oleh

Terbukti Warga AS, Bupati Terpilih Sabu Raijua Bisa Didiskualifikasi 

-Politik-1.374 views

RADARNTT, Kupang – Pakar Hukum Administrasi Negara dari Universitas Negeri Nusa Cendana Kupang, Dr. Yohanes Tuba Helan,  SH., MH. menegaskan jika terbukti memiliki status kewarganegaraan Amerika Serikat (AS) maka Bupati Terpilih Sabu Raijua Orient P. Riwu Kore bisa didiskualifikasi.

“Pasti didiskualifikasi, karena syarat dalam Undang-undang Pilkada, Kepala Daerah/Bupati harus warga negara Indonesia,” kata Tuba Helan, menjawab media ini Rabu, (3/2/2021) pagi. Saat diminta tanggapan terkait mencuat info status kewarganegaraan Bupati Terpilih Sabu Raijua.

Menurut Tuba Helan, pasangan calon dianulir karena mereka maju secara pasangan dan pasangan peraih suara terbanyak berikutnya akan dilantik.

“Tunggu ada keputusan hukum tentang itu. Dan perlu ada gugatan pasangan calon yang kalah,” tegasnya.

Sebelumnya, dilansir Kompas.tv, Bupati terpilih Kabupaten Sabu Raijua Orient P Riwu Kore diduga masih berstatus sebagai warga Amerika Serikat.

Hal ini sebagaimana disampaikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur yang menyebut sudah mendapatkan konfirmasi tentang status kewarganegaraan bupati terpilih tersebut dari pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat.

“Pihak Kedubes AS di Jakarta sudah memberikan konfirmasi dan mengiyakan bahwa yang bersangkutan masih berkewarganegaraan AS,” kata Ketua Bawaslu Sabu Raijua Yugi Tagi Huma, Selasa (2/2/2021).

Melansir antaranews.com, Yugi Tagi menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengirimkan surat ke Imigrasi di Kupang dan kantor Imigrasi pusat untuk mencari tahu soal dugaan bupati terpilih Sabu Raijua masih berkewarganegaraan AS.

Selain itu surat pemberitahuan juga sudah Bawaslu Sabu Raijua sampaikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat untuk kemudian menanggapi masalah ini.

Menurut Yugi Tagi, saat pilkada sejatinya, pihaknya sudah mengingatkan KPU Sabu Raijua untuk menyelidiki isu bahwa Orient bukanlah berkewarganegaraan Indonesia.

“Kami juga sudah sampaikan peringatan sebelum penetapan. Kami minta mereka agar jangan terburu-buru menetapkan bupati dan wakil bupati terpilih, tetapi akhirnya ditetapkan juga,” tambah dia. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan