oleh

Amanat Panggilan Hidup

-Puisi-363 views

Amanat tugas mulia untuk dijalani dengan penuh tanggung jawab. Amanat hanya diberikan pada manusia pilihan, atas dasar kejujuran hati dan keyakinan diri dan berlandaskan Iman di dada. Hanya Iman di dada yang siap menerima amanat. Amanat karya Tuhan, untuk terwujudnya cita-cita hidup demi kesejahteraan umat manusia.

Dasar hidup mengejar cita-cita bukan cinta. Kejarlah cita-cita untuk menemukan hidup, berawal dari diri sendiri dan cinta hanya bagian dari hidup, hidup bukan seutuhnya hidup, “hidup iman di dada yang menyelamatkan.” Iman dasar keyakinan diri Tuhan ada di hati dan Tuhan tinggal di hati. Iman di luar hati dan di luar diri kita adalah Iman yang mati.

Manusia yang hati nuraninya mati, bertahan hidup dengan Iman di pikiran, yang melahirkan perbedaan dan perpecahan. Iman di pikiran menjadi kebanggaan, bangga untuk mengabaikan yang lain. Manusia sudah tidak lagi satu dan sama, hati yang satu dan utuh menjadi hati-hati. Manusia hidup lupa diri, manusia dasar Agama terabaikan dan Agama Allah gambaran manusia ditiadakan. Dasar Agama sudah menjadi dasar ajaran Agama.

Agama dasar Iman di hati sama dan ajaran berbeda untuk menjalani tugas perbedaan, semua menyangkut diri sendiri. Iman di pikiran Agama tidak lagi menyangkut diri sendiri. Ingat yang merusak hidup dan menghancurkan tubuh adalah Agama menjadi dasar ajaran Agama. Agama Tuhan sendiri dan ajaran Agama untuk membentuk cinta kasih, manusia dan manusia sama, bukan kesamaan.

Ingat ajaran Agama berbeda bukan untuk memisahkan manusia dan mencerai beraikan manusia. Ajaran Agama manusia menentukan pilihan dan pilih pemimpin untuk memimpin dirinya dalam perjalanan hidup. Pemimpin adalah penunjuk jalan dan pemimpin adalah nahkoda kapal, untuk berjalan sampai ke batas berlayar sampai ke pulau, menuju satu tujuan yang sama yaitu titik pijak, titik terang yang menerangi hidup.

Pilihan hidup kita berlandaskan ajaran Agama untuk kita berada di sisi kiri dan sisi kanan sang raja damai menjadi dasar Iman di dada. Ingat Iman yang menyelamatkan adalah Iman di dada. Rongga dada rumah Tuhan dan hati tempat tinggal Tuhan. Iman di pikiran merusak hidup, menghancurkan tubuh dan menyengsarakan jiwa. Hidup untuk menjalani proses hidup, yang kita cari, banyak orang cari dan dunia cari adalah yang asli.

Keaslian tidak akan berubah, dulu sekarang dan yang akan datang tetap satu dan sama. Yang asli ada dalam diri kita, yang menyatu dengan Indoensia dan Pancasila. Yang memahami hidup hanya Iman di dada, cari dan menemukan yang asli. Yang cari hanya yang tahu dan yang tidak tahu hanya cari tahu dan tidak mungkin tahu, karena dasarnya malas tahu.

Ingat yang banyak orang cari dan dunia cari adalah Indonesia . Indonesia dan Pancasila tidak bisa dipisahkan dalam membangun hidup dan mensejahterakan hidup umat manusia . Kesejahteraan sudah disiapkan sejak awal, menjadi hak merdeka hidup untuk dinikmati. Jalan menuju gerbang kemerdekaan hanya satu, yaitu rel Pancasila.

Sudah saatnya orang Amanat, untuk bersatu, bekerja untuk mewujudkan kesejahteraan umat manusia. Bagi orang Amanat cukup rasa syukur yang dimiliki, karena setiap pekerjaan ada upahnya. Jangan ada lagi pertanyaan dan jangan terulang lagi permohonan. Kapan dan semoga. Semua hanya waktu yang tahu hati siapa menerima.

 

 

PYL

Komentar