah korban meninggal 1.025 orang (2,11 persen dari total kasus). Jumlah kasus positif tersebut meningkat 2 kali lipat hanya dalam waktu 5 minggu.

Sementara itu, jumlah kasus yang masih dirawat juga masih besar yaitu sebanyak 10.410 orang. Tiga daerah dengan jumlah kasus aktif terbanyak yaitu Kota Kupang (2.864 orang), Manggarai Barat (1.199 orang), dan Sumba Timur (997 orang).

Dengan lonjakan kasus yang tinggi tersebut, sejak tanggal 3 Juli 2021, pemerintah memutuskan untuk mengambil kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Kebijakan ini dilakukan di beberapa daerah dalam upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 yang makin meluas. Kemudian, sejak 26 Juli, istilah tersebut berubah menjadi PPKM Level 3 dan 4. Status level PPKM suatu daerah ditentukan berdasarkan beberapa indikator, antara lain jumlah kasus, jumlah kasus rawat, dan jumlah kematian Covid-19 yang dihitung per 100.000 penduduk/minggu.

Terbaru, kebijakan ini diperpanjang hingga tanggal 23 Agustus, dimana terdapat 45 kabupaten/kota di luar Jawa-Bali yang harus menerapkan PPKM Level 4. Untuk Provinsi NTT, terdapat 4 daerah yang termasuk ke dalamnya, yaitu Kota Kupang, Kabupaten Ende, Sumba Timur, dan Sikka.

Masih Banyak Masyarakat yang Tidak Patuh di Masa PPKM

Dalam upaya mendukung kebijakan pemerintah dalam percepatan penanganan pandemi Covid-19, Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan Survei Perilaku Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid-19. Survei ini dilaksanakan pada tanggal 13-20 Juli 2021 atau pada saat pemberlakuan PPKM Darurat dan menggunakan kuesioner secara online. Daftar pertanyaan pada survei ini berfokus untuk menilai bagaimana masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam bentuk 5M, yaitu Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, dan Mengurangi mobilitas. Jumlah responden secara nasional adalah sebanyak 212.762 orang, dimana untuk provinsi NTT, sebanyak 1.935 orang mengisi survei ini.

Hasilnya, untuk provinsi NTT, terdapat 89 persen responden yang patuh memakai 1 masker, 49,4 persen responden patuh memakai 2 masker, 67,4 persen responden patuh cuci tangan dengan sabun/hand sanitizer, dan 74,4 persen yang menghindari kerumunan. Sebagai tambahan, pemakaian 2 masker yaitu masker medis digabung dengan masker kain sangat disarankan yang setelah diteliti efektif hingga 96,4 persen dalam mencegah penularan virus Covid-19.

Sementara itu, jika dilihat dari sudut pandang responden dalam menilai tingkat kepatuhan masyarakat di sekitarnya, angka kepatuhan dalam penerapan prokes jauh lebih rendah lagi. Hanya terdapat sebanyak 53,6 persen responden di NTT yang menilai masyarakat patuh dalam memakai 1 masker. Kemudian, hanya sebanyak 22,7 persen responden menilai masyarakat patuh memakai 2 masker, 44,6 persen patuh dalam mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer, dan 34,1 persen patuh dalam menghindari kerumunan.

Pentingnya Protokol Kesehatan dan Vaksinasi

Dari data-data di atas, terlihat bahwa belum semua responden maupun masyarakat lain melaksanakan prokes secara ketat. Padahal, efektivitas pelaksanaan PPKM juga sangat bergantung pada perilaku masyarakat, khususnya dalam menerapkan 5M. Tanpa kedisiplinan dalam menerapkan hal-hal tersebut, penyebaran virus Covid-19 akan sangat sulit untuk diredakan.

Di sisi lain, upaya pelaksanaan prokes juga harus sejalan dengan program vaksinasi. Hingga tanggal 14 Agustus 2021, baru sebanyak 382.097 penduduk provinsi NTT yang sudah mendapat vaksinasi dosis penuh sebanyak 2 kali (9,97 persen dari total target). Sementara itu, penduduk NTT yang menerima vaksin pertama adalah sebanyak 635.651 orang (16,59 persen dari total target).

Jumlah tersebut masih jauh dari angka 70 persen yang diperlukan untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok, sehingga perlu untuk digenjot. Apalagi, antusiasme penduduk NTT untuk mendapat vaksin sebenarnya cukup tinggi. Namun, sayangnya hal tersebut masih belum sejalan dengan kapasitas pelaksanaan vaksinasi yang memadai. Survei BPS menunjukkan bahwa dari responden yang belum divaksin, terdapat 43 persen yang terkendala masih mencari lokasi yang menyediakan kuota vaksinasi.

Selain itu, ternyata masih ada sebagian masyarakat yang belum melakukan vaksinasi karena khawatir dengan efek samping atau tidak percaya efektivitas vaksin 14,8 persen dari responden yang belum melakukan vaksinasi. Padahal studi terbaru dari Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan, vaksin Sinovac efektif dalam mencegah perawatan dan kematian. Studi tersebut dilakukan terhadap tenaga kesehatan di DKI Jakarta. Pada periode April-Juni, ketika varian Delta sudah masuk ke Indonesia, efektivitas vaksin Sinovac dalam mencegah perawatan adalah sebesar 53 persen dan dalam mencegah kematian sebesar 79 persen.

Pekerjaan Bersama

Berbagai tantangan masih harus dihadapi dalam menekan penyebaran virus Covid-19. Selain kesadaran dan perilaku masyarakat, faktor ekonomi dan sosial juga perlu mendapat perhatian. Apalagi pembatasan kegiatan masyarakat diketahui tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi sosial tetapi juga meluas pada kondisi psikologi masyarakat. Pemerintah sendiri sudah menerapkan beberapa kebijakan terkait hal sosial ekonomi, baik dalam bentuk bantuan sosial maupun insentif.

Kewajiban masyarakat adalah taat dalam menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti aturan yang berlaku, khususnya pada saat pemberlakuan PPKM. Di sisi lain, kewajiban pemerintah adalah mengambil kebijakan yang tepat dan percepatan program vaksinasi ke masyarakat. Oleh karena itu, situasi pandemi ini dapat dilalui hanya jika masyarakat dan pemerintah dapat bersinergi dalam menjalankan setiap kewajiban dan tanggung jawabnya masing-masing.

 

Penulis adalah Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Sumba Timur

Komentar

Jangan Lewatkan