oleh

Seseorang

-Puisi-839 views

Saat semua masih terlelap di pulau kapuk masing-masing… Aku mendengar bunyi nada dering Hp ku yang begitu keras, mengusik tidurku, Aku kaget dan menggeliat menahan rasa ngantuk, perlahan-lahan Aku membuka mata lalu mengambil Hpku, terlihat ada panggilan masuk dari seseorang, fikirku “oh Tuhan mengapa ia menelpon jam begini???… Ini baru pukul 04.00 pagi, Ada apa?

Eeemmmmmmmmm,mmmm…. Aku mulai mengangkat telponnya

Aku : hallo selamat pagi! (Ku sapa dengan nada lembut)

Dia : hallo, maaf menelponmu pagi-pagi sekali

Aku : oh ya, ada apa?…

Dia : sudah lama tak jumpa, aku hanya ingin mendengar suaramu

Aku : (bibirku terasa Kaku)

Dia : entah apa yang ada di benakku! Atau mungkin aku terlalu takut untuk bersapa denganmu

Aku : emmmmmmmm santai sajah, aku masi seperti yang dulu, tidak ada yang perlu di takutkan

Dia : bolehkah aku meminta sesuatu?

Aku : (???) boleh!

Dia : hari ini adik bungsuku Ulang Tahun, bisakah kamu membuatkan kue ulang tahun untuknya?

Aku : oh.. tentu

Dia : pukul berapa aku bisa mengambilnya?

Aku : kalau sudah jadi, akan kuhubungi

Dia : baik, terimakasih

Pembicaraan kamipun selesai. Oh Tuhan dia menelponku pagi-pagi sekalih hanya mau bilang ingin mendengar suara, dan membuat kue ulang tahun adiknya. Aku sudah tak bisa pejamkan mata ini, perlahan ku kembali menatap cermin di depanku, ku tersenyum dan tersipu malu sambil mengangkat sehelai rambut hitamku.

Menjelang pagi pukul 05.00, aku mulai bergegas ke dapur, kue apa yang di sukai adiknya? Brownis, Tar, Pandan???….

Ahaaaaaaaa aku tau aku tau yaaaa..aaa..AA aku tau,  kue yang di sukai adiknya Brownis Cokelat, ku mulai mengambil bahan-bahan di lemari es, hari ini hari spesial adiknya, aku harus membuat brownis coklat yang terbaik. ” Jemariku mulai menari-nari…. O0opPsS….

Brownis coklatnya sudah jadi, tanpa bergumam lagi, cepat-capat kuraih handuk di sampingku dan langsung membersihkan tubuhku. Sudah pukul 07.00 tiba-tiba terdengar suara yang keras dari atap, ada apa? Suara apa itu? Wah..wah..wahh.. ternyata suara hujan, akupun kembali kekasurku merebahkan badanku sambil memencet handphone.

Suara hujan sangat deras, langit gelap tanpa permisi, mata haripun redup seakan di tutupi awan hitam. Gelisah menghayat hati, bagaimana dengan Kue ini? Di luar sangatlah gelap, rintihan hujanpun semakin keras. Tak lama kemudian kring…. Kring…. Kring…. ” Bunyi handphone pertanda ada panggilan masuk, aku yang sedang rebahan langsung mengambil handphone, ini dari si Dia, aku langsung menerimanya dan berkata ” hallo kuenya sudah jadi, tapi cuaca tidak bersahabat..

“Tenang sajah sebentar lagi berhenti (ujar si dia)

“Wahhhh hujannya sudah rendah (ucapku)

“Sudah kukatakan hujan akan berhenti,  aku akan menemuimu untuk mengambil Kue, 10 menit lag aku kerumahmu. Jreng-jreng aku sudah di depan rumahmu..

Akupun tersenyum melihatnya

 

Oleh: Oktaviyani Nona Theresa Bura

Penulis adaah Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang

Komentar