oleh

Gubernur NTT Respons Serius Pendapat Akhir Fraksi

-Politik-1.081 views

RADARNTT, Kupang – Secara umum saya menyampaikan terima kasih kepada semua fraksi-fraksi yang telah menyetujui pertanggungjawaban APBD Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun anggaran 2019 ini dan oleh karenanya sekali lagi terima kasih atas kerja sama yang sangat baik dan menghasilkan persetujuan pada pagi hari ini.

Demikian dikatakan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dalam Pidato di Sidang Paripurna DPRD NTT Rabu, (8/7/2020).

“Saya mencermati berbagai kritik saran dan pendapat, khususnya PT Flobamor, perusahaan ini dalam keadaan sakit parah pada saat saya menjadi Gubernur dan sekalipun selama saya menjadi Gubernur belum ada sekalipun kita masuk untuk memberi bantuan kepadanya. Dan mereka membayar gaji, membayar utang-utang bunga di Bank NTT, membayar tunggakan pajak 1,8 Miliar,” ujar Gubernur tegas.

Karena itu, tegas Viktor, jangan pernah tidak tahu permasalahan sesungguhnya, mari kita dalami belajar bersama supaya apabila disepakati audit investigasi dilakukan sampai dengan audit hukum mari kita lakukan dan saya setuju untuk kita lanjutkan.

Kedua, tentang Bank NTT; saya setuju dan terima kasih dukungan untuk Kejaksaan melakukan pemeriksaan lanjutan dan tentunya sebagai pemegang saham pengendali, saya akan mendorong secara serius agar ini periksa pada tahapa-tahapan yang di atas.

Berkaitan dengan yang lain, PT Semen Kupang, bertahun-tahun PT Semen Kupang berdiri, provinsi Nusa Tenggara Timur membutuhkan satu tahun 1,1 juta metric ton semen, PT Semen hanya  menghasilkan 250 ribu dan itu tentunya di dalam pandangan saya sebagai Gubernur memang tidak layak apalagi dengan hutang sebesar itu. Maka tentunya kita ingin agar lakukan langkah-langkah untuk pemulihan dalam rangka menaikan ekonomi Nusa Tenggara Timur dari sektor semen ini.

Ketiga, bicara tentang pengembangan usaha di PT Flobamora, siapa orang ini? Kita membutuhkan langkah-langkah yang ekspansif tidak seperti mengurus tiga kapal ini, jadi kalau bicara dengan Gubernur harus punya visi yang kuat.

Kita membutuhkan ke depan untuk membangun pariwisata kita yang hebat Labuan Bajo butuh bekerja sama, Taman Nasional Komodo kita tidak punya perusahaan yang begitu. Kalau ini dilepaskan ke swasta untung silakan mari kita lepas, tapi PAD kita tidak ada dan kalau untuk PAD kita harus mengembangkan ini, dan perusahaan ini harus menjadi bagian pariwisata, harus!

“Kalau mau berdebat dengan saya mari kita buka forum khusus berdebat ini, jangan hanya omong lalu kau duduk,” tantangnya bersemangat.

Keempat, kita perlu sungguh-sungguh, saya setuju tadi dukungan yang luar biasa. Khusus untuk kalau pemerintahan saya ini ada yang korupsi dan penyuapan, tunjukkan mukanya ke saya. Jangan baca di podium ini lalu tidak nama orang itu kasih ke saya, kalau tidak saya mempertimbangan dalam satu minggu ini untuk saya ambil langkah-langkah yang keras.

Kalau ada dalam pemerintahan saya ini ada yang bermain-main, karena itu saya perintahkan saudara Sekda setelah ini siapkan langkah-langkah yang penting. Saya minta untuk karena sudah dibuka di forum ini, ada dugaan dimenangkan proyek, memenangkan proyek maka itu punya korelasi-korelasi negatif, apalagi sudah dipastikan ada penyuapan seperti tadi disampaikan.

“Saya minta dalam satu minggu ini, tidak ada nama-nama orang maka saya akan ambil langkah-langkah hukum. Karena tidak boleh dalam semangat kebersamaan ini, mengeluarkan tuduhan tanpa memajukan bukti-bukti hukum. Sebagai seorang politisi saya menyadari ini, dan saya berdiri dihadapan hadirin bapak, ibu semua bahwa saya tidak akan pernah korupsi di tempat ini,” tegas Gubernur Viktor.

