oleh

Dua Siswa SMAN 1 Kalabahi Raih Medali Perunggu Olimpiade Penerapan Kimia Internasional

-Pendidikan-1.606 views

RADARNTT, Kalabahi – Marice FM Makanlehi dan Yustin Lapenangga siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kalabahi-Alor, NTT mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional. Mereka berhasil menyingkirkan 10 negara hingga meraih medali perunggu pada Lomba Olimpiade Penerapan Kimia tingkat Internasional.

Marice dan Yustina mengikuti lomba Word Chemistry Applied Olimpiade 2021 atau Olimpiade Penerapan Kimia Internasional yang telah dilangsungkan Selasa, (5/10/2021) secara online. Marice dan Yustina menggunakan karya ilmiah berjudul ‘Pemanfaatan Limbah Tahu dan Bahan Organik untuk Menghasilkan Listrik”.

Pelajar dari daerah 3T (Tertinggal, Terluar dan Terdepan) atau perbatasan Timor Leste, Marice Makanlehi dan Yustin Lapenangga, walaupun di situasi 3T namun kedua puteri kota Kalabahi ini berhasil menyingkirkan puluhan finalis dari 10 negara.

Guru pembimbing SMAN 1 Kalabahi, Maryam K Djahila kepada media indonesia, Kamis (14/10/2021) mengatakan, olimpiade penerapan kimia internasional ini diselenggarakan oleh Indonesia Society Sains (ISS) diikuti oleh 21 negara. Dua siswi asal Alor ini bisa tembus babak final bersama 20 finalis dari 10 negara.

“Pada saat di final, dua pelajar kita presentasi menggunakan bahasa Inggris. Waktu pun diberikan hanya enam menit. Pujian Tuhan, usaha kerja keras anak-anak kita berhasil meraih medali perunggu dalam ajang kimia internasional itu. Saya merasa bangga dua siswa kita asal Alor ini telah mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia,” ujar Djahila.

Sementara itu, Marice FM Makanlehi pelajar kelas IX SMAN 1 Kalabahi yang merupakan anak kandung dari Sabdi Lukas Makanlehi (Camat Alor Tengah Utara) dan Yesi Padabain mengatakan, merasa senang dan bangga karena bisa meraih medali perunggu di ajang olimpiade penerapan kimia internasional yang diikuti oleh 21 negara di seluruh dunia.

“Saya terharu dan merasa senang sekali, perjuangan kami selama ini tidak sia-sia. Saya berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk anak-anak Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur terutama di Kabupaten Alor bahwa usaha keras pasti membuahkan hasil. Saya berharap ilmu pengetahuan di bidang kimia di sini semakin berkembang,” ucap Marice yang juga merupakan keponakan kandung Sekjen DPP Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM (GARPU), Fridrik Makanlehi.

Sedangkan, Yustin Lapenangga siswa kelas IX SMAN 1 Kalabahi yang juga merupakan anak dari kandung Karel Lapenangga dan Martha Nggadas mengatakan, merasa puas dan bangga karena bisa bersaing dengan anak-anak dari 22 negara.

“Kita harus berani mencoba. Jangan takut gagal untuk membuat hasil karya ilmiah. Saya yakin, anak-anak NTT bisa melakukan itu dan bisa persembahkan untuk Indonesia lewat karya-karya ilmiah karena proses tidak menghianati hasil,” sebut Dia. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan