oleh

Damai

-Puisi-1.194 views

(Mengenang 100 Hari Kepergian Sobat Giofani Sanjaya Lake)

Jumat, 23 April 2021 Tuhan memelukmu dengan hangatnya,

Saat pagi yang begitu tenang, kakamu memanggilmu dengan kasihnya,

Menengok dan mencari, tak ada jawaban.

Beberapa kenangan akan terus melekat dalam sukma,

Pada ingatan yang seharusnya dilupakan.

Apakah kau terlalu lelah dengan hidup ini?

Sudah sampai mana sekarang kau  berjalan?

Beberapa cerita yang ditulis akan terus dikenang,

Mengayun langkah mencari jawaban akan arti hidup.

Tentang hangat yang memanggilmu,

Bersenggama dengan bayang yang kian menjauh,

Derap kasih merembes tak tersisah,

Mengumpul rentetan memori yang kau sebut sia-sia.

Selesai sudah walau tak sekejap, menyerap habis sisa-sia kehidupan,

Mimpi, ini seperti mimpi mengenal hari ini untuk akhir yang terisak.

Kau terjatuh di bawah tempat itu,

Hilang memanggilmu percuma, ikatan yang membelenggu, terlepas di akhirat.

Ada yang terus mengingatmu,

Namun kau bersembunyi dalam dunia orang lain

Meruntuhkan harapan yang disematkan dalam doa-doa panjang setiap malam,

Membuat roti untuk dirasakan kala petang dan senja,

Namun kau pergi membawa semua sampai di tempat terakhirmu.

Kukirimkan lilin dalam benak hatimu

Biar nyala setiap  jalan menuju Sang Damai

Sepai berkerumun menjadi arti, kukuburkan raga yang pernah akrab bercanda,

Tak dapat bertemu lagi, namun kau datang dalam mimpi dan memohon maaf.

Surga tujuanmu, namun ada rentah kau tinggalkan,

Ku harap kau tak lagi terbujur, dalam kaku yang terakir kali ku sentuh

Lantaran gerimis mempercepat kelam, menjulur tangan menemui bujuk

Kau terlalu jauh, tak dapat lagi digenggam.

Pertemuan fana perlahan terlelap dalam keteguhan,

dering malam datang dan menyadarkan mimpi

Mata memanggil jeritan, nafas kecil memekik meminta pulang

Nadi tak dapat mengairi tubuh.

Pergilah dengan tenang, semua telah berdamai dengan kenyataan,

Saat ini sudah berada difase merindu tanpa melibatkan air mata.

Terima kasih Tuhan, ternyata doa masih bisa menghangatkan hati.

See you in Heaven.

 

Oleh: Sensi Tri Putra Day

Prestasi Penulis: Juara 1 Musikalisasi Puisi Tingkat Mahasiswa/i Se-Kota Kupang Tahun 2018/2019. 16 besar Lomba Puisi Nasional Tema Ibu tahun 2020, Harapan II Duta Bahasa Provinsi NTT Tahun 2019.

Komentar

Jangan Lewatkan