oleh

Hasil Kreativitas Siswa SMPN 7 Borong Tampil di Expo Pendidikan

-Pendidikan-143 Dilihat

RADARNTT, Borong – Hasil kreativitas siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 7 Borong berupa produk kerajinan tangan anyaman rotan ditampilkan dalam Expo Pendidikan di Centra IKM Rana Tonjong, kelurahan Rana Loba kecamatan Borong, kabupaten Manggarai timur.

Tampak sejumlah hasil kreativitas siswa berupa keranjang sabun, fas bunga, keranjang tempat sampah ramah lingkungan, keranjang buah turut pajang di stan milik SMPN 7 Borong yang berjejer di sekeliling tepat pergelaran expo pendidikan.

SMPN 7 Borong, hadir di ajang bergengsi di kabupaten juga merupakan bentuk pengakuan sebagai lembaga yang siap bersaing di era globalisasi dalam menjawab tuntutan jaman yang dimana, semakin mengarah pada branding Pariwisata.

Hal itu disampaikan Guru Pembimbing Projek Profil Pancasila SMPN 7 Borong, Majok, desa Golo Rutuk, kecamatan Rana Mese kabupaten Manggarai Timur, Bonaventura Yons Hadus, S.Pd, saat di wawancarai media ini di lokasi kegiatan, Rabu (18/5/2022).

Guru Bona mengatakan, sebagai salah satu sekolah penggerak, siswa lebih secara leluasa memahami pendidikan secara kontekstual. Semisal, kata dia, sekolah SMPN 7 Borong terletak di daerah pedalaman dan daerah beriklim dingin, sangat dekat dengan tanaman rotan.

Melihat bagaimana dunia mulai tertarik dengan produk ramah lingkungan. Hal itulah yang membuat sekolah ini lebih memilih rotan sebagai salah satu produk unggulan dalam berkreativitas.

“Siswa-siswi dilatih untuk bagaimana menganyam rotan untuk menghasilkan berbagai kreativitas seperti fas bunga, keranjang sampah, tempat buah, keranjang sabun yang ramah lingkungan,” pungkas Guru Bona.

Berbagai kreativitas yang turut tampil dalam expo pendidikan juga merupakan hasil dari penerapan pendidikan dari para pengajar kepada siswa-siswi dalam melihat peluang kewirausahaan, terlebih khusus menyiapkan SDM dan UKM untuk menjemput peluang pariwisata super premium Flores Labuan Bajo.

“Anak-anak kami latih dengan menghadirkan para tutor yang ada di kampung dengan berkolaborasi dengan para guru untuk menghasilkan pengetahuan baru bagi siswa dalam berwira usaha. Alhasil anak anak bisa menghasilkan karya tangan sendiri,” jelasnya.

Menganyam rotan, kata Guru Bona, merupakan bentuk melestarikan budaya Manggarai yang telah diwarisi oleh orang tua sejak jaman dahulu.

“Hanya saja, pada jaman orang tua kita dulu, menganyam rotan hanya sebatas membuat keranjang(Roto) dan Sangkar ayam. Sedangkan yang kreatifitas yang lain, belum,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 7 Borong, Eduardus Karman Benta, S.Ag, mengatakan dirinya dan lembaga pendidikan SMPN 7 Borong sangat berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Manggarai Timur yang telah menyelenggarakan kegiatan Expo Pendidikan.

“Terima kasih kepada pemerintah kabupaten manggarai timur, dinas PPO, para guru, orang tua murid, dan para siswa yang sudah tampil semaksimal mungkin. Kehadiran kami tidak hanya untuk mencari juara, tetapi juga inging menyampaikan kepada publik bahwa sekalipun berada jauh dari ibukota kabupaten, lembaga pendidikan SMPN 7 Borong ada dan siap bersaing,” tukasnya.

Terkait apa saja yang akan tampil dalam ajang expo pendidikan, Eduardus mengatakan tidak hanya hasil karya rotan. SMPN 7 Borong juga menyediakan dan menampilkan berbagai olahan tanaman obat keluarga (toga) seperti jamu tradisional.

“Kami juga mendorong hidup sehat, dengan menampilkan hasil karya olahan tanaman obat keluarga seperti jamu temulawak, yang kami namai jamu sehat SMPN 7 Borong,” tutur Eduardus.

Terkait kreativitas siswa yang sudah mulai tampil, harapannya bisa tembus pasar internasional dan bisa menjadi produk unggulan di sektor pariwisata super premium Flores Labuan Bajo. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan