oleh

PKM Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UNWIRA, Produktif Belajar Digital di Tengah Pandemi

RADARNTT, Kupang – Pekan Kreasi Mahasiswa (PKM) Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang-NTT tahun akademik 2020/2021 menyoroti produktivitas pembelajaran digital di tengah pandemi.

Pandemi COVID-19 menjadi tantangan besar untuk Indonesia, terlebih khusus bagi institusi-institusi penyelenggara pendidikan formal. Akibatnya banyak kegiatan belajar mengajar maupun kegiatan akademis lainnya harus diselenggarakan secara dalam jaringan (Daring). Salah satu institusi pendidikan yang menyelenggarakan kegiatan akademis secara daring adalah UNWIRA Kupang.

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UNWIRA-Kupang, dalam menyambut PKM tahun akademik 2020/2021, mengusung tema, “Productivity and digital learning in global pandemic and their impact on students self- development”. Tema ini sekaligus menjawabi tantangan besar bagi dosen maupun mahasiswa dalam menyikapi krisis besar yang melanda negeri ini, pandemi COVID-19.

PKM sendiri merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (semula Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Dikti), Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Ristek Dikti untuk meningkatkan mutu peserta didik (mahasiswa) di Perguruan Tinggi agar kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta memperkaya budaya nasional.

Adapun manfaat PKM bagi mahasiswa antara lain mengasah kreativitas, mengasah kemampuan menulis dan menyampaikan serta menuangkan ide, dalam arti untuk mendapat pengalaman, mendapat pengakuan, dan mendapat kenalan atau koneksi dan yang paling besar dan luas manfaatnya ialah membantu membangun Indonesia atau daerah setempat melalui ide-ide kreatif yang dimiliki.

Dalam membuat PKM, yang harus mahasiswa lakukan apabila tidak memiliki ide kreatif dapat melakukan ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi). Ide-ide PKM tidak harus yang rumit, cukup yang sederhana, sesuai isu global yang terjadi sekarang, dan sangat bermanfaat bagi masyarakat luas serta mengangkat kearifan lokal.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Dr. Elvis Albertus Bintoni, S.Pd., M.A. Dalam sambutannya mengatakan, mahasiswa harus menjadi penggerak dalam situasi sulit seperti saat ini di tengah pandemi.

“Hendaknya mahasiswa mesin penggerak dalam situasi yang sulit dalam menunjukan nilai-nilai yang baik yang diperoleh dari kampus, yang dapat berguna bagi masyarakat luas, serta tak henti-hentinya berjuang untuk menjadi pemenang dan bukan untuk sebuah kesia-siaan tanpa mengabaikan sesama di sekitarmu,” kata Elvis Albertus Bintoni.

Tak cuma Ketua Program Studi (Kepro) Pendidikan Bahasa Inggris yang mengutarakan sambutannya pada kesempatan tersebut, namun ada pula, Ketua Panitia penyelenggara PKM UNWIRA tahun akademik 2020/202, Agnes Muda. Dalam menanggapi tema yang diusung, Agnes mengatakan, tema ini diusung dikarenakan adanya hubungan yang erat antara pembelajaran berbasis digital yang harus dijalankan oleh mahasiswa, sebagai akibat dari adanya pandemi COVID-19 dengan produktivitas seorang mahasiswa, serta dampak positifnya terhadap perkembangan diri mahasiswa.

“Tema ini juga diusung dengan harapan pembelajaran pembelajaran berbasis digital tidak menjadi beban bagi mahasiswa, melainkan dapat memberikan semangat produktivitas terhadap mahasiswa untuk terus belajar demi perkembangan diri, kreatif, energik, dan tangguh,” tegas Agnes.

Kegiatan pekan kreasi mahasiswa ini diselenggarakann oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UNWIRA, Rabu (13/1/2021). Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepro Pendidikan Bahasa Inggris, Dr. Elvis Albertus Bintoni, S.Pd., M.A. dan para dosen, serta alumni dan alumnus, serta mahasiswa-mahasiswi dalam lingkup Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UNWIRA- Kupang.

Sebagai penutup dalam kegiatan tersebut yang dipacu oleh tema “Productivity and digital learning in global pandemic and their impact on students self- development”, pemandu acara Vinsensius Naimnule, mahasiswa semester enam itu mengajak para mahasiswa untuk terus berkarya menghadapi krisis global.

“Berkaca dari ajakan yang dilontarkan oleh bapak ketua prodi pendidikan bahasa inggris, maka saya mengajak kita sekalian agar terus berkarya dalam menghadapi krisis global ini, sebab segala sesuatu yang kita lakukan, sekecil apapun itu, jika diserta dengan intense yang baik akan sangat bermanfaat bagi orang lain,” demikian Vinsensius mengajak.

Lebih lanjut ia mengatakan, mari kita mencoba untuk mengamati, meniru dan memodifikasi tanpa harus melakukan plagiasi. (VN/TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan