oleh

Syukur dan Terima Kasih

-Puisi-360 views

Pertemanan Papa terbentang luas, karena itu banyak doa bersama dilakukan. Banyak yang menuliskan kenangan mereka bersama Papa. Juga banyak pesan di media sosial dan karangan bunga dikirim. Dari yang tua hingga yang muda, dari orang gedongan hingga orang jalanan.

Semuanya sama-sama punya kontribusi dalam kehidupan Papa, dalam kehidupan keluarga kami. Besar kecil kontribusi itu, tetaplah berharga, karena itu ijinkan saya mewakili keluarga untuk mengucapkan terima kasih tak terhingga untuk:

Ibu Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 RI, Ketua Umum PDI Perjuangan. Mas Hasto Kristiyanto, Sekjen PDI Perjuangan. DPP PDI Perjuangan. Prananda Prabowo, Kepala Pusat Analisa dan Situation Room DPP PDI Perjuangan. Mahamera, PA PDI Perjuangan. Prof Hendrawan – Mas Endro Yahman, FPDI-Perjuangan DPR RI. DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Timur. Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur. Diana AV Sasa – Nugroho SW, FPDI Perjuangan DPRD Jawa Timur. DPC PDI Perjuangan Surabaya. Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surabaya.

Mas Bambang DH. Toto Sonata. Heti Palestina Yunani. Deasi Sutedja, Bowo, dan Malaka. Pelipus Libu Heo. Kel Julian Hendrik – Sabu Raijua. Kel Jacki Uly – Bogor. Kel Justin Herman – Bali. Kel Sjukur Hasan. Kel Nisnoni – Fatuoni. Forum Academia NTT. AJI Indonesia. AJI Surabaya. PWI Jawa Timur. Harian Surya dan Tribun Jatim. Yayasan Perludem. DPP GMNI. GMKI Surabaya. Keluarga Besar SMID – PRD. Amang Mawardi. Henky Kurniadi.

Tjahyo Kumolo, Menteri PAN RB. Deddy Hermawan, Dewan Pengawas LKBN Antara. Moch Afifuddin, Bawaslu RI. Viktor Laiskodat, Gubernur NTT. Wakil Gubernur NTT. Moh Amin, Ketua Bawaslu Provinsi Jatim. Aang Kunaifi, Bawaslu Jatim. Nikodemus Rihi Heke, Bupati Sabu Raijua-NTT. Tri Rismaharini, Walikota Surabaya. Whisnu Sakti Buana, Wakil Walikota Surabaya. Mas Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya, yang malam itu juga membantu menelpon ke RKZ untuk tangani Papa.

Di luar nama-nama di atas, ada sangat banyak orang yang membantu proses ketika Papa butuh perawatan RS malam itu seperti Deni Wicaksono dan Agatha Retnosari yang seolah berjibaku dengan waktu. Mbak Sri Untari dan Daniel Rohi yang terus berkoordinasi. Ada Ignatius Haryanto dan Fransisca Ria Susanti yang bertekun mengumpulkan tulisan tentang Papa yang terserak, lalu membukukannya.

Terima kasih juga buat semua pihak yang memberikan atensi, doa dan penghiburan buat kami keluarga, yang teramat sangat banyak untuk bisa kami sebutkan satu per satu di ini. Terima kasih sudah jadi berkat buat kami, keluarga yang ditinggalkan. Sekali lagi, maaf jika kami tak sempat menyebutkannya satu per satu.

Ijinkan saya mengutip lirik lagu yang Mama nyanyikan setiap hari di samping tubuh Papa yang lumpuh akibat stroke. Mama menyanyikannya setiap hari hingga di hari-hari terakhir kematiannya yang terasa begitu cepat dan mendadak.

“Hidup ini adalah kesempatan. Hidup ini untuk melayani Tuhan. Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan bri. Hidup ini harus jadi berkat. Oh Tuhan pakailah hidupku, selagi aku masih kuat. Bila saatnya nanti, ku tak berdaya lagi, hidup ini sudah jadi berkat.”

Tulisan ke-21, sekaligus penutup. Terima kasih buat semua orang yang setia membaca, memberi respon, mengoreksi, dan membagikannya. Terima kasih banyak. Tuhan memberkati kita semua dalam damai dan sukacita senantiasa.

 

Moskow, 20 Juli 2020
40 hari setelah kematian Peter Apollonius Rohi

Oleh: Joaquim Lede Valentino Rohi

Komentar

Jangan Lewatkan