oleh

Adat dan Agama Dasar Pancasila

Pancasila adalah lingkaran dunia yang ada di bawah kolong langit, berlandaskan bumi pertiwi. “MASUK LINGKARAN PINTU MASUKNYA HANYA SATU”. Tidak ada pintu depan, pintu belakang dan tidak ada pintu samping kiri dan kanan. “SATU PINTU, PINTU HATI NURANI”.

Yang kita cari di bawah kolong langit adalah sepasang pemimpin, sebagai ratu dan raja yang tidak bisa dipisahkan. Pemimpin Adat dan pemimpin pemerintah. “PEMIMPIN BESAR DUNIA DAN PRESIDEN 1 DUNIA”.

Adat dan pemerintah membentuk agama, membentuk manusia seutuhnya. Ajaran agama menentukan pilihan hidup. “UNTUK MENJALANI TUGAS BERBEDA, TUJUAN SATU DAN SAMA, DEMI HIDUP DAN KEHIDUPAN UNTUK KESELAMATAN DIRI SENIDRI”.

Dalam diri manusia ada pasangan-pasangan hidup yang saling bergandengan dan saling membutuhkan.“UNTUK KESEIMBANGAN HIDUP MENJADI DASAR PROSES HIDUP”. Badan dan kepala, hati nurani dan pikiran baik dan jahat, kebenaran dan pembenaran. Kebenaran lahir dari hati nurani manusia dan pembenaran lahir dari pikiran manusia.

Manusia berjuang melawan diri sendiri, antara hati nurani dan pikiran. “KALAH MENANG BEDA TIPIS, BUKAN BERAT SEBELAH”. Beda tipis ibarat jarum timbangan yang masih bergerak dan masih terus bergerak dan tidak jauh dari jarak pijak. Jika sudah beda jauh, jarum timbangan akan menjauh dari titik pijak dan tak akan kembali.

Kemenangan hati nurani yang melahirkan senyum, bersumber dari rasa bahagianya hati dan arah tujuan hidup pasti. Ini semua tidak terlepas dari dasar, kejujuran dan rasa syukur yang dimiliki. Kemenangan pikiran melahirkan pembenaran yang membanggakan, demi menyelamatkan kejahatan. “KEJAHATAN DALAM DIRI SENDIRI”.

Kejahatan diri sendiri membuat kejujuran dan rasa syukur hilang. Nama baik pun sirna, karena melayani keinginan, “DEMI KEPUASAN”. Rasa kepuasan sulit dimiliki, ibarat air laut semakin diminum semakin haus. Kepintaran manusia sulit menemukan rasa puas dan damai.

Kepintaran manusia menikmati hidup selalu merenggut. “OTAK DAN FISIK MEMBANGGAKAN, OTAK DAN FISIK YANG DIPERTARUHKAN”. Hidup akan kehilangan arah dan tujuan hidup, resah dan gelisah yang didapatkan. Kesalahan mengharapkan pengampunan, inilah cara berpikir manusia. Ingat dimata Tuhan noda hitam sekecil apa pun terlihat jelas. “BAIK DAN JAHAT AKAN DIPISAHKAN”.

Dinding pemisah bukanlah buatan tangan manusia, tidak setebal dinding tembok Berlin dan tidak setinggi tembok Berlin. Dinding pemisah buatan Tuhan hanya setebal telapak tangan dan tinggihnya selebar telapak tangan, yang memisahkan baik dan jahat selamanya. Baik dan jahat memiliki rasa.“ RASA BEDA RASA, RASA PUAS DAN RASA KEPUASAN”.

Rasa puas merindukan kedamaian hati dan rasa kepuasan melayani keinginan. Inilah gambaran nyata hidup Teknologi karya manusia sudah menguasai hidup manusia membuat semua berubah. Jauh jadi dekat, dekat jadi jauh, rajin jadi malas, yang gampang-gampangan dicari dan yang lihat dikejar, sampai lupa hidup, karena kita membenci hidup, membenci diri sendiri.

Gunakan iman di dada, bukan iman di pikiran. “JAGALAH WARNA HIDUP, HATI, PARU-PARU DAN JANTUNG, AGAR TIDAK BERUBAH WARNA”.

PYL

Komentar

Jangan Lewatkan