oleh

Kemah Literasi NTT 2019 Pintu Masuk Provinsi Literasi

RADARNTT, Kupang – Semarak Literasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menunjukkan jadi diri sebagai salah satu program unggulan pembangunan Sumbar Daya Manusi (SDM). Hal tersebut dibuktikan dengan adanya kegiatan Kemah Literasi 2019 di bumi literasi Oenesu kabupaten Kupang pada pekan lalu, kegiatan yang cukup menghebohkan masyarakat NTT itu merupakan ajang mempersatukan semua elemen yang peduli terhadap literasi di NTT.

Ketua Forum Taman Baca Masyarakat (FTBM) Wilayah NTT Polikarpus Do, kepada RadarNTT menyampaikan apresiasi yang tak terhingga kepada seluruh elemen yang telah mendukung dan menyukseskan kegiatan Kemah Literasi 2019, serta terima kasih kepada seluruh Nara Sumber dan peserta kemah dari 21 kabupaten plus satu kota, yang telah ‘gempakan’ Literasi dibumi perkemahan Oenesu kabupaten Kupang yang telah dilaksanakan dengan sangat sukses.

Mengusung tema “Literasi Sebagai Kecakapan Abad 21” juga menjadikan signal kuat mengarahkan masyarakat serta para pegiat literasi untuk membongkar budaya baca sebagai salah satu rutinitas yang mampu merubah pola hidup masyarakat. Kehadiran program literasi di NTT, kata ketua DPD F-FPKBM Kota Kupang ini, merupakan media yang bisa mendongkrak berbagai aspek kehidupan masyarakat untuk hidup lebih berliterat sehingga tidak heran kalau rasa optimisme dan percaya diri sebagai ketua Literasi NTT tentunya kekuatan bersama inilah yang bisa membawa NTT sebagai daerah literasi, seperti yang direncanakan oleh Pemerintah Provinsi.

Lebih lanjut dijelaskan Polikarpus, terlepas dari literasi merupakan program strategis Pemerintah pusat melalui Kemendikbud Subdit Keaksaraan dan Kesetaraan untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah
“Pertama saya menyampaikan bahwa kegiatan kemah literasi 2019 dengan tema “literasi sebagai kecakapan Abad 21” yang tercanggih berlangsung di bumi perkemahan di kabupaten Kupang berjalan lancar dan Ini semua karena kemurahan Tuhan yang mempersatukan semua dukungan dari semua pihak teristimewa pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Ini adalah bagian dari program strategis Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan kesetaraan dan keaksaraan. Tapi ini juga mendorong kita untuk bagaimana kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam hal ini Pemerintah Provinsi melalui Bunda Baca NTT ibu Julie Sutrisno Laiskodat yang telah menyerukan tekadnya menjadikan NTT Provinsi Literasi,” jelas Polikarpus. Jumat (29/11/2019)

Selain itu, kata Polikarpus, momen tersebut benar-benar mempersatukan semua stakeholder Pemerintah turut hadir, seperti Dinas Pendidikan, dinas Perpustakaan, aktivis literasi, pemerhati budaya, sastrawan, penulis, media massa semuanya terlibat dalam kegiatan tersebut, “sehingga ini luar biasa dari kondisi tersebut maka langkah yang tepat untuk kita bagaimana mengkolaborasikan ini agar literasi menjadi gerakan bersama,” katanya.

Kemah literasi, pihaknya telah menghasilkan tiga hal yang menjadi reverensi, yakni pertama rencana tindak lanjut berbagai macam program kerja, termasuk kegiatan program yang akan dikerjakan di tahun 2020 yang akan datang. Kedua pihaknya meramu rekomendasi Pemerintah Daerah Provinsi maupun pusat agar bagaimana literasi sebaga ‘jantung’ kehidupan untuk diimplementasikan melalui program-program yang akan dihasilkan dan direncanakan.

“Literasi juga merekomendasikan pemerintah pusat dalam hal ini Kemendikbud melalui saran-saran untuk beberapa macam icon yang menyamakan dan dikemas dalam satu program demi mewujudkan masyarakat yang berliterat,” tegas Polikarpus. (TIM/RN)

Komentar