oleh

STM Nenuk Gelar Pendidikan Vokasi 4 Tahun Angkatan Pertama

RADARNTT,  Atambua – Tak Kenal Maka Tak Sayang, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Katolik St.Yosef Nenuk atau yang lebih dikenal luas dengan nama STM Nenuk menggelar kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) kepada siswa/siswi baru Angkatan Pertama Pendidikan Vokasi 4 Tahun. Senin (02/08/2021), bertempat di Aula Sekolah dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

PLS yang berlangsung 3 hari dari Senin hingga Rabu 4 Agustus ini akan diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya wawasan wiyata mandala, wawasan kebangsaan, tips kesehatan dari Dinas Kesehatan dan api unggun pada hari terakhir dengan mengusung tema “PLS SMK Katolik St.Yosef Nenuk Angkatan Pertama dengan Sistem Vokasi 4 Tahun.”

Dalam sambutan pembukaan yang dihadiri oleh seluruh jajaran para guru dan pegawai, Pater Kepala SMK Katolik St.Yosef Nenuk, Petrus Dile Bataona, SVD mengatakan memasuki era baru Direktorat Pendidikan Vokasi 4 tahun, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), menekankan bahwa kompetensi merupakan kunci utama bagi para lulusan pendidikan vokasi.

Menyambut era baru ini, SMK Katolik St.Yosef Nenuk sudah tidak diragukan lagi untuk memulai pendidikan vokasi 4 tahun.

“Kalian angkatan pertama. Pagi ini adalah awal kita semua masuk pendidikan vokasi 4 tahun. Kalau ada yang salah alamat maka pertimbangkan baik-baik. PLS adalah masa orientasi jadi pikir baik-baik selama 3 hari ini, jangan sampai salah masuk kamar,” ungkap Pater Piet.

“Jadi saya beri kesempatan beberapa hari. Jika tidak ada selera maka sebaiknya mundur,” tambah dia.

Dengan adanya pendidikan vokasi 4 tahun, lanjut Pater Piet, SMK Katolik St.Yosef Nenuk bertekad menghasilkan lulusan kompeten yang memiliki bekal hard skills, soft skills, dan pendidikan karakter yang berguna pada saat mereka terjun langsung dalam dunia usaha dan dunia industri (Dudi) nantinya dengan sasaran bisa langsung bekerja.

“Jadi dengan sekolah disini berarti kalian dipersiapkan untuk bisa kerja,” jelas Pater Dile meyakinkan siswa/i peserta PLS.

Untuk pendidikan vokasi 4 tahun, lanjut dia, Dinas Pendidikan sudah menyetujui begitupun Pemilik Sekolah Yayasan Arnoldus Janssen (Aryos) Nenuk juga menyetujui agar lembaga pendidikan ini dikemas 4 tahun kembali seperti dulu dengan 3 tahun teori dan 1 tahun praktek yakni tahun ke empat magang di Dudi.

Kita juga sudah kerjasama dengan Politeknik Negeri Kupang. Jadi setelah magang satu tahun anda bisa lanjut kuliah satu semester di Poltek Kupang maka kalian sudah bisa mendapatkan D-IV setara strata satu (S1).

Lebih jauh Pater Piet membuka wawasan berpikir anak-anak, PLS adalah mutlak untuk anak-anak yang baru masuk sekolah. Para guru sekalian juga diwajibkan untuk mengenali anak-anak di masa orientasi ini.

“Karena itu papan nama kalian tetap digantung agar mudah kenali selama masa orietasi ini,” kata Pater Bataona mengingatkan.

Kewajiban mengenal lingkungan sekolah adalah rumus mutlak untuk adaptasi. Adaptasi ini semacam inkubasi.

“Tinggalkan kebiasaan “dadolek” (kampungan) kalian. Kita sudah masuk dalam sistem pendidikan berarti siap untuk dibentuk menjadi baru,” Pesan Pastor asal Lamalera ini mengingatkan.

