oleh

Buka Politeknik Pertahanan di Belu, UNHAN Gandeng Dunia Usaha

RADARNTT, Kupang –  Persiapan dan pembentukan Politeknik Pertahanan di Belu memasuki tahap perkembangan baru. Upaya pemerintah untuk pengembangan pendidikan dan pembangunan daerah ini tidak hanya telah mendapat dukungan masyarakat, namun juga akan disokong oleh dunia usaha.

Partisipasi Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) akan mendukung pencapaian keberhasilan dan tujuan yang diharapkan. Dengan difasilitasi oleh Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Universitas Pertahanan (UNHAN) menandatangani Nota Kesepahaman Kerja sama (MoU) dengan Power Agro Indonesia sebagai perusahaan pertanian yang beroperasi di Kawasan Timur Indonesia.  Sinergi ini ditujukan untuk pengembangan institusi dan peningkatan program melalui kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Penandatanganan naskah kerja sama ini dilaksanakan secara langsung di kampus Politani Kupang dan diikuti sejumlah Pejabat Eselon I, II, dan III Universitas Pertahanan secara daring dari Kampus UNHAN Bogor pada Selasa 12 Januari 2021.

Rektor UNHAN Laksamana Madya TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., DESD., CIQnR, CIQaR., IPU., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian dan partisipasi dunia usaha kepada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Sesuai Peraturan Presiden  No. 5 tahun 2011, UNHAN menjalankan amanat untuk menyelenggarakan Pendidikan akademik dan vokasi di bidang pertahanan dan bela negara, dan dapat menyelenggarakan pendidikan profesi lain sesuai peraturan perundang-undangan,” kata Amarulla Octavian.

Oleh karenanya, UNHAN tengah mempersiapkan sejumlah program pendidikan profesi bidang pertanian dan juga membuka kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri dalam rangka mewujudkan pencapaian pembangunan dan ketahanan nasional.

Pada kesempatan yang sama Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Ir. Thomas Lapenangga, MS mengungkapkan bahwa lembaganya siap memfasilitasi dan mendukung kerja sama berbagai pihak dalam mewujudkan terbentuknya Politeknik Pertahanan di Belu.

“Provinsi NTT sebagai beranda depan negara mememiliki peran besar untuk menjaga keamanan dan ketahanan, termasuk ketahanan pangan, tidak hanya untuk kabupaten Belu namun juga untuk Indonesia,” tutur Thomas Lapenangga.

Direktur Politani itu juga menambahkan perlu adanya penciptaan ruang untuk kaum muda baik di NTT maupun Indonesia untuk memanfaatkan potensi-potensi dan sumberdaya yang ada termasuk di wilayah perbatasan negara sehingga lebih optimal.

“Selain untuk penguatan Pendidikan Vokasi, kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri adalah salah satu cara untuk menciptakan ruang-ruang tersebut, sehingga kaum muda dapat  berpartisipasi dan berkarya dalam pembangunan,” imbuh Thomas Lapenangga.

Power Agro Indonesia, perusahaan yang mengusung inovasi dan teknologi di sektor pertanian dan perdesaan yang telah lama berkiprah di Kawasan Timur Indonesia berkomitmen untuk mendukung inisiatif pemerintah untuk pengembangan sumber daya manusia termasuk di sektor pertanian untuk ketahanan pangan.

CEO Power Agro Indonesia, Ronald Stefanus menjelaskan bahwa perusahaannya konsisten untuk memfasilitasi dan mendampingi wirausaha-wirausaha muda di kepulauan timur Indonesia untuk tumbuh bersama di sektor pertanian.

“Kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti UNHAN dan Politeknik Pertahanan nantinya akan memberikan ruang lebih banyak berinteraksi dan kerja bersama kaum muda yang berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi, namun perusahaan akan tetap berkawan dan berusaha tumbuh bersama dengan kaum muda tani di desa-desa yang tidak memiliki kesempatan berkuliah,” jelas Stefanus.

Pada saat yang bersamaan juga ditandatangani MoU antara Rektor UNHAN dengan pelaku usaha lain yaitu Fransiskus Leba, Ketua Cocoa Learning Center (CLC) Nagekeo; Fabianus Deru, Ketua Koperasi UPH Famasa Ngada; Dominggus MA. Bira Ketua Kelompk Tani Fajar Pagi Raknamo; Ritwan Ketty, Ketua Kelompok Tani Syallom, dan Wayan Supadmo Direktur Bina Jaya Abadi. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan