oleh

Anggota DPR Jacki Uly: Perlu Internalisasi Nilai Empat Pilar Kebangsaan

-Politik-899 views

RADARNTT, Kupang – Drs. Y. Jacki Uly, M.H, anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, menegaskan, peran empat pilar kebangsaan: Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sangat strategis.

Karena itu, sosialisasi dan internalisasi nilai-nilai yang tergandung dalam empat pilar kebangsaan itu perlu terus ditumbuhkembangkan setiap warga negara dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Dengan demikian, Indonesia akan tumbuh menjadi bangsa yang besar, berbudaya, dan disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia.

“Pancasila sebagai dasar negara bukan barang baru. Tatkala Islam masuk Indonesia, tidak ada pertentangan satu sama lain di antara sesama anak bangsa. Begitu juga saat Belanda masuk Indonesia juga tak ada pertentangan namun solidaritas sebagai bangsa yang heterogen tetap terpelihara baik,” ujar Anggota MPR RI dari Fraksi NasDem Jacki Uly saat berlangsung kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di hadapan ratusan warga masyarakat Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa, (16/7).

Anggota MPR yang baru saja menggantikan koleganya, Gubernur terpilih NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, lebih jauh mengatakan, masyarakat kita begitu toleran, saling menghormati, dan dapat bekersama sama membangun bangsa. “Hemat saya inilah nilai-nilai yang perlu terus ditumbuhkembangkan dalam kehidupan masyarakat kita,” ujar Jacki Uly, yang juga Calon Anggota DPR RI 2019 dengan Nomor Urut 1 dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur 2.

Pada bagian lain, ia menegaskan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara empat pilar kebangsaan berperan sangat vital. Oleh karena itu, selain internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seluruh elemen masyarakat bangsa harus benar-benar memahami arti dari empat pilar tersebut.

“Kita tahu bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, empat pilar kebangsaan ini punya fungsi dan peran sangat penting karena di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur bangsa,” kata Jacki Uly.

Menurutnya, Indonesia adalah negara besar dan terberkati oleh Tuhan. Meski beraneka suku dan bahasa, namun bersatu dalam bingkai kebhinekaan. Dengan demikian, hal ini sangat penting untuk terus-menerus digelorakan kepada masyarakat.

“Melalui pertemuan yang berharga ini, saya harapkan agar kita semua masyarakat dari kota hingga kampung-kampung terus mengaktualisasikan empat pilar kebangsaan. Hal ini penting karena tantangan bangsa dan negara ke depan makin berat,” lanjut Jacki Uly.
Warga masyarakat menyambut positif kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Sulamu. Kornelis Liunome, warga Sulamu, mengharapkan agar kegiatan anggota DPR seperti ini dilaksanakan berkesinambungan agar masyarakat tahu arti penting empat pilar dimaksud untuk selanjutnya diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pertemuan kali ini sunggu bermakna bagi kami orang kampung. Apalagi dikunjungi anggota DPR. Kami tahu, agenda mereka (wakil rakyat), sangat padat dalam membicarakan soal-soal masyarakat secara nasional. Kami masih berharap agar kegiatan seperti kunjungan kerja atau reses dilakukan agar masalah yang kami hadapi di kampung bisa kami sampaikan secara langsung,” kata Liunome, warga Sulamu.

Irjen Pol (Purn) Drs Y. Jacki Uly, MH, Selasa (10/4/2018) sekitar pukul 11.00 WIB, diambil sumpah atau janji menjadi anggota MPR RI pergantian antarwaktu (PAW) bersama 12 anggota PAW MPR lainnya. Jacki menggantikan koleganya, Viktor Bungtilu Laiskodat, yang saat ini terpilih menjadi Gubernur Nusa Tenggara Timur.

Prosesi pengambilan sumpah dan janji PAW MPR RI berdasarkan Surat Sekretaris Jenderal (Sekjen) MPR RI Nomor B. 927/MJ.16/B-II/Setjen MPR/04/2008 yang diteken Sekjen MPR Maruf Cahyono.

Sebagai anggota DPR, Jacki dipercaya duduk di Komisi I urusan pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, dan intelijen. Komisi ini bermitra dengan  Kementerian Pertahanan RI; Kementerian Luar Negeri RI; Kementerian Komunikasi dan Informatika RI; Panglima TNI/Mabes TNI AD, AL dan AU; Badan Intelijen Negara; Lembaga Sandi Negara, dan Lembaga Ketahanan Nasional.

Selain itu, Dewan Ketahanan Nasional; Komisi Penyiaran Indonesia; Komisi Informasi Pusat; Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia; Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia; Dewan Pers; Perum LKBN Antara; Lembaga Sensor Film; dan Badan Keamanan Laut. (Tim/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan