oleh

Memaknai Kebaktian Tahun Baru 1 Januari 2022, Suatu Refleksi 

-Opini-355 views
Spread the love

Oleh: Yulius Mantaon

Sudah menjadi jadwal permanen setiap tahun tanggal 1 Januari dirayakan sebagai TAHUN BARU. Sebagian manusia di jagad ini akan mengungkapkan ucapan Selamat Tahun Baru.

Banyak orang Indonesia lebih suka pakai bahasa Inggris Happy New Year. Rasa suka cita terpancar dari wajah orang-orang di desa-desa maupun yang di kota terutama di antara orang-orang Kristen. Suasana Tahun Baru sama meriahnya dengan hari Natal.

Kalau kita bilang Tahun Baru berarti ada Tahun Lama.  Pergantian Tahun yang sudah berjalan berabad-abad sudah terpatri di dalam kebudayaan dan peradaban berbagai bangsa dan untuk penggunaan kalender Masehi sudah berjalan lebih dari empat abad. yaitu sejak tahun 1585.

Bagi umat Kristen, menerima pergantian tahun seperti ini disambut melalui suatu Kebaktian Syukuran; dan kami di Jemaat Galilea Padang Tekukur Kalabahi Kebaktian syukuran Sabtu pagi, (1/1/2021) dipimpin oleh ibu Pendeta Octaviana S Appah, Ssi -Teol, di bawah tema: “TEGUHKAN HATI, TUHAN BERSAMAMU” dengan bagian Alkitab yang menjadi renungan: Yosua 1 : 1 – 9, dengan judul Perintah Tuhan kepada Yosua untuk merebut tanah Kanaan. Nama Yosua (Yoshua = Ibrani) yang berarti TUHAN MENYELAMATKAN ATAU TUHAN ADALAH KESELAMATAN atau dalam bahasa Yunani = “YESUS”.

Menurut keyakinan orang Yahudi pemberian nama kepada seseorang tidak sembarangan, karena nama itu menunjukan karakter seseorang atau suatu bangsa, contoh Abram menjadi Abraham artinya bapa sejumlah bangsa (Kejadian.17 : 5) dan Sarai menjadi Sara (Kejadian 17 : 15 – 16) yang artinya ” ibu bangsa-bangsa; Saulus menjadi Paulus dan karena begitu pentingnya nama sehingga nama itu langsung diberikan oleh Tuhan Allah, Adam, Hawa, Isak, Yakob menjadi Israel , Yohanes Yesus, dll. Sekarang ada nama baptis dan ada nama gaul. Kalau Yosua namanya sudah mengandung misi yang diembannya. Yosua adalah jenderal pertama bangsa Israel yang menaklukan raja-raja dan bangsa penduduk tanah Kanaan.

Dalam penekanan ibu Pendeta adalah 1. Tipe kepimpinan Yosua. Yosua sebelum menjadi penggati Musa untuk memimpin bangsa Israel memasuki tanah Kanaan, Yosua dikaderkan oleh Musa secara baik dengan cara penugasannya untuk tugas-tugas penting, antara lain memimpin tugas pengintaian tanah Kanaan. Pada saat melaporkan hasil pengintaian, dari 12 orang, 10 orang menyatakan bangsa-bangsa di tanah Kanaan bahkan bangsa Enak berperawakan seperti raksasa; belum lagi kota-kota mereka berkubu dan kota bentengnya kuat-kuat sehingga sulit untuk diperangi oleh bangsa Israel yang berperawakian kecil dibandingkan dengan bangsa SMITH lainnya.

Tetapi Yosua dan Kaleb berkeras bahwa sekalipun bangsa-bangsa itu berperawakan besar tetapi bangsa Israel bisa menaklukan mereka dan karena itu bangsa Israel dihukum dengan memperpanjang lamanya perjalanan mereka menjadi 40 tahun. Kemudian Musa sendiri hanya diberi kesempatan melihat tanah Kanaan dari kejauhan .Yosua diberi karunia sikap tegas untuk memimpin bangsa Israel yang keras kepala/keras tengkuk dan dijanjikan penyertaan Tuhan. Merebut tanah perjanjian yang sudah berpenghuni bukanlah hal mudah..Kadang-kadang saya berpikir, kenapa Tuhan Allah menunjuk wilayah berpenghuni untuk diduduki oleh bangsa Israel? Kemungkinan masih ada wilayah-wilayah kosong tetapi justru wilayah berpenghuni yang dijadikan tanah perjanjian bagi bangsa Israel? Jawaban pastinya hanya Tuhan yang tahu.

Kita juga dengan bekal pengalaman bangsa Israel telah memasuki tahun 2022 Kita belum tahu rahasia tahun 2022, walaupun sebagai manusia yang dianugerahi hikmat dan akal budi, kita telah membuat sejumlah perencanaan yang akan dikerjakan dengan perkiraan outcome dan outputnya. Dengan berbekal Yosua 1 : 1 – 9 kita terus melangkahkan kaki. Dengan doa dan harapan setiap langkah kita diatur oleh Tuhan sehingga langkah pertama dan langkah-langkah selanjutnya tepat dan di jalan yang benar. Ingat lagu pujian “tiap langkahlku diatur oleh Tuhan dst.

Kiranya Tahun 2022 menjadi tahun berkat bagi kita semua. Selamat Tahun Baru 2022.

Komentar

Jangan Lewatkan