oleh

Program ‘Merdeka Belajar’ Jangkau Pelosok Nusantara

-Pendidikan-116 Dilihat

RADARNTT, Kalabahi – Program ‘Merdeka Belajar’ menjangkau pelosok nusantara di tengah situasi yang kurang menentu akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia sejak akhir 2019 lalu.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI, Nadiem Anwar Makarim dalam sambutan tertulisnya memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2022 yang dibacakan Bupati Alor Amon Djobo, antara lain mengajak seluruh masyarakat untuk berdiri di garis depan untuk memimpin pemulihan dan kebangkitan.

Bupati Alor Amon Djobo memimpin upacara peringatan Hardiknas tahun 2022 disatupadukan dengan Apel Kesadaran bagi Pegawai Negeri Sipil setiap tanggal 17 dalam bulan berjalan yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Alor , Selasa (17/5/2022) pagi.

Hardiknas yang diperingati setiap 2 Mei namun untuk kali ini peringatannya digelar pada 17 Mei 2022 disatupadukan dengan Apel Kesadaran bagi PNS lantaran pada 2 Mei bertepatan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah.

Merujuk pada tema Hardiknas tahun 2022, “Pimpin Pemulihan Bergerak untuk Merdeka Belajar” Menteri Nadiem Makarim dalam sambutan tertulisnya mengajak seluruh masyarakat untuk berdiri di garis depan untuk memimpin pemulihan dan kebangkitan.

Menteri Nadiem Makarim menandaskan, selama dua tahun terakhir, banyak sekali tantangan yang harus kita hadapi bersama, yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Bahkan, kita mungkin tidak pernah membayangkan bahwa kita semua dapat mengatasinya.

Program ‘Merdeka Belajar’ yang di tahun ketiga ini kita rayakan demikian lanjut Makarim, telah mengarungi pulau-pulau di Indonesia.

“Hari ini adalah buktinya. Bukti bahwa kita jauh lebih tangguh dari semua tantangan, lebih berani dari rasa ragu dan tidak takut untuk mencoba. Kita tidak hanya mampu melewati, tetapi berdiri di garis depan untuk memimpin pemulihan dan kebangkitan, “ ujar Nadiem Makarim dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Djobo.

Lebih lanjut dikatakan Makarim, Kurikulum Merdeka yang berawal dari upaya untuk membantu para guru dan murid di masa pandemi, terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran atau learning loss.

“Kini Kurikulum Merdeka sudah diterapkan di lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Itu berarti bahwa ratusan ribu anak Indonesia sudah belajar dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dan memerdekakan,” ujar Nadiem Makarim.

Ditambahkan bahwa, anak-anak kita juga tidak perlu lagi khawatir dengan tes kelulusan karena Assesmen Nasional yang sekarang yang kita gunakan tidak bertujuan untuk “menghukum” guru atau murid, tetapi sebagai bahan refleksi agar guru terus terdorong untuk terus belajar; supaya Kepala Sekolah termotivasi untuk meningkatkan kualitas sekolahnya menjadi lebih inklusif dan bebas dari ancaman tiga dosa besar pendidikan.

Semangat sama juga, terangnya, sudah kita dengar dari para seniman dan pelaku budaya, yang sekarang mulai bangkit lagi, mulai berkarya lagi dengan lebih merdeka. Itu semua berkat kegigihan kita untuk melahirkan terobosan dan abadi kebudayaan dan kanal budaya pertama di Indonesia. Dampaknya, sekarang tidak ada lagi batasan ruang dan dukungan untuk berekspresi, untuk terus menggerakkan pemajuan kebudayaan.

Semua perubahan positif yang kita usung bersama ini, demikian kata Menteri Nadiem Makarim, tidak hanya dirasakan oleh para orang tua, guru dan murid di Indonesia, tetapi sudah digaungkan sampai ke negara-negara lain melalui presidensi Indonesia di konferensi tingkat tinggi G20.

“Tahun ini kita membuktikan diri bahwa kita tidak lagi hanya menjadi pengikut, tetapi pemimpin dari gerakan pemulihan dunia. Langkah kita hari ini sudah semakin serentak, laju kita sudah semakin cepat. Namun, belum sampai di garis akhir. Maka, tidak ada alasan untuk berhenti bergerak meski sejenak. Ke depan, masih akan ada angin yang kencang dan ombak yang jauh lebih besar, serta ritangan yang jauh lebih tinggi. Dan kita akan terus memegang komando, memimpin pemulihan bersama, bergerak untuk Merdeka Belajar,” pesan Nadiem Makarim mengingatkan.

Perserta yang hadir mengikuti upacara yakni, seluruh Pegawai Negeri Sipil Lingkup Pemeritah Kabupaten Alor, Para Kepala Sekolah, Kepala UPTD SD, SMP dan perwakilan siswa dari seluruh sekolah dalam Lingkup kota Kalabahi dan sekitar. Para PNS yang hadir sebagai peserta upacara berpakaian Dinas Korpi dan para Kepala Sekolah, Guru dan keterwakilan siswa dari sekolah dalam lingkup kota kalabahi dan sekitarnya berpakain adat dan busana motif daerah.

Turut hadir dalam upacara Wakil Bupati Alor, Imran Duru, S.Pd. M.Pd, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Alor, Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kabupaten Alor, Ketua Pengadilan Negeri Kalabahi, sesepuh mantan wakil Bupati Alor, Drs. Haji Jusran Tahir, Sekretaris Daerah (Sekda) Drs. Soni O. Alelang, para Asisten Setda, para Staf Ahli, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pimpinan Bagian Lingkup Pemerintah Kabupaten Alor, para Pensiunan Guru dan undangan lainnya. (Marthen J. Manilau)

Komentar

Jangan Lewatkan