oleh

SMAN 1 Borong Luncurkan Majalah Sekolah, Gemakan Kecakapan Literasi

RADARNTT, Borong – Segenap Civitas Akademika SMA Negeri 1 Borong, kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT menerbitkan majalah sekolah bertajuk, “The Voice of Smansa Borong”. Peluncuran terbitnya perdana majalah sekolah digabungkan dalam apel bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2021 tingkat SMA Negeri 1 Borong di halaman sekolah, Senin (3/5/2021) pagi.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Borong, Ferdinandus Fifardin, S.Pd, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap guru-guru dan pembina Osis. Sebab keseriusan berliterasi di sekolah itu  telah menghasilkan produk yang lebih bernilai.

Dia menjelaskan, gerakan literasi yang ditetapkan pemerintah pusat merupakan langkah maju dunia pendidikan dalam rangka membentuk siswa berkarakter. Karena itu di setiap jenjang lembaga pendidikan wajib melaksanakan kegiatan literasi tersebut. Khusus lembaga SMA Negeri 1 Borong, terangnya,  gerakan literasi sudah berjalan dengan baik. Implikasi kegiatan tersebut  berupa baca buku  dan memproduksi majalah dinding. Majalah dinding, lanjutnya,  menjadi konkritisasi  kecakapan  berliterasi  menulis itu,  baik berdasarkan  pengalaman hidup  maupun hasil baca buku. Hanya  saja, demikian Kepsek Ferdy, produkvitas selama pendemi Covid-19  tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Karena itu,  terang Kepsek Ferdy, sejak kembali berlakunya kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan sistem sifh, literasi di SMA Negeri I Borong berjalan lagi. Seiring berjalananya  literasi itu, tuturnya, perlu ada peningkatan. “Hemat saya, membaca saja tidak cukup. Memahami teks juga belumlah lengkap. Maka lietrasi yang menekankan kerja otak perlu diaktualkan lewat tulisan,” tegasnya.

Dikatakan, aplikasi kegiatan berliterasi perlu ada peningkatan. Karena itu lembaga SMA Negeri 1 Borong memutuskan untuk meningkatkan status mejalah dinding menjadi majalah sekolah.  Untuk itu sejak kegiatan belajar mengajar  berlaku, meski dengan  sistem sifh   lembaga mengambil kebijakan untuk berliterasi secara tepat dan kena betul.

“Majalah sekolah menjadi media olah budi, rasa dan karsa. Literasi secara berimbang yaitu baca dan tulis. Tulisan dikemas dalam majalah ini,” katanya.

Diakuinya, meski ada majalah sekolah, bukan berarti majalah dinding tidak beroperasi lagi. Majalah dinding tetap beroperasi sebagaimana selama ini berjalan. Bahkan  saat ini disiapkan dua papan majalah dinding, untuk guru-guru dan siswa. Hal ini penting agar guru-guru tidak sebatas mendorong siswa untuk berliterasi, tetapi pelaku literasi itu sendiri.

Disinggung peluncuran majalah sekolah, Kepsek Ferdy, menjelaskan  peluncuran majalah sekolah akan berlangsung awal tahun ajaran 2021/2022.  Pertimbangannya  saat itu bisa melibatkan komite dan orang tua murid. Lebih dari itu semoga di bulan itu Covig-19 sudah menurun sehingga peluncuran bisa berlangsung dalam nuansa yang lebih longgar.

Tentang majalah dinding guru-guru, tegasnya, dalam waktu dekat sgera diterbitkan bersamaan majalah dinding siswa-siswi.

“Saya siapkan fasilitas. Saya dorong bapak-ibu guru agar menulis. Menulis itu penting. Demikian majalah dinding siswa. Mereka menulis dan hasil tuliskan dipublikasi di majalah dinding. Tulisan yang memenuhi standart kita masukan di majalah sekolah,” katanya.

Sementara itu, usai apel bendera memperingati hari pendidikan nasional, kepada media ini Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan, Damianus Jehuru mengatakan bahwa majalah sekolah ini bentuk literasi nyata yang merupakan hasil dari olahan potensi siswa siswi yang telah lama dibina.

Para siswa memiliki potensi untuk menulis. Potensi itu bermula dari tulisan berupa tulisan yang diisi dalam majalah dinding. Lanjut Damianus, setelah penerapan di majalah dinding kemudian melalui pendampingan lanjut ketahapan berikutnya, yakni majalah sekolah.

“Majalah sekolah yang diluncurkan ini merupakan bentuk karya siswa siswi SMA Negeri 1 Borong yang dibukukan. Karya karya ini merupakan bentuk hasil berliterasi. Saat cukup bangga dan salut terhadap hasil karya siswa siswi berupa majalah the voice of Smansa Borong,” tutur Damianus.

Sementara staf kesiswaan Masimus Milian Jehaman mengaku, keberhasilan dari siswa siswi merupakan hal yang patut diapresiasi. Karakter siswa- siswi juga tentu dibentuk melalui tahapan tahapan. Lanjut ia mengatakan, siswa siswi dengan karakteristik literasinya merupakan gol out dari transformasi pendidikan yang selama ini diterapkan. Maksudnya, kata dia, proses kegiatan belajar mengajar dan berbagai pendampingan juga turut membentuk karakter siswa, termasuk berliterasi.

“Minimal mental dan karakter siswa juga harus terbentuk. Sehingga menghasilkan generasi yang memiliki kecakapan literasi,” tutur Staf Kesiswaan yang kerap disapa Lian itu.

Sementara itu, salah satu guru pendamping kegiatan literasi, Karolina Mulyati Ndujum, mengatakan walaupun berada ditengah Wabah pandemi Covid-19, dengan mentaati protokol kesehatan para pengurus redaksional yang telah ditentukan, dibawa pendampingan para tutor dan guru, siswa siswi mampu menciptakan inovasi baru dalam mendokumentertuliskan hasil karya tulis dari para siswa.

“Tentu hal itu sangat luar biasa dan merupakan lompatan lompatan menuju kesempurnaan dalam berliterasi,” tukas Ndujum.

Dengan demikian, kata dia, siswa siswi memiliki potensi dasar dalam kecakapan literasi. Lebih lanjut ia berharap agar kegiatan yang menghadirkan semangat baru itu tetap berjalan pada periode kedua tepatnya pada bulan bahasa nanti, tandasnya.

Menamba hal yang disampaikan oleh pendampingnya, Maria Opifiani Dwi Putri mengatakan bahwa kegiatan literasi tidak hanya pada mendengar, menulis, atau membaca. Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam berliterasi juga minimal harus bisa mengimplementasikan serta mengaplikasikan hasil dari membaca, menulis dan lain sebagainya.

Dalam pelatihan jurnalis hingga pada saat peluncurannya, tidak terlepas dari peran guru dan para tutor serta para guru yang turut mendedikasikannya kepada generasi penerus.

“Kami sangat senang dan bangga pada lembaga ini. Dengan demikian majalah kami dapat ditampilkan Kedepannya. Kami punya komitmen untuk melanjutkan majalah sekolah di SMAN 1 Borong pada tahap edisi kedua pada bulan bahasa nanti,” tutup Dwi Putri. (GN/RN)

Komentar