oleh

Profil Pelajar Pancasila, Ciri Kurikulum Merdeka SDI Liliba

-Pendidikan-604 Dilihat

RADARNTT, Kupang – Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Sekolah Dasar Inpres (SDI) Liliba Kota Kupang, Yohanes J Tukan, S.Pd, menegaskan Penguatan Profil Pelajar Pancasila menjadi ciri Kurikulum Merdeka yang tengah diterapkan di Kota Kupang, termasuk di Sekolah itu.

“Implementasi kurikulum Merdeka di SD Inpres Liliba yang merupakan salah satu Sekolah Penggerak di Kota Kupang, berupa kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang menjadi ciri Kurikulum Merdeka dalam bentuk Pameran dan Pentas Seni,” kata Tukan di Kupang, Rabu (25/5/2022).

Mantan Kepala Sekolah SDI Bertingkat Kelapa Lima Kota Kupang itu mengatakan hal tersebut, pada kegiatan puncak Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di halaman UPTD SDI Liliba, kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, NTT.

Menurutnya Proyek Penguatan Profil pelajar Pancasila merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kurikulum Merdeka. “Proyek penguatan profil pelajar Pancasila menjadi penting dilaksanakan dengan alokasi waktu khusus guna memberi kesempatan kepada peserta didik untuk “mengalami pengetahuan” sebagai proses penguatan karakter sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya,” cetusnya.

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitarnya. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang berbeda dengan pembelajaran berbasis proyek dalam program intrakurikuler di dalam kelas.

Dalam kegiatan proyek ini, peserta didik memiliki kesempatan untuk mempelajari tema-tema atau isu penting sehingga peserta didik bisa melakukan aksi nyata dalam menjawab isu-isu tersebut sesuai dengan tahapan belajar dan kebutuhannya. Proyek penguatan ini juga dapat menginspirasi peserta didik untuk memberikan kontribusi dan dampak bagi lingkungan sekitarnya.

Dalam kaitannya dengan itu, kata dia pada semester ini, di UPTD SDI Liliba, Kota Kupang, memilih tema proyeknya adalah Kearifan Lokal.

“Berkaitan dengan hal ini, sebagai bentuk kerja sama UPTD SDI Liliba dengan berbagai elemen masyarakat, maka kami telah mengundang bapak-ibu warga kelurahan Liliba untuk ikut berpartisipasi dengan memamerkan, menjual sekaligus mempromosikan usaha atau produk-produk lokal, baik secara perorangan, kelompok atau berbasis komunitas,” kata Tukan.

Lurah Liliba, Viktor Makoni, pada kesempatan itu mengapresiasi Kepala UPTD SDI Liliba, para guru, pegawai, panitia pelaksana, orangtua, terutama peserta didik yang menjadi pelaku utama pada kegiatan hari ini.

“Kegiatan yang sarat kreatif dan inovatif dan luar biasa ini sudah sewajarnya diapresiasi. Karena itu atas nama seluruh masyarakat kelurahan Liliba, saya mengucapkan terima kasih, karena telah berbuat yang terbaik, bagi siswa dan siswi di sekolah ini,” kata mantan Sekretaris Lurah Kelurahan Oebufu ini.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs Dumuliahi Djami, MM, pada kesempatan itu juga mengapresiasi Kepala UPTD SDI Liliba, Yohanes J Tukan, sebagai salah satu Kepala Sekolah di Kota Kupang yang sukses meraih predikat sebagai Sekolah Penggerak.

“Sekolah Penggerak di sini, bukan sekolahnya yang bergerak, tetapi Kepala Sekolahnya yang harus bergerak, kreatif dan inovatif dan sebagainya seperti yang digariskan dalam ketentuan terkait Kurikulum Merdeka,” kata Djami.

Ia mengatakan untuk melaksanakan maka dibutuhkan Kepala Sekolah yang memenuhi beberapa kriteria, dan karena itu seleksi untuk meraih predikat Sekolah Penggerak, tidak mudah dan tidak gampang.

“Dan karena itu, tidak salah, orangtua siswa memilih SDI Liliba untuk menyekolahkan anak-anaknya, karena Sekolah ini salah satu Sekolah Penggerak di Kota Kupang,” tegasnya disambut tepukan tangan peserta dan undangan yang hadir. (HB/TIM/RN)

Komentar