oleh

Puisi Tersembunyi

-Puisi-555 views

Ketika Liu Xiaobo, sastrawan dan pegiat hak asasi manusia di China dianugerahi hadiah Nobel Perdamaian, banyak kalangan berpendapat, bahwa hadiah itu melambangkan penolakan terhadap dogma ”keutamaan mengejar kepentingan ekonomi” di negeri itu.

Inilah puisi tersembunyi dari nilai kemanusiaan yang ditenggelamkan. Ketika dari Wuhan, negeri China, Covid-19 merambah dunia, banyak kalangan memandangnya sebagai puisi tersembunyi dari rahasia alam dan rahasia kemahaesaan Tuhan.

Alam memang memuat puisi tersembunyi korona dengan membelokkan imunitas berlebih menjadi senjata makan tuan, sehingga makin sulit dipahami. Karena tulisan rahasianyapun makin tidak terbaca. Kini sebuah kelumpuhan total tengah terjadi.

Karena Covid-19 meluluhlantakan dunia dengan perang kilat (blitzkrieg). Perang melawan musuh yang tidak bertampang. Dan kita seolah berjalan dalam perahu kayu tanpa mesin mengarungi samudra luas.

Puisi tersembunyi dari rahasia kemaha-Esaan Tuhan, memungkinkan dunia bergerak begitu cepat dan makin tak terpahamkan. Realitas perang melawan Covid-19 seolah menghindar dari teori-teori, sehingga selalu ada yang luput dari filsafat dan ilmu.

Oleh karena ketika sesuatu hal pelik terjelaskan, selalu muncul pula masalah-masalah baru yang menuntut konstruksi pengetahuan baru untuk memahaminya.

Sehingga semuanya seolah menjadi kepingan-kepingan puisi yang tak terhingga, dalam memahami berbagai kompleksitas realitas dunia yang makin hari semakin memaparkan belantara luas yang seolah tak bertepi, tak berpeta, tak berpola dan tak berkategori.

Apakah itu tanda berakhirnya kemampuan manusia memahami realitas? Dunia yang makin kompleks justru tanda bahwa usaha manusia memahami dunia punya efek. Jika satu persatu tirai semesta tersingkap semakin ke dalam kompleksitas alam, maka akan makin nampak kekuatan alam itu.

Jika semakin jauh kita membentang rahasia alam dalam ruang ke-Esaan Tuhan, maka kita seolah berada dalam sebuah kapal modern yang menari di atas gelombang samudra dengan kekuatan kompleksitas pengetahuan, namun kita hanya mampu berputar di antara pusaran gelombang tanpa kepastian.

Kita doakan semoga perang kilat Covid-19 segera berakhir dan puisi tersembunyi dari rahasia alam dan rahasia ke-Esaan Tuhan, dapat terungkap untuk kemuliaan kemanusiaan manusia.

 

Oleh: Marsel Tupen Masan

Komentar

Jangan Lewatkan