oleh

Persahabatan

Sahabat merupakan salah satu hal yang patut disyukuri oleh seseorang. Hal ini diperkuat oleh suatu ungkapan yang berbunyi “Satu sahabat lebih baik dari seribu orang teman”. Bagi beberapa orang, sahabat merupakan harta yang tak ternilai harganya. Mengapa bisa demikian?

Hidup penuh liku-liku, ada suka ada duka, disinilah kekuatan persahabatan diuji, hanya sahabat sejatilah yang dapat melaluinya dengan adanya kesetiaan dan kepercayaan satu sama lain. Sahabat sejati adalah sahabat yang selalu memberi dukungan dikala sahabatnya sedang terjatuh, dialah orang pertama yang bahagia ketika sahabatnya mendapatkan kebahagiaan.

Proses dari teman menjadi sahabat tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, dibutuhkan kesetiaan, kepercayaan dan pengorbanan. Persahabatan yang kuat terbentuk melalui proses yang panjang, dapat diibaratkan seperti menajamkan besi dengan waktu yang lama yang akan sulit ditumpulkan, berbeda dengan pertemanan yang hanya bagaikan menajamkan pensil dengan waktu yang singkat yang dapat dengan mudah ditumpulkan.

Janganlah menganggap seorang sahabat hanya sebagai penghibur disaat sedih semata, tapi sahabat itu diperlukan dalam keadaan apapun. Misalkan, disaat sobat sedih karena suatu kegagalan, biasanya orang pertama yang dicari adalah seorang sahabat. Atau disaat sobat sedang bahagia karena memenangkan suatu perlombaan, kadangkala sobat akan merasakan ada hal yang kurang di kebahagiaan itu, yaitu sahabat. Hal ini dikarenakan, sahabat memiliki arti penting di kehidupan ini. Arti hadirnya dapat menghapus luka sedalam samudera, atau bahkan masalah yang setinggi langit di angkasa serta kebersamaannya dapat menghangatkan ruang hampa yang sebesar dunia dan seluas jagat raya ini.

Tidaklah rugi jika sobat memiliki setidaknya satu orang sahabat, karena dialah orang yang akan mengiringi bersama-sama di setiap langkahmu. Sahabat dapat menjadi orang tua kita dengan nasihat-nasihat baiknya, kakak yang akan selalu melindungimu, atau bahkan adik yang senantiasa menghiburmu.

Di dunia ini tidak ada yang abadi, termasuk persahabatan. Persahabatan ada beberapa jenis, namun semuanya akan sirna di akhirat, kecuali satu jenis persahabatan, yaitu “Hubban Iimaanan” yang merupakan sebuah ikatan persahabat yang lahir batin, tulus saling cinta dan sayang karena Allah, saling menolong, menasehati, menutupi aib sahabatnya, memberi hadiah, dan bahkan diam-diam di penghujung malam ia doakan sahabatnya atau lebih singkatnya adalah sahabat dunia akhirat.

Yang perlu diingat adalah, apapun makanannya, minumnya susu coklat, apapun yang akan terjadi, dia tetap sahabatmu. Jaga dan jangan kecewakan dia selagi masih bisa, serta bersyukurlah, karena tidak semua orang bisa mempunyai sahabat. (Waldetrudis Petronela Dera)

Komentar