Dijelaskan, tuntutan pendidikan disini berada di dalam asrama. Artinya kita melihat pendidikan ini secara menyeluruh. Seluruh proses dari bangun tidur sampai tidur malam adalah proses pendidikan. Sekolah dan asrama adalah satu konsep pendidikan yang utuh dan satu untuk menghasilkan manusia integral dan berkharakter.

Menyambung pernyataan sebelumnya, Wakasek Kesiswaan sekaligus Ketua Panitia PLS, Stefanus Sintidu, ST mengatakan SMK Katolik St.Yosef Nenuk mengawali pendidikan vokasi 4 tahun dengan kegiatan PLS hari ini.

“Mengingat covid-19, kita melaksanakan prokes yang ketat baik yang antar maupun siswa baru wajib rapid test,” jelasnya.

“Dalam hal ini kita bekerjasama dengan Susteran Halikulik dan kita mulai rapid dari pukul 10.00 wita pagi hingga pukul 06 wita sore,” tambah Stef menjelaskan proses penerimaan siswa baru dari kemarin Minggu 01 Agustus hingga pada kegiatan PLS hari ini.

Rapid 103 orang diluar orang tua siswa. Setelah hasil rapid dinyatakan negatif selanjutnya langsung diarahkan masuk ke asrama yang dipandu oleh panitia PLS.

“Secara teknis kita sudah jalani prokes yang ketat sesuai anjuran dari pemerintah,” imbuh dia.

Agenda hari ini, lanjut Sintidu, kita fokus pada wawasan wiyata mandala dan wawasan kebangsaaan.

Dijelaskan untuk wawasan wiyata mandala, siswa/i diberi pandangan bagaimana cara memandang dalam lingkungan pendidikan dan pembelajaran dengan tujuan agar siswa/i berperan aktif dalam meningkatkan fungsi sekolah sebagai lingkungan pendididikan.

“Cara konkritnya menciptakn sekolah sebagai masyarakat belajar antara lain Osis, kegiatan kokurikuler, kurikuler dan ektrakurikuler,” jelas Sintidu dengan begitu rincinya.

Sedangkan wawasan kebangsaan adalah bagian penting dalam PLS, karena masyarakat sekarang nilai rasa cinta tanah air dan bangsa sudah mulai memudar, sehingga tahun ini kita meminta pihak Koramil Wilyah Tasbar untuk memberikan nilai-nilai wawasan kebangsaan kepada anak-anak sehingga kecintaannya kepada bangsa mulai tertanam sejak sekarang.

Selain itu, kita juga meminta pihak Koramil untuk mendampingi kegiatan sore hari mendampingi anak-anak dalam bidang kepemimpinan.

Pada hari kedua, kita akan mendatangkan pihak Dinkes dari Wilayah Tasbar untuk memberikan kiat-kiat khusus dalam hal menghadapi pandemi covid 19. Selain itu setiap program keahlian akan diperkenalkan kepada setiap siswa/i secara keseluruhan baik dari jurusan bangunan, mesin dan sistem jaringan.

Dihari yang sama pengenalan kurikulum secara menyeluruh dari Wakasek Kurikulum dan peraturan tata tertib sekolah serta kegitan ektrakurikuler dari Wakasek Kesiswaan.

Selanjutnya hari terakhir akan ditutup dengan api unggun.

“Hari ini kita mulai hari pertama dengan kostum merah bagi seluruh siswa/i peserta PLS menandakan angkatan ini adalah angkatan pertama yang berani dan memulai pendidikan vokasi 4 tahun ini,” ungkap Stef dan menambahkan, “Kita optimis SMK Bisa, SMK Hebat.”

Untuk diketahui jumlah siswa pada pendidikan vokasi tahun ini sebanyak 113 siswa yang datang dari berbagai daerah diantaranya dari seluruh Kabupaten di daratan Timor, Flores dan Alor. (AK/TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan