oleh

Hukum Untuk Manusia

-Puisi-326 views

Hukum manusia dan hukum Tuhan. Hukum manusia, hukum Adat dan hukum Pemerintah butuh pengakuan jujur. Dan hukumTuhan hanya butuh satu kejujuran, karena dimata Tuhan noda hitam sekecil apapun terlihat jelas. Hidup itu tumbuh karena berakar dan berpijak pada titik pijak. Hidup tidak mungkin terapung dan melayang, yang mudah berpindah terbawa arus dan ditiup angin.

Hidup bukan barang promosi yang hanya berserakan di atas tanah, manusia jadikan dirinya manusia sampah “ini bukan aku katakan, tapi aku harus katakan”. Dasar hidup adalah kejujuran dan rasa syukur yang harus dimiliki, dijaga, dipelihara dan dirawat dengan penuh kasih sayang. Karena cinta yang membuat semuanya ada, semua Tuhan titipkan pada manusia. “Kepercayaan yang kuberikan dan kutanam bukan untuk dilupakan”

Janganlah berbohong, cepat atau lambat akan ketahuan dan hilang kepercayaan akan hilang selamanya. “Yang dicari tidak mungkin ditemukan dan tidak akan temukan” untuk apa membohongi diri sendiri jika hanya untuk menyelamatkan kejahatan.

Tidak sedikit manusia bermoral menjadikan dirinya manusia bersilat lidah dan menjadi dirinya tameng untuk menyelamatkan kejahatan. Inilah kebanggaan hidup yang menghancurkan hidup, karena kepintaran manusia. Tidak ada lagi cinta sejati yang tertanam di hati, yang menghadirkan rasa puas dan damai. “Rasa puas dan damai adalah miliknya hati dan Tuhan hanya ada di hati”, hidup untuk menjalani proses hidup baik dan jahat selalu bersama, berdampingan, searah, setujuan, dan tetap berada dipersimpangan jalan dan tidak mungkin sejalan. Baik dan jahat selalu berpisah dan berpisah selamanya.

Hukum Tuhan dan hukum manusia Adat dan Pemerintah untuk keselamatan manusia. “Keputusan yang bijak yang diambil” di depan pengadilan manusia diadili. Tanda Taubat butuh pengakuan yang jujur, pada banyak mata yang melihat dan lebih banyak lagi telinga yang mendengar untuk memujimu, menyanjungmu, dan bukan untuk membencimu.

Kepintaran manusia untuk mempersoalkan benar salah. Sesungguhnya benar salah, hanyalah Tuhan yang tahu dan Tuhan sudah siapkan terang dan gelap. “Terang untuk siapa dan gelap untuk apa?”, terang dan gelap yang memisahkan baik dan jahat untuk selamanya. Di depan pengadilan mengingatkan manusia dan memberi pengampunan. Hukum landasan hati nurani yang dipakai, hukum Tuhan tidak ada pengampunan, yang ada hanya memisahkan yang baik dan yang jahat untuk selamanya.

Manusia hidup mencari dan menemukan diri sendiri, jati diri, kekuatan hidup membangun hidup dan bukan untuk menghancurkan hidup. Jagalah rongga dada selamatkan warna hidup, agar warna aslinya tidak berubah.“Warna paru-paru, warna jantung, dan warna hati“.

Jagalah iman di dada bukan iman di pikiran jagalah hati dan peliharalah iman di hati. Iman di pikiran merusak hidup dan menghancurkan hidup. Pikiran mencerai beraikan manusia dan kepintaran manusia menghancurkan hidup manusia. Keinginan menguasai hidup manusia bermoral menjadi manusia bersilat lidah, lain di bibir lain di hati, “ kejarlah yang ada di depan mata dan selamatkan kejahatan agar sama-sama memperebutkan apa yang sudah ada”.

Hanya manusia bodoh yang cari, yang disembunyikan. Yang tersembunyi terselubung dan terbungkus rapih. Jalan hidup berliku dan harta miliknya pun dijual. Mencari untuk menemukan yang tersembunyi. Yang cari sudah ditemukan, apalagi yang kita cari. “Jika semuanya hanya ada di Indonesia”.

 

PYL

Komentar