oleh

Menciptakan Tatanan Persahabatan dengan Semua Orang

-Opini-78 Dilihat

Oleh: Aron Seran

Persahabatan adalah sorotan utama bagi siapa saja yang ingin bersahabat, yang bernada pada satu kebersamaan untuk membangun kunci kesetiaan serta mempererat tali persaudaraan yang menjadi rangkain untuk hidup bersama.

Persahabatan atau bersahabat berujung pada satu realitas yaitu indah, merujuk pada saling mengenal satu sama lain, mengembangkan sikap solider dalam tali persahabatan dan saling bahu-membahu di saat suka maupun duka. Bersahabat itu indah: dimana satu jendela menjadi tatapan kebersamaan untuk mencapai pertaliaan yang erat.

Aristoteles berpandangan bahwa persahabatan yang baik adalah persahabatan yang digerakkan oleh hubungan timbal balik kehendak baik. Karena itu Aristoteles mengatakan bahwa persahabatan yang bertahan lama adalah persahabatan yang didasarkan pada kebajikan, dalam arti bahwa persahabatan itu muncul sebagai bentuk menghargai sesama apa adanya sebagai pribadi yang bermartabat dan berharga.

Mempunyai sahabat adalah dambaan setiap orang, karena setiap orang adalah makhluk sosial yang tidak dapat lepas dari orang lain yang senantiasa ingin bahagia atau gembira bersama.

Hidup individu bukanlah hal yang menyenangkan, mengapa? Karena individu mencakup arti, orang lebih mementingkan diri, mengurus diri serta tak memiliki solider dengan orang lain. Hidup individu tak termasuk dalam hidup berkomunitas.

Kepribadian individu dalam arti orang tak bersahabat, tentu ini bukan cerminan dari sebuah hidup berkomunitas. Karena hidup komunitas selalu didasarkan pada kebiasaan (habit) yaitu persahabatan dengan semua orang.

Di dalam berkomunitas anggotanya berasal dari berbagai tempat serta beragam pula dalam kebudayaan serta memiliki karakter yang berbeda beda. Sehinga itu semua menjadi satu fondasi untuk selalu merangkul dan menjadikan sebagai keluarga mini dalam arti bersahabat dengan semua tampa membeda-bedakan.

Berkomunitas berarti bersahabat, mengapa? Hidup berkomunitas selalu berlandas pada hubungan kekeluargaan yang dijalani seerat dengan persahabatan. Persahabatan bukan soal memilih-milih mana yang baik dan tidak tetapi merangkum semua orang dari mana pun. Berkomunitas berarti bersahabat dan bersahabat merupakan hubungan erat yang menjadi fondasi sebuah persahabatan yang berpusat pada dasar setia dalam suka maupun duka.

Fondasi dari sebuah persahabatan yaitu merasa memiliki sesama, dalam arti berinteraksi dalam cinta dan kasih yang besumber pada satu dasar yaitu merajut kebersamaan dalam suka maupun duka, dimana seorang sahabat tidak hanya memerlukan teman disaat ada kesenangan, namun juga disaat susah pun selalu menyelesaikan dengan baik.

Banyak hal positif yang didapat dari persahabatan misalnya: Selalu membantu di saat susah. Hubungan persahabatan haruslah sampai pada tingkat dimana seorang sahabat merasakan apa yang dirasakan oleh temannya, banyak hal positif yang berfaedah bagi orang yang menjalani persahabatan itu. Persahabatan yang baik akan menumbuhkan sikap: kasih cinta, terbuka, jujur, rela berkorban tanpa pamrih, saling memahami, setia dan tidak mencari keuntungan diri.

Bingkai persahabatan akan selalu tersusun rapi, jika persahabatan itu di jalani dengan baik, rantai persahabatan akan berujung sampai tua, bahkan sahabat tak akan dilupakan hingga akhir hayat, itu tali persahabatan yang sungguh erat yang terbingkai dalam memori setiap orang yang menjalani persahabatan itu dengan baik. Sahabat bahkan dianggap sebagai saudara kandung karena sahabat adalah pendengar yang baik. The greatest gift in life is friendship and I have earned it (H. Humphre), jadi yang dikatakan oleh Humphre bahwa hadiah terbesar dalam hidup ini adalah persahabatan dan dia telah menemukanya, persahabatan baginya hadiah, suatu kegembiraan bahwa bersahabat itu hakikatnya indah.

Teman yang baik dan sejati itu seseorang yang berpikir bahwa sahabatnya adalah telur yang baik meskipun ia tahu bahwa sahabatnya sedikit retak. Itulah sebabnya manusia adalah makhluk sosial yang tak bisa hidup sendiri, sehingga sesamanya merupakan cerminan yang memantulan kembali dirinya bahwa manusia bukan makhluk individual melainkan makhluk sosial yang selalu berorintasi pada komunitas.

Sebab berkomunitas mengembangkan sikap saling memiliki dan saling peduli terhadap satu sama lain, yang merupakan kodrat manusia. Sehingga berkomunitas berarti membina hubungan persahabatan yang seerat mungkin sehingga dengan demikian dapat melahirkan bingkai dan mempererat rantai sosial manusia dalam kebersamaan, “create an order of friendship in the community”. Karena itu di dalam berkomunitas hendaklah terus menjunjung tinggi nilai persaudaraan yang menjadi kunci membentuk kepribadian dengan orang lain, dalam arti saling belajar memahami dan memandang semuanya sebagai sahabat.

Sebab jika masing-masing memiliki kebiasaan berbeda tentu tali persaudaraan di dalam komunitas tak terjalin dan tak akan seerat. Karena itu, hidup adalah kesempatan berbagi dengan orang lain dengan menjalin persahabatan yang baik “create an order of friendship in the community”.

Komentar

Jangan Lewatkan