Saya datang untuk membangun provinsi ini, jadi bila ada masalah-masalah itu silakan bawa nama orang ini saya pecat sekarang. Jadi kalau mau adu bersih mari kita adu bersih, kalau mau cari uang saya tidak datang di NTT, berapa anggarannya? Maksimun 5 Triliun belanja, karena itu saya minta di dalam semangat kebersamaan mari kita membangun bersama.

Dan saya setuju bahwa memang selama ini provinsi ini belum dikelola dengan benar. Banyak aset-aset kita yang belum dikerjakan dengan benar, salah satu Hotel Sasando yang bertahun-tahun tidak pernah memberikan dukungan kontribusi anggaran yang begitu luar biasa, tapi kapan kita bersikap, di bawah pemerintahan saya hari ini kita usir orang-orang ini yang terlibat orang-orang besar di belakang.

Karena itu, teman-teman anggota semua dari segala fraksi, bila niatnya ingin membangun NTT, niatnya tidak busuk bukan mau hanya mau untuk yang jelek, niatnya membangun NTT mari kita bersama-sama. Tapi saya paling pantang dituduh, kalau tidak ada orangnya kita akan berhadapan, dan saya akan mengambil langkah-langkah, langkah hukum dan langkah yang saya pandang perlu untuk saya lakukan.

Karena itu, penting bagi kita semua untuk membangun provinsi ini, bagi para birokrat, saya sebagai Gubernur bagi anggota DPRD semangat kita tentu sama untuk membangun provinsi ini makin baik. Dan tentunya itu niat kita semua, oleh karena itu dalam semangat kebersamaan kita kerja sama yang erat itu saya minta bukan berarti kita saling menjaga keburukan, yang buruk kita buka tapi tidak boleh asumsi, tidak boleh. Diduga Sekda bermain-main, tidak boleh. Sekda telah ambil ini lewat ini bagini, siapa lagi, Kepala Dinas Pendidikan terima guru, terima uang terima lewat si ini, gurunya ini harus ada, dan kalau Gubernurnya tidak tindak pasti dia korupsi, Gubernurnya terlibat.

Ada jalan dimenangkan, mana tangkap dia kita proses hukum, kalau Gubernur tidak proses dia terlibat. Jadi itu, kita kerja pasti jangan kita duduk dalam lima tahun dalam pemerintahan sini kita saling curiga saling curiga, ngak bagus hidup dalam saling curiga itu tidak baik.

“Apalagi anda berhadapan dengan Viktor Laiskodat yang model seperti ini, serius! Saya tidak pernah melihat jabatan ini kebanggaan bagi saya tetapi pelayanan, karena itu sekali lagi saya mengucapkan terima kasih, tolong sampaikan ke saya setiap kali kami pemerintah ini ada yang salah dalam arti korupsi tolong namanya diberikan ke saya,” tegasnya.

Kritikan-kritikan yang konstruktif untuk perbaikan, pasti harus saya setuju. Bahwa ada pelabuhan yang diserahkan masih mangkrak saya setuju benar itu, ada pikiran-pikiran yang lain yang perlu secara konstruksi dibangun benar kita harus bangun bersama, karena itu tugas DPRD untuk mengawasi agar seluruh berjalan dengan baik karena ini bukan milik pribadi.

Sangat setuju, yang tidak boleh asumsi menuduh seolah-olah ada korupsi, itu yang harus dibuktikan karena ini publik sudah dibuka ke publik, kalau datang bisik ke Gubernur saja tidak apa-apa. Tapi kalau sudah naik ke publik bahwa ada dugaan maka dimana orang kalau tidak mau kita minta yang bersangkutan kita minta jaksa atau polisi, KPK bila perlu.

“Karena itu, saya minta setelah proses ini fraksi Demokrat Solidaritas Pembangunan dalam satu minggu ini tolong tunjuk saya orangnya bila tidak kami akan mengambil langkah-langkah lain,” pungkas Gubernur. (TIM/RN)

 

Sumber: Transkrip Pidato Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat di Paripurna DPRD NTT Rabu, (8/7/2020)

Komentar

Jangan Lewatkan