oleh

Ketua YTMI NTT Menegaskan, Berpolitik Itu Siap Kalah dan Siap Menang.

-Politik-1.196 views

RADARNTT, Kupang- Ketua Yayasan Tunas Muda Indonesia Propinsi NTT , Saturminus Jawa mengatakan bahwa, kita baru selesai melaksanakan pesta demokrasi dan melalui proses yang panjang dari pilkada hingga pilgub yang ada di Propinsi NTT.

Hal ini Perlu kita Ketahui bersama ada beberapa Kabupaten lainnya seharusnya bisa menjadi proses pembelajaran bagi tim – tim yang berkompetisi atau kelompok yang sedang adu strategis dan taktis dalam meraih sebuah kemenangan.
Kemenangan ini menjadi kemenangan kolektif masyarakat NTT dan setia tim harus siap menang dan siap kalah, tuturnya kepada wartawan (Kamis, 28/06/2018).

Kata Saturminus Jawa, jika dalam kompetisi ini ada yang kalah dan masih ada orang yang belum mengakui kemenangan serta membuat keributan atau gagal move On setelah penetapan di KPU maka itu bukanlah demokrasi.
“Berani berpolitik berani menerima resiko apapun yang terjadi, jika tidak puas bisa menggunakan jalur hukum jangan bertindak anarkis dan tetap menjaga hubungan persahabatan dan persaudaraan kita yg sudah lama terjalin agar tidah sirna karena perbedaan pilihan politik”, tegas Mantan Ketua Permasna.

Pria yang sering disapa Cristian Jawa ini mengungkapkan, jangan malu untuk mengucapkan selamat kepada kolega atau teman serta tim pasangan yang menang dan harus mempunyai jiwa besar dengan ucapan selamat kepada paslon yg menang dan tidak bermusuhan karena pilkada dan Pilgub.

Setiap tim pasangan calon masing-masing harus berpegangan tangan dan saling dukung serta memberi kesempatan kepada paslon yang meraih suara terbanyak agar selama lima tahun kedepan dapat memimpin daerah ini lebih baik dan jika ada kesalahan silahkan dikritik dengan memberikan solusi yang produktif.

Dan apabila dalam masa kepemimpinan tim yang menang kurang tepati janji maka marilah kita bersama sama untuk memberikan masukan dengan pikiran -pikiran brilian agar roda pemerintahan ini dapat berjalan dengan baik demi NTT tercinta, ujar Cristian.

Untuk yang menang, harus menghormati, mengayomi dan merangkul yang kalah, jangan menjadi Kepala daerah perseorangan, kelompok atau partai politik dan harus menjadi pelayan bagi seluruh masyarakat dan membangun NTT tanpa ada sekat – sekat perbedaan, kata Cristian Jawa.

Ia mengutip pernyataan Lasswell yang berpendapat, Who get what, when and How, Siapa dapat apa, kapan dan bagaimana, Orang mau mendukung, Tetapi harus dapat imbalan.

Cristian Jawa Menjelaskan, Ini yang terjadi di negeri kita, para pemenang jangan hanya memperhatikan pendukungnya, namun harus semua di perhatikan mulai dari yang terpinggirkan sampai di pusat kota,jika budaya ini di gunakan para pemimpin yang menang, maka negara kita pasti akan jauh lebih baik dari negara – negara lain.

Dirinya berharap kedepan siapapun yang menang harus di dukung dan diberi kesempatan untuk memimpin, tapi harus tetap mengkritisi hal-hal yang tidak pro rakyat dan mari kita bangun lewat pilkada 2018 ini agar menjadi pembelajaran ke depan dan membuat demokrasi Indonesia semakin matang khusus demokrasi di NTT. (Ro/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan