oleh

SMK Nenuk Meriahkan HGN dan Pengukuhan Pengurus Paguyuban Ikatan Guru

Spread the love

RADARNTT, Atambua – Memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 25 November 2021 SMK Katolik Santo Yosef Nenuk menggelar upacara bendera dan pengukuhan pengurus paguyuban ikatan guru.

Hari Guru Nasional ditetapkan pada 25 November bertepatan dengan hari lahir Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Mengusung tema Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2021 adalah “Bergerak dengan hati, pulihkan pendidikan”.

Penetapan Hari Guru Nasional ini berdasarkan keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga telah merilis Pedoman Upacara HGN 2021, logo HGN 2021 (Gambar), logo HGN 2021 (pdf), spanduk HGN 2021, baliho HGN yang bisa didownload melalui www.kemdikbud.go.id

Menindak lanjuti pedoman dari Kemendikbud ini, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Katolik Santo Yosef Nenuk pun tak ketinggalan meriahkan peringatan Hari Guru Nasional dengan menggelar aneka kegiatan diantaranya upacara bendera peringatan HGN sekaligus pengukuhan pengurus Ikatan Guru Paguyuban SMK Katolik Santo Yosef Nenuk, pemasangan majalah dinding (mading sekolah) dan rekreasi bersama guru dan siswa.

Untuk pengukuhan pengurus, mereka dilantik secara resmi oleh Pater Kepsek SMK Katolik Santo Yosef Nenuk, Pater Petrus Dile Bataona, SVD pada upacara bendera peringatan HGN yang berlangsung di lapangan SMK Katolik Santo Yosef Nenuk turut disaksikan oleh pemilik lembaga pendidikan Yayasan Arnoldus Jansen (Aryos) Nenuk yang diwakili oleh Pater Andre Mello, SVD.

Mereka yang dilantik itu diantaranya Ir.Ale Kayus (ketua), Hendrikus Eres, S.Pd (wakil Ketua), Gregorius Klau, S.Pd (sekertaris) dan Hilarius Moruk, S.Pd (Bendahara).

Upacara bendera peringatan Hari Guru Nasional ke-76 yang berlangsung tepat pukul 08.00 Wita di lapangan SMK Katolik Santo Yosef Nenuk berjalan dengan lancar dan penuh hikmatnya.

Dalam amanahnya, Kepsek SMK Katolik Santo Yosef Nenuk, Petrus Dile Bataona, SVD, memberikan apresiasi dan wejangan bermanfaat bagi para guru dan keluarga besar SMK Katolik Santo Yosef Nenuk.

Ia merasa bangga dengan para guru SMK Katolik Santo Yosef Nenuk.

“Hari ini HUT Hari Guru Nasional ke-76. Selamat berbahagia bagi para guru, kiranya ivent ini menjadi batu loncatan agar predikat sebagai obor dan penyuluh bagi para guru di lembaga pendidikan ini semakin berkibar,” ungkapnya

“Kami juga tidak lupa ucapkan proficiat kepada pengurus yang hari ini dikukuhkan yang bertepatan dengan HUT HGN. Selamat bertugas, ikatan paguyuban ini sebagai wadah para guru SMK Katolik Santo Yosef Nenuk. Dipundak kalian segala aspirasi, sepak terjang dan dinamika dari para guru kalian perjuangkan,” sambung Pater Piet.

Lebih jauh Pater Piet dalam sambutannya mengatakan, Intisari dari pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yakni merdeka belajar.

“Saya pikir merdeka belajar sudah kita buat kita tidak terikat dengan kurikulum dan kurikulum bukan patokan satu-satunya,” kata Pater Piet.

Selama ini para guru di SMK Katolik Santo Yosef Nenuk telah lakukan merdeka belajar dengan strategi-strategi untuk mencerdaskan peserta didik di lembaga pendidikan berasrama ini.

Dikatakannya, SMK Katolik Santo Yosef Nenuk sudah masuk dalam arus merdeka belajar.

Sementara logo yang berbentuk hati, menggambarkan seluruh komponen pendidikan mulai dari guru, murid, hingga orang tua, yang bersinergi menciptakan semangat belajar yang merdeka dan penuh cinta guna memberikan hasil yang terbaik untuk dunia pendidikan di Indonesia terutama di lembaga pendidikan berasrama ini.

Mengutip kata Injil “Dimana hartamu berada disitu hatimu berada”, Pater Piet mengajak para guru untuk lebih mencintai SMK Katolik Santo Yosef Nenuk.

Kita harus menaruh hati dan menempatkan hati penuh pada lembaga ini. kriteria pertama yang harus diterapkan adalah mencerdaskan pendidikan di SMK Katolik Santo Yosef Nenuk.

Kunci dari semua itu adalah kedisiplinan dari para guru dengan waktu yang ada.

“Jika ada yang hatinya bercabang dan terlambat datang sekolah sebaiknya diusulkan ke Yayasan agar gajinya dipotong saja” tegas Anggota Dewan Provinsial SVD Timor ini.

Dirinya berharap agar para guru menaruh hati secara total pada SMK Katolik Santo Yosef Nenuk, karena harta yang paling berharga dari para guru itu adalah para siswa SMK Katolik Santo Yosef Nenuk.

“Mari kita poles dan cerdaskan anak-anak kita tanpa bedakan antara bodoh dan pintar,” ajak pater Piet kepada para guru mengakhiri amanahnya.

Setelah upacara dilanjutkan dengan pemasangan majalah dinding Sekolah kemudian dilanjutkan dengan rekreasi bersama guru dan para siswa. (AK/TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan