oleh

PAPaPD, Terobosan Digitalisasi Pendidikan Kota Kupang

-Pendidikan-1033 Dilihat

RADARNTT, Kupang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang kembali membuat terobosan digitalisasi berupa aplikasi untuk membantu guru dan pengawas dalam melakukan pekerjaan. Aplikasi tersebut yakni PAPaPD (Pengelolaan Administrasi Perangkat Pembelajaran Digital).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Dumuliahi Djami, S.Pd., M.Si. kepada media ini di ruang kerjanya, menyampaikan bahwa aplikasi ini dimanfaatkan untuk memuat seluruh administrasi sekolah, perangkat pembelajaran guru di sekolah masing-masing, soal-soal ulangan harian, soal tengah semester, soal akhir semester hingga nilai-nilai anak didik.

“Nilai-nilai anak didik dari nilai harian, tengah semester yang sudah diupload akan diolah secara digital oleh aplikasi dan kemudian akan menjadi e-raport, jadi guru-guru tidak perlu repot lagi untuk kerja secara manual lagi,” jelasnya.

Aplikasi ini, lanjutnya, sudah didesain sedemikian rupa sehingga ketika guru-guru mengisi format penilaian yang ada dalam aplikasi ini dengan baik, maka penilaian karakter, pengetahuan dan keterampilan anak didik akan terakumulusi dan terbaca.

“Aplikasi ini mempermudah guru dalam proses pembelajaran dan proses pemberian nilai bagi siswa SD maupun SMP yang ada di Kota Kupang,” ujarnya.

Pada tempat yang sama, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Oktovianus Naitboho, S.Pd, M.Pd,. mengungkapkan bahwa kehadiran aplikasi PAPaPD ini merupakan penjabaran dari konsep digitalisasi pendidikan dan smart city.

“Salah satu kegunaan aplikasi selain yang sudah disebutkan diatas, adalah meminimalisir supervisi administrasi perangkat pembelajaran guru. Jadi, aplikasi ini lebih menghemat waktu, biaya serta tenaga pengawas dan guru saat melakukan supervisi,” jelasnya.

Penggunaan aplikasi PAPaPD, lanjutnya, untuk saat ini sementara diajarkan ke guru-guru lewat kegiatan workshop di tiap sekolah hingga akhir bulan Juni 2022 ini. Setelah diajarkan, segala urusan administrasi harus langsung diupload ke aplikasi dan batas waktunya adalah 5 Juni 2022.

“Pada semester ganjil tahun ajaran baru 2022/2023 ini, aplikasi ini sudah digunakan. Jadi tahun ajaran yang baru, di hari pertama KBM (Kegiatan Belajar Mengajar,-red) itu segala urusan administrasi sudah selesai. Tidak ada alasan lagi bahwa masih urus administrasi lagi,” tegasnya.

Terobosan digital ini, jelasnya, merupakan terobosan digital keempat yang sudah ada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang ini. Sebelumnya, sudah ada Aplikasi PPDB Online, Aplikasi BOS Online, Aplikasi Kenaikan Berkala Online dan yang terakhir adalah PAPaPD.

Jumlah sekolah di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang yakni Sekolah Dasar Swasta maupun Negeri berjumlah 157 Sekolah dengan jumlah pengawas hanya 20 orang. Sementara Sekolah Menengah Pertama Swasta maupun Negeri berjumlah 62 Sekolah dengan jumlah pengawas sebanyak 12 orang. (DN/RN)

Komentar