oleh

Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana Gelar “Pojok Dialektika” Bedah Buku

RADARNTT, Kupang – Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menggelar kegiatan “Pojok Dialektika” pada Kamis, 20 Mei 2021 pukul 09.00 WITA.

“Pojok Dialektika kali ini mengambil bentuk bedah buku, dengan buku yang dibahas adalah buku terbaru hasil suntingan Prof. Dr Alo Liliweri, MS. berjudul PELANGI PEMIKIRAN KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA terbitan Prenadamedia Group,” demikian dijelaskan Sekretaris Panitia Kegiatan, Abner PR Sanga dalam keterangan tertulis yang diterima media ini usai kegiatan.

Buku ini, lanjutnya, membahas beragam fenomena komunikasi antarbudaya dari sudut pandang yang berbeda-beda, sehingga pembaca akan memperoleh wawasan dan pengetahuan yang lebih mendalam dan luas, mulai dari perspektif refleksi dan analisis kritis, bagaimana budaya bisa berubah, bergeser dan berkembang, pentingnya memahami multikulturalisme dalam dunia yang saling berkoneksi karena kemajuan teknologi, tentang kompetensi dan nilai-nilai.

“Pojok Dialektika dalam bentuk Bedah buku ini dilakukan secara online (daring) dengan menghadirkan dua pembedah yakni Prof. Dr. Drs. Henri Subiakto, S.H., M.Si (Guru Besar Komunikasi Politik Universitas Airlangga, Staf Ahli Menkominfo) dan Dominggus Elcid Li, Ph.D (Executive Director pada IRGSC – Institute of Resource Governance and Social Change) serta Prof. Dr. Alo Liliweri sebagai penyunting buku,” jelasnya.

Bedah buku ini diikuti oleh mahasiswa baik dari Prodi ilmu komunikasi maupun prodi ilmu sosial lainnya dalam lingkup Universitas Nusa Cendana, maupun mahasiswa dari universitas lain, dosen serta peneliti dan praktisi.

“Kegiatan tadi lumayan animonya, hampir 600 orang di kanal zoom dan YouTube, selain pembicara dihadiri beberapa peserta yang juga guru besar, doktor, praktisi dan dosen dari berbagai kampus Indonesia, ada juga dari Dili,” jelas Abner sumringah.

Animo peserta yang terlibat diskusi bedah buku ini cukup tinggi mencapai 600 orang yang ikut hadir secara daring dari berbagai kampus di tanah air bahkan luar negeri dari Dili Republik Demokratik Timor Leste.

Dalam diskusi terbatas, pihaknya juga memandang pentingnya ada ruang literasi (perpustakaan) publik di universitas untuk memberikan akses bacaan-bacaan dasar bagi masyarakat umum.

“Juga ada rencana prodi ilmu komunikasi untuk mengembangkan riset-riset ilmu komunikasi para ahli dalam negeri sehingga bisa menjadi bahan komparasi dengan hasil riset dari para peneliti luar negeri,” ungkap Abner.

Dosen Muda yang kerab disapa Abner Raya Midara menjelaskan, Pojok Dialektika merupakan sebuah ruang diskusi ilmiah mengenai ilmu komunikasi maupun peristiwa-peristiwa komunikasi yang kontekstual dalam masyarakat.

“Ini kegiatan yang ke tiga dan menjadi  kegiatan rutin yang dilakukan dua kali dalam setahun, bulan Agustus akan diadakan Pojok Dialetika yang berikut,” pungkasnya. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan