oleh

Ketua Presidium PMKRI Kutuk Keras Tindakan Teror Bom Bunuh Diri di Makassar

-Politik-294 views

RADARNTT, Jakarta — Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Benidiktus Papa mengutuk keras tindakan teror bom bunuh diri yang terjadi didepan Gereja Katedral Makassar, Minggu, (28/3/2021).

“Atas nama PMKRI kami mengutuk keras tindakan teror yang terjadi hari ini di depan Gereja Katedral Makassar, saat umat sedang merayakan Minggu Palma sebagai bagian dari pekan suci Paskah umat kristiani,” ungkap Beni.

Beni juga mendesak Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda), Pangdam, Kapolri dan Panglima TNI beserta seluruh stakeholder terkait untuk segera mengusut tuntas kejadian tersebut.

“Oleh karena itu kami mendesak kepada aparat dan stakeholder terkait untuk mengusut tuntas kejadian tersebut siapa pun dalangnya supaya meningkatkan keamanan baik di Kota Makassar maupun diseluruh Indonesia, terlebih khusus kami meminta ada pengamanan ekstra di masa paskah ini,” tegas Beni.

“Kami juga meminta seluruh komponen keamanan untuk melakukan pengamanan di seluruh gereja untuk memastikan umat kristiani bisa merayakan paskah dengan aman,” lanjut Beni.

Presidium Gerakan Kemasyarakatan PP PMKRI Alboin Samosir menambahkan, seperti yang kita ketahui, tindakan bom bunuh diri merupakan tidakan terorisme dengan tujuan menciptakan ketakutan dan kecurigaan di masyarakat.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak terpengaruh dan tetap waspada, seraya proaktif menjaga ketenangan dan keamanan,” lanjut Alboin

Adapun info WA group dari Romo Alfius Tandirassing, Komkep Makassar terkait bom bunuh diri yang terjadi:

“Mgr dan Para Romo serta teman-teman sekalian… kami aman. Tidak ada korban jiwa sejauh ini kecuali pelaku bom bunuh diri. Beberapa umat luka ringan terkena pecahan kaca. Trims… Tuhan berkati. Kita doakan.”

Syukur bahwa tak ada korban jiwa dari umat atau masyarakat. Semoga hati kita tetap damai. Doaku untuk umat Katolik di katedral Makassar. Stay safe!. (DN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan